Indonesia semula memiliki belimbing buluh dan belimbing manis. Kini bertambah lagi, belimbing papua dan belimbing gorontalo.

Daerah asal belimbing manis dari Maluku dan Srilanka.

Daerah asal belimbing manis dari Maluku dan Srilanka.

Namanya panjang, Abū al-Walīd Muhammad bin Ahmad bin Rushd, sebangun dengan beragam profesi, yakni dokter, fisikawan, filsuf, dan hakim. Pemikir kelahiran Kordoba, Spanyol, 14 April 1126 itu sohor dengan sebutan Ibn Rusyd yang berubah menjadi Averroes di lidah Barat. Genus belimbing, Averrhoa, meminjam namanya hingga kini. Menyebut belimbing, ingatan kita akan tertuju pada belimbing buluh dan belimbing manis.

Beberapa ahli botani melaporkan belimbing buluh Averrhoa bilimbi berasal dari Maluku dan Malaysia. Sementara belimbing manis Averrhoa carambola berasal dari Maluku dan Srilanka. Masyarakat memanfaatkan kedua belimbing itu sejak ratusan tahun lalu. Pada 1793 belimbing buluh dilaporkan dibawa dari Maluku melalui Timor menuju Jamaika. Lalu tersebar luas di wilayah Amerika Selatan dan daratan Amerika latin.

Belimbing papua

Belimbing manis dibawa ke Florida pada 1887.

Belimbing manis dibawa ke Florida pada 1887.

Menyusul kemudian pada 1887 belimbing manis dibawa ke Florida bagian selatan. Akhirnya kedua belimbing itu tersebar ke seluruh kawasan benua Amerika. Belimbing buluh tercatat sebagai tanaman koleksi Kebun Raya Bogor pada 1823, sedangkan belimbing manis 1844. Selain kedua jenis belimbing itu, Indonesia memiliki belimbing yang lain, yakni belimbing papua dan belimbing gorontalo.

Kedua belimbing itu relatif baru jika dibandingkan dengan belimbing buluh dan manis. Belimbing papua ditemukan oleh tim eksplorasi gabungan Pusat Penelitian Biologi dan Kebun Raya Bogor. Penemuannya pada 1985 dan berlokasi di Cyclops, Provinsi Papua. Belimbing papua pertama kali ditemukan dalam bentuk biji. Hasil koleksi dalam bentuk biji itu lalu disemai di pembibitan hingga siap tanam.

Belimbing buluh berasal dari Maluku dan Malaysia.

Belimbing buluh berasal dari Maluku dan Malaysia.

Bibit itu lalu ditanam sebagai tanaman koleksi di Kebun Raya Bogor. Penanaman dilaksanakan pada 1988. Lokasi penanaman di vak III.C.310, vak VII.D.96—96a dan VII.D. 98—98a. Belimbing papua itu semula diberi nama Averrhoa sp. Kemudian pada 1997 Dr van Balgooy mengidentifikasinya sebagai Averrhoa bilimbi L. Belimbing papua memiliki bentuk berupa pohon. Bentuk daunnya sama dengan daun belimbing buluh.

Baca juga:  Menikmati Citarasa Mamey Sapote (Pouteria sapota)

Daun muda belimbing papua berwarna merah marun. Bentuk buah sama dengan belimbing manis. Pembeda antara belimbing papua, belimbing buluh, dan belimbing manis adalah bentuk dan warna bunga. Bunga belimbing papua berbentuk kluster, menempel di permukaan batang utama dan percabangan. Jumlah bunga 1—45 kuntum. Bunga berwarna putih pada biang tepi, serta berwarna merah muda dengan garis ungu di bagian tengah.

Penemuan belimbing gorontalo pada 2002.

Penemuan belimbing gorontalo pada 2002.

Adapun buah berbentuk bintang dan keras. Sosok buah lebih ramping dibandingkan dengan buah belimbing manis. Ketika muda buah berwarna hijau, lalu berubah kuning setelah masak. Rasa daging buahnya masam. Biji belimbing papua berbentuk bulat pipih, mirip biji belimbing buluh.

Penemuan belimbing gorontalo tergolong lebih baru, yakni pada 2002. Penemunya tim eksplorasi Kebun Raya Bogor. Belimbing gorontalo kali pertama ditemukan dalam bentuk anakan. Anakan itu kemudian ditanam di pembibitan. Pada 2007 belimbing gorontalo ditanam di kebun Vak XXIV.B. 79; 81; dan 86-86a-86b. Kala itu penamaannya sebagai Averrhoa sp.

