Budidaya itama menjanjikan keuntungan berlipat meski dari halaman rumah

Budidaya itama menjanjikan keuntungan berlipat meski dari halaman rumah

Investasi tinggi pada awal usaha, selanjutnya tinggal memetik laba.

Josia Lazuardi mengibaratkan membudidayakan lebah Trigona itama mirip beternak walet. Peternak hanya menyediakan bangunan untuk walet bersarang, lalu tunggu hasilnya hingga sarang berlimpah dan akhirnya menjadi rupiah. Begitu juga beternak itama. Para peternak cukup berinvestasi membeli log berisi koloni itama, tunggu hingga madu terkumpul di dalam sarang.

“Kita tak perlu memberi makan, biar alam yang menyediakan makanan,” kata peternak di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Biaya investasi itama berupa log koloni. Harga sebuah log berisi koloni itama berkisar Rp700.000—Rp1,2-juta. Semakin besar dan jauh jarak asal log, harga lebih mahal karena berhubungan dengan biaya kirim.

Jumlah log sesuaikan dengan lahan yang tersedia. Di kediamannya di Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang Selatan, seluas 100 m2, Hendry Mulia menempatkan 28 log. Hendry meletakkan log di atas pilar beton. Para peternak itama menggunakan sistem topping untuk tempat sarang madu. Bagian atas kotak ditutup plastik mika. Ia menggunakan tutup plastik agar lebih mudah membuka-tutup saat hendak memanen madu.

Untuk menciptakan vegetasi sebagai sumber nektar, Keng Effendy membeli aneka jenis tanaman buah, seperti mangga, sawo, belimbing, putsa, dan lengkeng. Peternak itama di kawasan Jelambar, Jakarta Barat, itu juga membeli aneka tanaman hias seperti palem putri, air mata pengantin Antigonon leptopus, bunga ceguk Quisqualis sp, dan bunga jambu-jambuan Xanthostemon sp. Jika semua pendukung budidaya itama terpenuhi, tunggu rupiah mengalir dari hasil panen madu. (Imam Wiguna)

LABA ITAMA

Asumsi:

  1. Luas lahan budidaya 100 m2.
  2. Lahan yang digunakan adalah halaman rumah sehingga bebas dari biaya sewa.
  3. Jumlah koloni itama 30 log koloni.
  4. Pembelian log ketika awal kemarau yaitu pada Maret agar koloni baru bisa mencari nektar di tempat baru.
  5. Periode panen awal hingga akhir kemarau, yaitu pada Maret—November atau total 9 bulan.
  6. Masa adaptasi sejak kedatangan log hingga panen pertama 2 bulan. Pada tahun pertama masa panen hanya 7 bulan. Pada tahun selanjutnya panen stabil selama 9 bulan.
  7. Pada musim hujan yaitu Desember—Februari tidak panen sama sekali.
  8. Perhitungan analisis usaha dibuat sampai tahun ke-5 setelah pembelian log. Umur produktif log diperhitungkan selama 5 tahun. Setelah itu diganti dengan log baru.
  9. Hasil panen madu dari 30 log rata-rata 12 liter madu per bulan pada periode panen.
  10. Harga jual madu itama Rp1-juta per liter.
Baca juga:  Kecerdasan

544_ 19

Tags: itama, laba itama, lebah itama

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d