Puluhan bakal buah menyembul dari rerimbunan daun tanaman manggis berpostur katai

Puluhan bakal buah menyembul dari rerimbunan daun tanaman manggis berpostur katai

Perbanyakan manggis dengan sambung pucuk dan perawatan tepat melebatkan produksi.

“Mantap!” ujar Dr Ir Mohammad Reza Tirtawinata ketika menyaksikan barisan tanaman manggis berpostur pendek di di Kebun Percobaan Aripan, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika), Solok, Sumatera Barat. Di kebun 3.000 m2 itu tinggi tanaman hanya 0,5—2 m. Lazimnya manggis tumbuh hingga 7—25 m. Reza Tirtawinata semakin kagum melihat bunga dan calon buah menyembul di antara rerimbunan daun.

Bahkan, pada beberapa kerabat asam kandis itu bergelayut buah berkulit merah keunguan dengan posisi nyaris menyentuh tanah. Total jenderal ada 125 Garcinia mangostana katai di sana. Sebagian besar menghasilkan buah berukuran normal dan bercitarasa manis. Namun, ada pula buah-buah berukuran kecil akibat perebutan hara sehingga pasokan makanan tidak merata.

Dr Ir Mohamad Reza Tirtawinata MS (paling kiri) mengunjungi tanaman manggis pendek berbunga lebat

Dr Ir Mohamad Reza Tirtawinata MS (paling kiri) mengunjungi tanaman manggis pendek berbunga lebat

Sambung pucuk
Pertanaman manggis itu hasil eksplorasi Dr Ellina Mansyah bersama tim peneliti manggis Balitbu Tropika ke sejumlah sentra manggis di wilayah Sumatera. Semua tanaman manggis pendek itu berasal dari bibit hasil sambung pucuk pohon induk. Sambung pucuk paling cocok untuk memperbanyak tanaman manggis sebab tingkat keberhasilannya tinggi. Metode vegetatif lain seperti penempelan mata tunas atau okulasi tidak dianjurkan karena peluang hidup mata tempel rendah.

Selama ini penggunaan bibit hasil sambungan masih dalam penelitian atau ditangan kolektor tanaman buah. Di kebun-kebun penduduk, perbanyakan manggis masih kovensional menggunakan biji. Tanaman yang dihasilkan memang persis dengan induk sebab manggis bersifat apomiksis atau proses reproduksi aseksual. Artinya buah terbentuk tidak terjadi melalui proses penyerbukan, melainkan dari jaringan maternal.

Baca juga:  Atasi Aral Kebunkan Si Madu

Itulah sebabnya penyimpangan dari sifat induk tidak banyak. Namun, pekebun perlu bersabar karena tanaman baru berbuah pada umur 7 tahun. Sambung pucuk menjadi pilihan sebab mampu mempersingkat periode remaja sehingga tanaman cepat berbuah. Sayang, pekebun masih enggan menanam manggis dari bibit sambungan. Alasannya, bibit manggis hasil sambung kurang kokoh, bertipe cabang menyamping (horizontal), dan bersosok perdu.

Nyaris terdapat bakal buah di setiap ujung tajuk meskipun tinggi tanaman hanya 50 cm

Nyaris terdapat bakal buah di setiap ujung tajuk meskipun tinggi tanaman hanya 50 cm

Kondisi itu berlawanan dengan buah lain seperti durian, rambutan, dan jeruk. Ketiga buah itu tumbuh tegak, seragam, dan kokoh. Padahal, penggunaan bibit sambungan solusi jitu agar tanaman cepat berbuah sehingga pekebun panen lebih awal. Pengelolaan dan perawatan pohon yang tepat mutlak dilakukan agar tanaman hasil sambung pucuk tumbuh optimal. Persiapan paling utama adalah gunakan bibit bermutu prima.

