Lengkeng Rubi Berbuah di Pot 1
Tabulampot lengkeng merah milik Ricky Hadimulya

Tabulampot lengkeng merah milik Ricky Hadimulya

Cocok untuk pehobi supersibuk. Lengkeng merah tergolong buah eksklusif. “Produksinya masih terbatas,” kata Ricky Hadimulya, penangkar buah di Parung, Bogor, Jawa Barat. Ia menuturkan di negara asal harga per kilogram buah mencapai tiga kali lipat dari lengkeng biasa. Meski mahal lengkeng merah tetap banjir peminat. Maklum, sosoknya identik dengan warna keberuntungan dan cocok sebagai buah hantaran. Di tanahair, lengkeng merah yang didatangkan Ricky setahun silam itu tergolong varian anyar.

Gregori Garnadi Hambali, pakar buah senior di Bogor, menuturkan lengkeng merah cocok untuk tabulampot sebab berpenampilan menarik. Sosok pendek dan rajin berbuah. Dompolan buah berwarna merah seronok senada dengan warna daun yang merah kecokelatan. Yang membuatnya makin istimewa, citarasa Dimocarpus longan itu memiliki tingkat kemanisan tinggi. Ricky Hadimulya menambahkan, lengkeng merah pas untuk pehobi supersibuk sebab tidak membutuhkan perawatan khusus.

Lengkeng merah berbuah tanpa perlakuan khusus

Lengkeng merah berbuah tanpa perlakuan khusus

Tanpa perangsang Menurut Ricky, lengkeng merah adaptif di berbagai ketinggian tempat dan berbuah tanpa bantuan perangsang. Beberapa jenis lengkeng perlu dirangsang dengan memberikan asupan kalium (K) dari potasium klorat (KClO3). Menurut ahli buah dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian, Bogor, Sobir PhD, sejatinya pemberian potasium klorat (KCl) merupakan cara untuk membuat tanaman stres sehingga ‘terpaksa’ berbunga.

Ia menuturkan potasium klorat membuat rasio karbon terhadap nitrogen pada tanaman lebih tinggi. Akibatnya, tanaman cepat memasuki fase generatif sehingga proses pembungaan dapat segera terjadi. Pada tanaman buah, cara membuat rasio karbon terhadap nitrogen lebih tinggi juga bisa dilakukan dengan mengerat batang.

Wiwik Wijayahadi, penangkar buah di Yogyakarta, menduga lengkeng merah termasuk golongan lengkeng nontemperate (tropis), serupa dengan pingpong, diamond river, dan matalada. Lengkeng-lengkeng itu mudah berbuah di dataran rendah tanpa perlakuan khusus. Wiwik menuturkan umumnya pehobi menyukai jenis lengkeng itu sebab perawatannya mudah dan gampang berbuah dalam pot. “Hampir 90% pehobi lengkeng meminta jenis lengkeng tropis,” ujarnya.

Baca juga:  Tinggi Berkat Guano

Pehobi menghindari lengkeng temperate (subtropis) seperti itoh dan biew kiew dihindari sebab membutuhkan perlakuan khusus. “Namun jangan salah, lengkeng temperate justru disukai para pekebun,” kata Wiwik. Ia menuturkan lengkeng subtropis unggul di produktivitas. “Jumlah buah per dompol dan jumlah dompol per tanaman lebih banyak,” ujar manajer pemasaran PT Dupont Indonesia itu. Sementara lengkeng nontemparate kebalikannya.

Pupuk rutin

Ricky Hadimulya menuturkan meski tanpa bantuan perangsang, perawatan intensif tetap dibutuhkan bila ingin lengkeng rubi—sebutan lain lengkeng merah—berbuah susul menyusul. Kunci utama membuahkan lengkeng rubi adalah menyiapkan media tumbuh yang nyaman. “Pilih media porous tapi kaya hara,” katanya. Ia menggunakan media berupa tanah, pupuk kandang fermentasi, serbuk sabut kelapa, dan sekam bakar dengan perbandingan sama. Ia mengaduk bahan itu hingga tercampur rata.

Sesudah memasukkan media tanam dan bibit ke dalam pot, Ricky menaburkan anticendawan berbahan aktif karbofuran. Berikutnya, ia menyemprotkan suplemen tanaman berdosis 1 ml per liter air setiap pekan selama tiga pekan berturut-turut. Ketika tanaman berumur sebulan, pemilik nurseri Hara itu menyemprotkan pupuk NPK seimbang 20:20:20 sebanyak 0,75 gram per liter air. Pemberiannya dua kali setiap pekan hingga tajuk tanaman rimbun atau saat berumur 5—6 bulan pascatanam. Pemberian dosis rendah tetapi lebih sering cocok untuk tanaman muda.

Perawatan selanjutnya adalah pemangkasan untuk merapikan tajuk tanaman. Ricky memotong batang yang ngelancir. Saat tanaman berumur 6 bulan pascatanam, ia memberikan pupuk cair yang mengandung kadar fosfor dan kalium tinggi (6:30:30) berdosis 0,7 ml per liter air. Aplikasinya setiap pekan hingga tanaman berbunga dan calon buah muncul. Saat fase itu tiba pemupukan dihentikan sejenak hingga buah seukuran kacang tanah. Setelah itu, pemupukan dilanjutkan kembali dengan dosis sama.

Baca juga:  Anugerah Ikon Prestasi Indonesia

Pemupukan rutin membuat tanaman anggota keluarga Sapindaceae itu rajin berbuah. Dalam satu tanaman ada bunga, buah muda, dan buah tua. Setiap dompolan berisi belasan buah. Aroma khas lengkeng akan menguar bila buah sudah matang. Ricky meletakan tabulampot lengkeng merah itu di tempat yang terkena sinar matahari penuh agar proses fotosintesis tanaman berlangsung sempurna. (Andari Titisari)

535_ 24

  1. Siapkan media tanam berupa tanah, pupuk kandang kambing fermentasi, sekam bakar, dan serbuk sabut kelapa. Campur media, lalu masukkan ke pot, dan tanam bibit ukuran 75 cm.
  2. Pasang ajir agar bibit tidak gampang roboh. Taburkan anticendwan.
  3. Setiap pekan siramkan vitamin 1 ml per liter air selama tiga pekan berturut-turut.
  4. Saat tanaman berumur sebulan berikan pupuk NPK seimbang (20:20:20) dosisnya 0,75 gram per liter air. Semprot rutin sepekan dua kali hingga tanaman berumur 5—6 bulan atau tajuknya rimbun. Pangkas tajuk agar percabangan bagus.
  5. Semprotkan pupuk cair NPK (6:30:30) dosisnya 0,7 ml per liter setiap pekan sampai tanaman berbunga. Saat muncul calon buah hentikan pemupukan dan lanjutkan kembali saat buah seukuran kacang tanah.
  6. Buah siap panen bila menguarkan aroma khas lengkeng.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *