Muhammad Aminuddin Ghufron memelopori peternakan lele di Bojonegoro, Jawa Timur

Muhammad Aminuddin Ghufron memelopori peternakan lele di Bojonegoro, Jawa Timur

Omzet Muhammad Aminuddin Ghufron Ali Musmar berniaga lele Rp20 juta sebulan. Ia menjadikan desanya sebagai sentra lele.

Langkah agribisnis Muhammad Aminuddun Ghufron Ali Musmar bermula dari 3 kolam semen berukuran masing-masing 3 m x 3 m. Usianya baru 20 tahun ketika ia menebarkan total 10.000 benih lele berukuran 6—7 cm di ketiga kolam itu. Pada awal pertumbuhan peternak di Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, itu memberikan pakan voer. Frekuensi pemberian 2 kali sehari sebanyak 2 kg per kolam.

Panen perdana pada 2015, Ghufron panen sebanyak 700 kg. Harga jual Rp20.000. per kg sehingga omzet total Rp14 juta. Pemeliharaan relatif lama, hingga 4 bulan, karena populasi ikan padat, 10.000 ekor, sehingga terjadi persaingan keras untuk mendapat pakan. Meski demikian mahasiswa semester 8 Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga, itu tetap untung karena biaya produksi Rp12 juta.

Permintaan besar

Lele dapat diusahakan di kolam kecil.

Lele dapat diusahakan di kolam kecil.

Ghufron penasaran ingin mengetahui penyebab ikannya lambat tumbuh. Sejak itu Ghufron kemudian menyeleksi berdasarkan ukuran ikan sekaligus menjarangkan isi kolam. Ia memindahkan lele yang lebih kecil ke kolam lain. Namun, karena keterbatasan kolam, masa pemeliharaan lele tetap lama. Meski begitu ia dapat memanen 560—600 kg lele setiap bulan. Ukuran lele rata-rata berbobot 80 gram per ekor atau sekilogram terdiri atas 12 ekor.

Harga jual lele di Bojonegoro saat ini Rp12.000 per kg. Namun, pemuda kelahiran 1995 itu menjual lele secara eceran di halaman rumah dengan harga Rp20.000 per kg. Selain itu, ia membeli lele produksi mitranya lalu menjual ke produsen lele asap. Pada September 2017 ia membeli 2,5 ton atau 100 kg per hari seharga Rp15.000. kemudian menjual Rp16.000 per kg. Namun, kini ia sulit mengangkut lantaran harus mengantar ikan itu sendiri ke pabrik.

Usaha budidaya lele mudah dijalankan, termasuk oleh perempuan.

Usaha budidaya lele mudah dijalankan, termasuk oleh perempuan.

Sumber pendapatan lain Ghufron berasal dari segmen pembibitan. Ia mendatangkan 12 induk jantan dan 26 indukan betina jenis sangkuriang dari Pare, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Induk jantan itu berumur 1,5 tahun berbobot 1 kg dan langsing. Adapun induk betina 1—1,5 tahun atau lebih. Indukan-indukan lele itu hidup di kolam berukuran 150 cm x 150 cm terdiri atas 38 induk.

Baca juga:  Cek Domba Sehat

Anak muda itu kemudian memindahkan pasangan yang sejodoh ke kolam pemijahan yang dilengkapi kakaban atau ijuk yang dijepit dengan bambu dibelah dua memanjang untuk melindungi telur-telur ikan. Setelah memijah, ia mengembalikan induk ke kolam asal. Ghufron membiarkan telur sampai menetas. Di kolam pemijahan itu, ia memelihara burayak sampai berumur 5 hari atau sampai kuning telur habis.

Selanjutnya ia memindahkan ikan ke kolam pendederan 1 dengan padat tebar 20—30 ekor per liter air. Pemeliharaan burayak di kolam itu selama 14—21 hari. Setelah itu burayak berpindah ke pendederan di kolam dengan kepadatan 200—300 ekor per m². Setelah 5 hari, lele diberi pakan buatan 4 kali per hari. Anakan dipelihara selama 14—21 hari atau berukuran 3–5 cm. Pemeliharaan selanjutnya di kolam pendederan 2 (ukuran 6—7cm).

Muhammad Aminuddin Ghufron Ali Musmar, peternak lele di  Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Muhammad Aminuddin Ghufron Ali Musmar, peternak lele di Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Dari 38 ekor induk itu, setiap bulan Ghufron menghasilkan 60.000 ekor bibit berukuran 6—7 cm. Ia menjualnya ke mitra peternak binaannya. Menurut Ghufron harga seekor bibit mencapai Rp200. Artinya dari peniagaan bibit lele, Ghufron meraih pendapatan Rp12 juta. Sebetulnya kemampuan produksinya bisa lebih besar. Sayangnya, kemampuan mitra untuk menyerap masih terbatas karena ketiadaan modal untuk penambahan kapasitas produksi.

Apalagi permintaan bibit dipengaruhi oleh musim. Pada September, saat kemarau, produksi bibit bahkan anjlok hanya 15.000—20.000 ekor. Cuaca pada siang hari sangat panas dan pada malam hari dingin membuat ikan sulit memijah karena kedua induk sulit beradaptasi. Sebaliknya pada musim hujan, suhu malam relatif tidak terlalu dingin sehingga ikan gampang memijah.

Kemitraan
Desa Cengkir semula memang bukan sentra lele. Namun, sejak Ghufron sukses membudidayakan lele, warga desa itu mengikuti jejaknya. Ghufron merupakan perintis budidaya ikan anggota famili Clariidae itu di Desa Cengkir. “Saya ingin memberi manfaat bagi desa saya,” kata Ghufron yang juga ketua Yayasan Bina Mulia, yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan pembinaan anak yatim di Bojonegoro.

Sukses Ghufron beternak lele di halaman membuka wawasan warga desa, bahwa budidaya lele ternyata bisa di halaman dan menguntungkan. Itulah sebabnya banyak warga yang mengikuti jejak Ghufron. Kini di desa itu terdapat 20 peternak lele. Ada yang menebar 2.000—5.000 bibit di kolam terpal. Bahkan seorang binaannya menebar 12.000 bibit. Beberapa anak muda yang sebelumnya menganggur dan sering nongkrong juga tertarik beternak ikan.

Budidaya lele di kolam terpal marak dilakukan di Bojonegoro

Budidaya lele di kolam terpal marak dilakukan di Bojonegoro

Bahkan 10 warga desa lain yang masih berada di Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro, juga tergerak untuk membudidayakan lele. Ke-10 orang di luar desa menjadi peternak binaan. Ghufron memang menjalin kemitraan dengan para peternak. Ia memberikan bibit dan penyuluhan budidaya. Para ternak akan membayar bibit setelah panen. Haryoko di Desa Cengkir, misalnya, membesarkan 5.000 ekor bibit lele.

Baca juga:  Gonjang Ganjing Bawang Merah

Dalam dua bulan, Haryoko bisa memanen 500 kg yang terjual Rp14.000 per kg, Haryoko menerima Rp7 juta. Ketika itulah ia pun membayar pinjaman bibit Rp750.000 ke UD Mina Sejahtera yang didirikan oleh Ghufron. Laba bersih Haryoko Rp3 juta per 2 bulan. “Hasil panen lelenya dapat menambah uang dapur,” kata Haryoko berseri-seri. Karena komitmen itu, setiap ada peternak binaan yang siap panen, Ghufron mengantarkan penampung ke peternak itu.

Peternak dan penampung pun bertransaksi langsung tanpa melewati Ghufron atau Mina Sejahtera. Harga jual borongan dari peternak Rp14.000 per kg. Sayangnya produksi peternak jarang mencapai 1 ton. Itulah sebabnya Ghufron menggenapkannya. Bila Ghufron yang membeli hasil panen mitra harganya Rp15.000 per kg. Itu Rp1.000 lebih mahal daripada harga pembelian oleh pengepul.

Muhammad Aminuddin Ghufron Ali Musmar, Bojonegoro, 24 April 1995  (22 tahun)

Muhammad Aminuddin Ghufron Ali Musmar, Bojonegoro, 24 April 1995 (22 tahun)

Ghufron membeli ikan peternak binaan ketika volume panen tak mencukupi permintaan. Ia lalu menjual eceran ikan itu dengan Rp20.000 per kg. Harga itu lebih murah daripada harga lele di pasaran yang mencapai Rp22.000—Rp27.000 per kg. Dengan cara itu peternak pun tetap memperoleh untung. Menurut Ghufron para pengepul lebih menyukai lele produksi Desa Cengkir karena lebih segar, lebih berkualitas, tanpa bau lumpur, dan enak.

Lele sangkuriang dipilih karena lebih bandel pertumbuhannya.

Lele sangkuriang dipilih karena lebih bandel pertumbuhannya.

Itulah sebabnya harga jual lele di Bojonegoro lebih mahal daripada harga peternak di Kabupaten Blitar. Oleh karena itu, mereka lebih mudah memasarkan lele. Apalagi Ghufron membantu penuh pemasaran peternak binaannya. Bila tidak panen peternak binaannya, ia membantu menghubungkan dengan pedagang penampung. Anak pertama dari 3 bersaudara itu menjalin relasi dengan para pengepul.

Ghufron mendukung budidaya lele dengan menyediakan bibit.

Ghufron mendukung budidaya lele dengan menyediakan bibit.

Untuk menjalankan usahanya Ghufron bolak-balik Surabaya—Bojonegoro. Harap mafhum, hingga kini Ghufron masih tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Airlangga. Oleh karena itu, ketika ia berada di Surabaya maka urusan budidaya ditangani oleh ayahnya, Martono. (Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d