Jenis berbeda
Belimbing gorontalo memiliki bentuk daun serupa dengan belimbing masam dan belimbing papua. Perbedaannya terlihat ketika daun masih muda. Daun muda berwarna hijau muda kekuningan. Bentuk buah belimbing gorontalo sama dengan belimbing manis dan belimbing papua. Pembeda belimbing gorontalo dari jenis lain adalah warna dan susunan bunga. Bunga berwarna putih. Bunga muncul di batang utama, percabangan, terkadang di ketiak daun. Jumlah bunga 1—7. Jarang ditemui bunga berjumlah lebih dari tujuh.

Buah belimbing gorontalo berwarna hijau saat muda dan berubah kuning kecokelatan saat masak.

Buah belimbing gorontalo berwarna hijau saat muda dan berubah kuning kecokelatan saat masak.

Buah belimbing gorontalo berbentuk bintang. Ukurannya lebih kecil dibanding dengan belimbing papua dan belimbing manis. Daging buah lembek dan juicy. Buah berwarna hijau saat muda dan berubah kuning kecokelatan saat masak. Buah yang terlalu masak kulit buahnya dapat dikupas meski tidak utuh. Demikian pula daging buahnya, dapat dipisahkan dari bagian lobus yang membungkus bijinya.

Rasa daging buahnya masam. Lebih masam daripada belimbing buluh dan belimbing papua. Biji buah belimbing gorontalo melonjong, pipih mirip dengan biji belimbing manis. Peneliti di Pusat Penelitian Biologi menemukan tanaman belimbing yang sama dengan belimbing gorontalo pada 2003. Lokasinya di kawasan hutan yang berbeda. Sayangnya, mereka hanya membuat spesimen herbarium dan tidak lengkap.

Beda Belimbing Papua dan Gorontalo

Beda Belimbing Papua dan Gorontalo

Lantaran karakter belimbing papua dan gorontalo memiliki banyak perbedaan dengan belimbing buluh dan belimbing manis, maka Dr Rugayah dan Dra Siti Sunarti melakukan penelitian taksonomi selama tahun 2007. Tujuannya memberikan nama yang valid kepada kedua jenis belimbing itu. Untuk memperkuat dugaan bahwa kedua jenis belimbing itu berbeda, dilakukan pula penelitian molekuler oleh Dr Julita Kusumadewi.

Belimbing papua dan belimbing gorontalo pernah dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap pembuatan sup.

Belimbing papua dan belimbing gorontalo pernah dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap pembuatan sup.

Hasilnya belimbing papua dan belimbing gorontalo merupakan jenis yang berbeda. Keduanya juga tidak sama dengan belimbing manis dan belimbing buluh. Penelitian Dr Rugayah dan Dra Siti Sunarti itu kemudian dipublikasikan pada 2008. Belimbing gorontalo dan belimbing papua termasuk jenis baru dari belimbing. Belimbing dari Papua Averrhoa dolicocarpa, sedangkan belimbing gorontalo Averrhoa leucopetal.

Ragam belimbing

Sosok buah belimbing papua lebih ramping dibanding dengan belimbing manis.

Sosok buah belimbing papua lebih ramping dibanding dengan belimbing manis.

Dengan berhasil diidentifikasinya belimbing papua dan gorontalo maka jenis belimbing yang tumbuh dan dapat ditemui di Indonesia empat jenis, yakni A.bilimbi, A.carambola, A.  dolicocarpa dan A. leucopetala. Belimbing papua dan gorontalo belum banyak dikenal masyarakat. Namun, dari segi rasa tidak berbeda jauh dengan belimbing buluh. Sebab itulah dapat dipastikan jika buahnya dapat dimanfaatkan layaknya belimbing buluh.

Baca juga:  Dongkrak Bobot Boerka

Belimbing papua dan belimbing gorontalo pernah dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap rasa sebagai pengganti buah belimbing buluh. Pemanfaatannya itu untuk mengolah masakan ikan air tawar menjadi sup. Buah belimbing papua dan belimbing gorontalo juga dapat diolah menjadi sirop. Karakter buah belimbing papua lebih kesat dibanding dengan belimbing gorontalo.

Bentuk daun belimbing gorontalo serupa dengan belimbing buluh.

Bentuk daun belimbing gorontalo serupa dengan belimbing buluh.

Oleh sebab itu dalam uji coba dipilih belimbing papua diolah sebagai produk makanan dalam bentuk dodol dan bahan baku pembuatan brownis. Upaya penggalian potensi manfaat belimbing papua dan gorontalo masih dalam skala laboratorium. Oleh karena itu masih diperlukan pengujian lebih lanjut untuk memperoleh hasil optimal. Pengujian kandungan nutrisi dan zat mineral lain belimbing papua dan gorontalo sedang dilakukan serta menunggu verifikasi untuk menghasilkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. (Inggit Puji Astuti, Peneliti Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d