Lahir dari Cinta Tak Biasa

Lahir dari Cinta Tak Biasa 1
Drasevieria silangan antara Dracena fragrans dan Sansevieria senagambita

Drasevieria silangan antara Dracena fragrans dan Sansevieria senagambita

Paduan dracaena dan sansevieria hasilkan tanaman memikat dan kompak.

Apa jadinya jika dracaena bertemu sansevieria? Pertemuan mereka melahirkan drasevieria—paduan dracaena dan sansevieria. Di mata Pramote Rojruangsang, pekebun tanaman hias di Pathumtani, Thailand, kecantikan drasevieria itu mirip keanggunan Miss Universe 2009, Stefanía Fernández. Sang putri jelita mewarisi sang ibu berdarah Rusia dan ayah berdarah Spanyol. Drasevieria bersosok gagah rupawan karena mewarisi ibunya Dracaena fragrans dan kegagahan ayahnya Sansevieria senagambita.

Kisah kedua orang tua Stefania yang berbeda bangsa mirip drasevieria yang berbeda genus. Sang ibu, Dracaena fragrans, cantik dengan daun belang yang memikat. Sementara sang ayah, Sansevieria senagambita, gagah karena berdaun tebal, kokoh, dan kompak. Hasilnya, lahirlah drasevieria cantik berdaun tebal, ramping, dan bergelombang. Garis-garis tipis dan tebal berwarna kuning terang hadir di setiap helai daun yang semula hijau. Tajuk daun membentuk seperti air mancur.

Drasevieria silangan antara Dracena fragrans dan Sansevieria aubrytiana

Drasevieria silangan antara Dracena fragrans dan Sansevieria aubrytiana

Persilangan
Di alam perkawinan beda genus sulit terjadi. Tangan dingin Pramote menyatukan 2 genus itu sehingga lahirlah drasevieria. Menurut Tjiew—sapaan akrab Pramote—silangan itu berawal dari mimpinya 8 tahun lalu saat melihat daun dracaena terkulai lemah dan hampir mati. “Saya ingin menghasilkan dracaena berdaun tebal sehingga tahan lama,” katanya.

Bagi Tjiew drasevieria suatu mahakarya. Harap mafhum menyilangkan dracaena dan sansevieria terbilang sulit. Pasalnya, serbuk sari bunga dracaena sangat sedikit dan belum tentu cocok dengan sansevieria. Dari persilangan ratusan bunga, Tjiew hanya berhasil mendapat 2 biji. Padahal, persilangan sesama dracaena mampu menghasilkan 40 biji. Biji hasil persilangan itu pun tak bisa tumbuh keduanya, salah satu mati lantaran sifat albino yang muncul.

Baca juga:  Merah Merona Jeruk Darah

Beruntung, satu biji tersisa mampu bertahan hidup. “Awalnya daun drasevieria yang muncul berwarna hijau tetapi lambat laun berubah variegata,” ujar Tjiew. Itu sesuai dengan pengalaman Gregori Garnadi Hambali, pemulia dracaena di Kota Bogor, Jawa Barat. Menurut Gregori hasil silangan dracaena dan sansevieria sulit ditemukan lantaran keberhasilan menyilangnya rendah. Ia pernah menyilangkan keduanya tetapi gagal mendapatkan biji. “Jarak genetik dracaena dan sansevieria terlalu jauh sehingga keberhasilan persilangan kecil sekali,” ujar Gregori. Jika pun berhasil, Greg menyarankan verifikasi dengan uji asam deoksiribonukleat (DNA) agar yakin turunannya merupakan hasil persilangan.

Motif lurik menghias seluruh daun dracaena hibrid

Motif lurik menghias seluruh daun dracaena hibrid

Idaman
Koleksi Tjiew semakin bervariasi dengan hadirnya 3 pot drasevieria hasil persilangan Khun Seng, rekannya sesama pehobi tanaman hias. Khun Seng menyilangkan Dracena fragrans sebagai induk betina dengan Sansevieria aubrytiana sebagai induk jantan. Induk betina berdaun panjang sedangkan induk jantan berdaun lebar dan tipis. Drasevieria itu tak kalah cantik dengan bentuk daun laksana pedang yang menghujam tanah. Bentuk daun meliuk dengan warna hijau hingga hijau tua.

Dracaena pairoj belang hijau-kuning

Dracaena pairoj belang hijau-kuning

Tak melulu jenis langka, Tjiew juga mengumpulkan dracaena jenis lain seperti Dracaena pairoj. Sosok dracaena hibrida itu berdaun lancet. Pada daun terdapat warna hijau di antara warna kuning. Daun ramping dan menjuntai ke bawah dengan panjang lebih dari 50 cm. Adapula dracaena variegata dengan berbagai pola daun unik. Salah satu hasil mutasi membentuk pola lurik selang-seling antara hijau, kuning, dan putih. Daun panjang dan tipis, memencar ke segala arah mebentuk air mancur.

Variegata lain menampilkan belang hijau-kuning berdampingan. Sosok setinggi 30 cm itu berdaun mengipas dengan susunan daun rapat dan warna belang merata di semua sisi. Modal susunan daun ideal itu dijaga benar oleh Tjiew supaya arah dan ukuran daun tetap serasi. Meskipun sudah banyak mengoleksi dracaena variegata berkualitas, Tjiew tetap menyilangkan sebanyak mungkin untuk menambah koleksinya. (Kartika Restu Susilo/Peliput: Rosy Nur Apriyanti)

Baca juga:  Elok Taman Tillandsia

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x