Edamame

Edamame

Budidaya edamame tergolong ekonomis meski luas tanam hanya 3.500 m2.

Lahan 1 ha di sebuah vila di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu semula ditanami padi. Namun, sang pemilik selalu merugi. Harap mafhum, pemilik jarang mengontrol lahan lantaran kesibukannya sehingga hasil panen tidak optimal. Kondisi itu mendorong Hidayat untuk mengelola lahan. Setelah memperoleh izin dari pemilik, Hidayat mengolah lahan dan menanam edamame.

Ia memilih komoditas itu karena berumur genjah. “Satu musim tanam hanya 70 hari,” ujarnya. Apalagi pasar siap menampung edamame. Hidayat tidak langsung menanami seluruh lahan dengan edamame. Ia menanam kacang kedelai jepang itu secara bertahap. Pada penanaman pertama luas lahan yang ditanami 3.500 m2. Sepekan kemudian Hidayat kembali menanam edamame seluas 3.500 m2. Untuk lahan 1 ha Hidayat bisa melakukan penanaman hingga 3 kali dengan jangka waktu penanaman 1-2 pekan. “Dengan pola tanam itu saya bisa panen edamame terus-menerus,” katanya.

Hidayat membudidayakan edamame secara intensif. “Nutrisi sangat penting,” ujar pria yang juga lihai menangkarkan pepaya itu. Oleh sebab itu Hidayat memberikan nutrisi lengkap berupa SP-36 dan NPK dengan dosis masing-masing 67 kg dan 100 kg. Ia juga memberikan pupuk daun dan pupuk organik cair.

Untuk perawatan, ia menyiangi saat tanaman berumur 15 hari dan 25 hari setelah tanam. Menurut Hidayat keuntungan budidaya edamame tergolong ekonomis. “Makanya para pemilik lahan di sekitar lahan yang saya tanami edamame tertarik untuk mengikuti jejak saya,” ujarnya. (Imam Wiguna)

Hitung Untung Edamame

Asumsi:
1. Luas lahan budidaya 3.500 m2 dan merupakan lahan sewa.
2. Satu musim tanam 70 hari.
3. Hasil panen edamame dari 1 kg benih menghasilkan 70 kg edamame.
4. Hasil panen berupa kacang edamame utuh, belum dikupas.
5. Harga jual edamame di tingkat pekebun Rp9.000 per kg.
6. Edamame apkir diperkirakan 10% dari total panen.

Baca juga:  Daun Pelawan Untuk Diabetes

545_ 70

Tags: edamame

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d