Manggis merupakan tanaman yang masuk kategori lambat tumbuh. Apalagi bila bibit yang digunakan berasal dari sambungan. Bulu-bulu akar manggis sedikit sehingga kemampuan menyerap nutrisi dari dalam tanah terbatas. Kendala itu bisa diatasi menggunakan teknik batang bawah ganda. Penambahan batang bawah lebih dari satu meningkatkan jumlah perakaran sehingga asupan hara maksimal.

Tanaman manggis dari bibit sambungan dapat dikembangkan sebagai kebun produksi dan agrowisata

Tanaman manggis dari bibit sambungan dapat dikembangkan sebagai kebun produksi dan agrowisata

Perlu naungan
Cara lain pemanfaatan peran cendawan mikoriza. Hasil penelitian menyebutkan pemberian cendawan mikoriza pada bibit manggis menyebabkan pertumbuhan lebih cepat dibanding bibit tanpa perlakuan. Penanaman berjarak rapat 4 m x 4 m atau 5 m x 5 m saat mulai musim hujan agar pasokan hara pada awal pertumbuhan mencukupi.

Gunakan lubang tanam 50 cm x 50 cmx 50 cm di tanah subur; 100 cm x 100 cm x 100 cm, tanah kurang subur.
Biarkan lubang tanam itu terbuka selama 15–20 hari. Selanjutnya isi dengan campuran kompos dan pupuk kandang matang. Berikan naungan terhadap bibit yang baru ditanam. Tanaman manggis muda di lahan terbuka tanpa naungan tumbuh merana. Daun berwarna kuning. Naungan buatan berupa anyaman bambu, daun kelapa, atau jaring, membuat tanaman terlindungi dan tetap segar.

Baca juga:  Laba dari Sela Vanilla

Sebaiknya pertahankan naungan hingga tanaman berumur 2—3 tahun. Pekebun juga dapat memanfaatkan tanaman pepaya atau pisang sebagai naungan alami. Tanaman anggota famili Clusiaceae itu mempunyai respon baik terhadap pemupukan, termasuk penggunaan pupuk buatan dan pupuk organik. Pemberian pupuk organik atau pupuk kandang minimal dua kali setahun. Sementara itu pemberian pupuk buatan berunsur utama nitrogen, fosfor, dan kalium setiap tiga bulan. Dosis 100 gram per tanaman pada tahun pertama.

Petik langsung buah manggis mempunyai nilai jual menjanjikan

Petik langsung buah manggis mempunyai nilai jual menjanjikan

Bila perlu tambahkan hara kalsium dan magnesium. Pada pertumbuhan awal, perhatikan kebutuhan air. Kekurangan air pada periode itu menghambat pertumbuhan dan lambat pulih pada kondisi normal. Ketika tanaman memasuki fase generatif, perhatikan pula kebutuhan utamanya. Manggis termasuk tanaman yang berbuah musiman. Biasanya pada suatu wilayah dengan agroekologi yang sama, periode pembungaannya pun berbarengan.

Berikan pupuk dengan takaran fosfor, kalium, dan unsur mikro lebih tinggi satu bulan sebelum periode pembungaan. Pemberian pupuk berikutnya saat periode perkembangan buah, pascapanen, dan tiga bulan kemudian. Pemberian pupuk pascapanen berguna untuk mengisi ulang energi yang terkuras selama pembuahan, sekaligus mempersiapkan fase vegetatif baru.

Pasokan hara berikutnya yakni pada satu bulan sebelum periode pembungaan agar tanaman memiliki energi cukup untuk berbunga kembali. Dengan perawatan yang tepat, bibit hasil sambung tumbuh memikat. Untuk skala komersial, tanaman manggis sambungan berpeluang dikembangkan di kebun produksi atau agrowisata. Posturnya yang pendek dan sarat buah memiliki daya tarik dan bernilai jual menjanjikan untuk wisata petik buah. Pun, tajuknya yang sempit memberikan keuntungan bagi penggemar buah yang memiliki lahan sempit. (Ir Irwan Muas, peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Solok, Sumatera Barat)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d