Pekebun durian musang king memperoleh laba saat panen ketiga.

Bobot buah durian musang king rata-rata 2 kg.

Bobot buah durian musang king rata-rata 2 kg.

Pekebun durian musang king meraih untung saat panen ketiga. Syaratnya, “Pekebun membudidayakan jenis durian yang tepat,” kata Josia Lazuardi, pekebun di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selain itu pekebun merawat tanaman anggota famili Malvaceae itu secara intensif. “Bukan hanya sekadar menanam, lalu ditinggal, dan datang ketika panen saja. Jika demikian hasil panen tidak optimal,” kata Josia.

Josia memutuskan untuk mengebunkan durian musang king pada 2010. Daging buah raja kunyit—nama varietas resmi musang king di Malaysia—tebal, bertekstur lembut, dan berwarna menarik, yakni kuning. Rasanya juga enak, perpaduan manis dan pahit. Wajar jika harga jual D-197—kode klon musang king—itu tinggi, Rp150.000 per kg.
Di kebun Josia, musang king berbuah perdana pada umur 5 tahun asal bibit okulasi. Produksinya 5—6 buah per pohon. “Sebenarnya buahnya banyak, tetapi saya seleksi. Buah yang bentuknya tidak bagus dan tumbuhnya di ranting saya buang,” katanya.

Penentuan jumlah buah yang dipertahankan juga melihat dari kondisi tanaman. “Masih panen perdana sehingga tidak saya paksakan. Jangan sampai tahun ini produksi tinggi sedangkan tahun depan tidak produksi,” ujar pekebun yang hingga Maret 2016 menanam 172 musang king itu.

Panen perdana pada tahun ke-5

Panen perdana pada tahun ke-5

Menurut Josia pada panen kedua produksinya bisa 20—30 buah per pohon. Produksi terus meningkat seiring bertambahnya umur pohon. Artinya, omzet pekebun musang king pun semakin tinggi. Berdasarkan perhitungan analisis usaha pekebun musang king mendapat untung Rp1,4-miliar per tahun atau Rp118-juta per bulan. (Rosy Nur Apriyanti)

Baca juga:  Rumah Tanam Mini Merebut Hati

Gemerincing Duit Musang King

Asumsi :

  • Luas areal tanam 1 ha
  • Jarak tanam 10 m x 10 m dengan populasi 100 pohon
  • Penyulaman 10%, jadi kebutuhan bibit 110 tanaman
  • Masa produktif tanaman hingga 50 tahun
  • Tanaman yang produksi 90%
  • Kerusakan buah 10%
  • Panen perdana pada umur 5 tahun sebanyak 5 buah/pohon
  • Panen pada umur 6—8 tahun, rata-rata 30 buah/pohon
  • Panen pada umur 9—14 tahun, rata-rata 60 buah/pohon
  • Panen pada umur 15—30 tahun, rata-rata 100 buah/pohon
  • Produksi pohon durian umur 31-50 tahun sama, sekitar 130 buah/pohon
  • Bobot buah rata-rata 2 kg
  • Harga buah Rp150.000/kg
  • Harga pupuk dan pestisida konstan
  • Pemupukan NPK setiap 3 bulan
  • Pupuk kandang diberikan setiap tahun dengan volume sama
  • Volume pupuk NPK seimbang ditingkatkan 10 kali lipat setelah tahun ke-5

1. Break event point (BEP)untuk volume produksi

BEP (P)= total biaya produksi/harga rata-rata
BEP (P)= Rp8.223.612.000/ Rp130.000/kg
Titik balik modal tercapai pada saat total produksi mencapai 63.259 kg atau 63,3 ton

2. Break event point (BEP)untuk harga produksi

BEP (H)= total biaya produksi/volume rata-rata
BEP (H)= Rp8.223.612.000/150.822
Titik balik modal tercapai bila harga jual mencapai Rp54.525 per kg

3. Rasio pendapatan per biaya (rasio R/C)

Rasio R/C= pendapatan kotor/total biaya
Rasio R/C= Rp79.096.500.000/Rp8.223.612.000
Setiap pengeluaran sebesar Rp1,00 akan memperoleh penerimaan Rp9,62

Catatan :
Data diperoleh dari pekebun musang king di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan diolah

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d