Sapi jenis friesian holstein salah satu ras sapi perah unggul.

Sapi jenis friesian holstein salah satu ras sapi perah unggul.

Pakan tepat meningkatkan produksi susu hingga 30% sekaligus menekan biaya produksi 20%.

Irwan girang bukan kepalang. Pada awal 2017 pendapatan peternak di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, itu meningkat 20%. Itu berkat penurunan biaya produksi yang signifikan, yakni hanya 40%. Selama ini Irwan yang memelihara tujuh sapi perah produktif itu mengeluarkan biaya produksi hingga 60%. Penurunan biaya produksi itu berkat pemberian pakan hijauan segar.

Peternak sejak 2011 itu kini mengubah jenis dan komposisi pakan. Ia memberikan hijauan rumput gajah king grass, indigofera, dan babadotan. Selain itu ia juga memberikan lamtoro—daun dan polong. Perbandingan antara pakan hijauan dan lamtoro itu 8 : 2. Pemberian pakan 3 kali sehari pada pukul 06.00, 12.00, dan 18.00. Jatah hijauan segar minimal 10% bobot tubuh. Seekor sapi dewasa yang produktif berbobot rata-rata 300 kg.

Artinya ia menyediakan 30 kg pakan untuk seekor sapi atau total 210 kg untuk 7 sapi setiap hari. Sumber pakan dari lahan milik sendiri seluas 1 hektare. Irwan kerap memberikan pakan sampai sapi berhenti karena kenyang. “Lebih baik jika kandungan protein pada hijauan di atas 14%,” kata peternak 40 tahun itu. Pakan tambahan lain berupa konsentrat. Ia memberikan dua kali sehari pada pukul 07.00 dan 16.00 total sebanyak 9,5 kg per ekor.

Pembentukan susu

Dairy Development Program PT Frisian Flag Indonesia, Muhammad Rizki.

Dairy Development Program PT Frisian Flag Indonesia, Muhammad Rizki.

Menurut Irwan konsentrat berguna untuk pembentukan susu. Idealnya pemberian 1 kg konsentrat menghasilkan 2 liter susu. Ayah 4 anak itu mengatakan, ketika asupan konsentrat tidak sesuai dengan hasil maka ada yang salah dengan pakan. “Bisa jadi hijauan kurang, karena ketika hijauan kurang konsentrat yang untuk susu terpakai nutrisinya untuk kebutuhan sapi,” kata Irwan.

Baca juga:  Peduli Peternak Sapi

Ia memperoleh konsentrat pabrikan dari Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU). Harga beli konsentrat rata-rata Rp2.500—Rp3.000 per kg. Jika rata-rata harga susu Rp4.850 per liter, artinya Irwan masih memiliki laba Rp2.350—Rp2.850 per liter susu. Untuk merawat total 16 ekor sapi, Irwan mengeluarkan Rp3.200.000 sebagai biaya produksi per 15 hari.

Adapun produksi mencapai 19 liter susu per ekor per hari selama masa laktasi atau 10 bulan. Dengan tujuh sapi produktif, Irwan memperoleh total 133 liter per hari. Omzetnya hingga Rp645.000 sehari. Semula 60% dari omzet itu atau Rp387.030 untuk biaya pakan. Namun, kini biaya pakan turun menjadi hanya 40% setara Rp154.800. Keruan saja penurunan biaya pakan itu memperbesar laba Irwan hingga 20%.

Hijauan cukup mendukung produksi susu optimal.

Hijauan cukup mendukung produksi susu optimal.

Perubahan itu sejak Irwan mengikuti program pembinaan yang diselanggarakan PT Frisian Flag Indonesia (FFI) pada 2016. Pada kegiatan itu Irwan belajar meramu pakan dan mempraktikkan untuk sapi-sapinya. Selain biaya pakan turun, produksi susu juga meningkat. “Kini rata-rata bisa mencapai 19 liter per ekor per hari, dulu 30% lebih rendah,” kata Irwan.

Bahkan, kualitas susu pun melambung. Menurut Dairy Development Program PT Frisian Flag Indoensia (FFI), Muhammad Rizki, setiap 2 pekan mengecek kualitas susu para peternak. “Kini peternak di KPSBU Lembang dan KPBS Pangalengan 99% memenuhi kualitas susu Standar Nasional Indonesia, baik dari kriteria fisik dan mikrobiologi,” kata pria yang akrab dipanggil Rikrik itu.

Menurut Rizki kriteria mikrobiologi menjadi di bawah 500.000 total bakteri, yakni jauh lebih tinggi dari SNI di bawah 1.000.000 total bakteri. Total solid susu pun meningkat, dari 11 ts menjadi 11,49 ts. Pantas jika harga jual susu pun lebih tinggi, Rp4.850 per liter, sedangkan sebelumnya Rp4.500 per liter.

Baca juga:  Produksi Padi 16 Ton

Nutrisi cukup

Direktur operasional PT. Frisian Flag Indonesia, Jan Wagenaar (keempat dari kanan), bersama Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia, Dedi Setiadi (kelima dari kanan).

Direktur operasional PT. Frisian Flag Indonesia, Jan Wagenaar (keempat dari kanan), bersama Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia, Dedi Setiadi (kelima dari kanan).

Menurut dokter hewan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, drh Ifan Aria Munandar, pakan berperan penting terhadap produksi susu. Kombinasi pakan seimbang berperan terhadap hasil yang optimal. Menurut Munandar dosis hijauan 10% bobot tubuh. Adapun konsentrat 10% hijauan.

Berdasarkan data Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian, konsumsi susu di tanahair meningkat 4,1% pada 2016. Konsumsi susu pada 2020 diprediksi 1,14-juta ton. Peningkatan produksi susu lokal diperkirakan hanya 3%. “Fakta itu mendorong PT Frisian Flag Indonesia untuk mendukung pemerintah dalam upaya penyediaan pasokan susu lewat program pembinaan farmer to farmer,” kata direktur operasional FFI, Jan Wagenaar.

Peternak asal Belanda, Aad Kester, turut membina peternak lokal dalam program farmer to farmer.

Peternak asal Belanda, Aad Kester, turut membina peternak lokal dalam program farmer to farmer.

Selain melakukan pembinaan dan pelatihan, program farmer to farmer juga melakukan pengawasan dan pemantauan intensif. Pada 2017 petani di Lembang dan Pangalengan, Jawa Barat, serta Sidoarjo, Jawa Timur, mengikuti program farmer to farmer. Tiga peternak sapi asal Belanda turut mendampingi untuk saling tukar pengalaman. Program sejak 2013 itu terselenggara melalui kerjasama Friesland Campina dan FFI.

Hingga kini FFI membina total 899 peternak sapi perah lokal dan akan meningkat. Materi pelatihan meliputi strategi pemberian pakan, pemeliharaan pedet atau anak sapi, praktik pemerahan sapi yang higienis, perawatan mesin perah, serta desain kandang yang sesuai dan ramah lingkungan.

Baca juga:  Aral Tak Berpengujung

Menurut peternak asal Belanda yang yang terlibat program farmer to farmer, Aad Kester, peternak tanah air harus memperhatikan ketersedian pakan berkualitas dan strategi pemberiannya, serta kandang yang nyaman agar sapi tumbuh dan hidup nyaman. Jika 2 faktor utama sudah terpenuhi, maka asupan teknologi seperti mesin perah sangat disarankan. “Buat sapi bahagia, lalu kualitas dan hasil susu meningkat, akhirnya petani pun tersenyum menuai hasil yang memuaskan,” kata Kester. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d