lebih lezat Kale di Lidah 1
Keripik kale tampil cantik dengan kemasan yang cocok.

Keripik kale tampil cantik dengan kemasan yang cocok.

Mengolah sayuran kale menjadi beragam penganan lezat dan bergizi.

Cara Fahmia Maratus Tsanie mengonsumsi sayuran kale berbeda dengan kelaziman. Produsen kale Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kotamadya Batu, Jawa Timur, itu mengolah sayuran kale menjadi keripik, smoothies, kue stik, dan bubuk kale. Fahmia menggunakan kale (berasal dari kata “kail” bermakna sejenis kubis bagi masyarakat Skotlandia) sebagai bahan utama dan bahan-bahan organik bergizi seperti minyak zaitun, madu, pisang, dan lemon.

Bersama ayahnya, Imam Ghazali dan kakak iparnya, Rakhmad Hardiyanto, Fahmia mengolah kale menjadi beragam penganan sejak 2016 “Pengolahan sebagai solusi jitu untuk meningkatkan nilai jual dan daya tahan produk sayuran,” ujar Fahmia. Selain itu mengolah sayuran anggota famili Brassicaceae itu juga meningkatkan nilai tambah. Harga jual kale segar mencapai Rp80.000—Rp100.000 per kg. Bandingkan dengan harga olahan berbahan kale seperti smoothies mencapai Rp25.000 per botol berisi 350 ml.

Trubus Juni 2018 Highrest.pdf

Manfaat beragam

Menurut Fahmia untuk memproduksi sebotol smoothies memerlukan 25—30 gram daun kale sebagai bahan baku. Harap mafhum, ia menambahkan bahan lain seperti madu, pisang, dan minyak zaitun untuk meningkatkan cita rasa. Selain itu mengolah kale juga berarti memanfaatkan produk apkir. Pasar menghendaki kale segar, mulus tanpa gerekan serangga, dan bentuknya normal. Namun, kadang-kadang ia memanen daun kale yang tidak memenuhi standar itu.

Selain itu mengolah kale juga mengantisipasi produk yang tidak terjual. Fahmia memproduksi 50-an botol smoothies setiap pekan. Harga setiap botol berisi 350 ml itu mencapai Rp25.000. Harga itu belum termasuk ongkos kirim. Menurut Fahmia tidak ada minimal pemesanan. Saat ini ia memasarkan smoothies hanya di Kota Malang dan sekitarnya. Harap mafhum, minuman itu hanya tahan sekitar 4 jam karena tanpa pengawet.

Smoothies kale cocok dinikmati setelah olahraga.

Smoothies kale cocok dinikmati setelah olahraga.

Itulah sebabnya sistem pembeliannya pesan terlebih dahulu. Fahmia akan memproduksi minuman itu sesuai pesanan konsumen. “Pemasarannya di tempat-tempat wisata, komunitas yoga, dan kegiatan untuk para pencinta hidup sehat,” ujar perempuan kelahiran 4 September 1990 itu. Menurut Fahmia khasiat smoothies berbahan kale untuk menjaga stamina tubuh dan menambah gizi. Fahmia mengatakan, smoothies kale sangat bagus untuk orang yang jarang mengonsumsi sayuran.

Baca juga:  Temumangga Peluruh Batu Ginjal

Sebab, kale kaya gizi. Segelas sayuran kerabat sawi itu mengandung protein hingga 3 g, serat 2,5 g, dan 1,35 mg kalsium per gram kale mentah. Karena merasakan manfaat itu, maka banyak pelanggan yang memesan ulang minuman sehat itu. Untuk membuat smoothies kale sejatinya mudah. Mula-mula Fahmia menyiapkan tiga lembar daun kale segar yang sudah dicuci bersih lalu menambahkan 350 ml air matang, separuh buah pisang ambon, 100 ml air kelapa, satu sendok makan madu, dan cairan lemon 1/8 bagian.

Bahan-bahan itu cukup untuk menghasilkan 500-an ml smoothies. Alumnus Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, itu menjaga kebersihan selama memproduksi minuman kesehatan kale. Perempuan 28 tahun itu lantas memblender semua bahan hingga larut, bercampur merata, dan lembut. Warna smoothies kale hijau muda. Fahmia memasukkan minuman itu ke dalam botol bersih. Kini smoothies kale siap santap.

Keripik

Selain itu Fahmia juga mengolah daun kale menjadi keripik. Ia memproduksi 3 kg keripik per hari. Menurut Rakhmad Hardiyanto satu kg keripik kale berasal dari 10 kg daun segar. Untuk membuat keripik kale, Fahmia memanfaatkan bahan baku berupa sayur kale segar, minyak zaitun, garam laut, dan bubuk bawang (lihat boks: Keripik Kale). Ia menjual keripik itu Rp20.000 per 15 gram. Fahmia menjual 200 kemasan per pekan.

Fahmia Maratus Tsanie mengolah kale menjadi keripik, smoothies, tepung, dan kue stik.

Fahmia Maratus Tsanie mengolah kale menjadi keripik, smoothies, tepung, dan kue stik.

“Permintaan masih tinggi dan belum terpenuhi. Kami hanya memenuhi sekitar 20% dari permintaan pasar,” ujar Hardi—sapaan akrab Hardiyanto. Fahmia menjual keripik itu ke Jakarta, Malang, Surabaya, dan Bali. Penganan lain berbahan baku daun kale segar adalah kue stik. Fahmia memproduksi 5—10 kg kue stik per bulan. Lazimnya kue itu terbuat dari bahan tepung terigu dan telor. Namun, sejak 2017 Fahmia mengolah daun kale sebagai bahan baku kue stik.

Baca juga:  Cinta Puring Sepenuh Hati

Ia mengemas kue itu hingga 100 dan 150 gram. Produsen beragam penganan itu menjualnya Rp15.000 untuk kemasan 100 g dan Rp22.500 untuk kemasan 150 g. Saat ini pemasaran kue stik ke berbagai kota seperti Malang, Surabaya, dan Denpasar. Produksi kue stik mencapai 2 kg per pekan. Kebutuhan baahan baku untuk membuat kue stik, smoothies, dan keripik mencapai 80-an kg daun kale per pekan. Fahmia memanfaatkan kale dari lahannya untuk menjaga mutu. (Bondan Setyawan).

Trubus Juni 2018 Highrest.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments