Laba Berlipat Sidat 1
Pembesaran sidat ukuran konsumsi menjanjikan keuntungan berlipat

Pembesaran sidat ukuran konsumsi menjanjikan keuntungan berlipat

Peternak pemula sebaiknya memilih pembesaran sidat dari ukuran fingerling hingga ukuran konsumsi.

Bagus Suro Taruno lebih memilih membesarkan sidat ukuran glass eel atau sidat berbobot 0,16 g per ekor. Maklum, ia tidak memiliki lahan luas. Pembesaran glass eel dapat dilakukan di akuarium berukuran 100 cm x 40 cm x 40 cm sehingga tidak menyita banyak tempat. Setiap akuarium berisi 1 kg glass eel atau sekitar 6.000 ekor. Bagus berharap dalam 4 bulan ke depan glass eel mencapai bobot 5 g per ekor atau disebut elver. Pada ukuran itu ia bisa menjualnya dengan harga Rp600.000 per kg.

Sayang, pembesaran glass eel ternyata sulit. “Tingkat kematiannya tinggi sekali,” ujar Bagus. Dari 1 kg glass eel, kini hanya tersisa sekitar 25%. Menurut Deni Firmansyah dari PT Laju Banyu Semesta, perusahaan peternakan sidat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pembesaran glass eel memang berisiko tinggi.

Oleh sebab itu Deni menyarankan para pemula yang tertarik membudidayakan sidat sebaiknya terjun di segmen pembesaran dari ukuran 30—50 g per ekor atau fingerling hingga berukuran siap konsumsi, yaitu berbobot 300 g per ekor. “Pada ukuran itu sidat lebih tahan banting sehingga tingkat kematiannya relatif rendah, hanya 10%,” ujar Deni. Namun, waktu budidaya lebih lama, yakni mencapai 8 bulan. Meski demikian, keuntungan dari kedua segmen itu tergolong menggiurkan. (Imam Wiguna)

Analisis Usaha Pembesaran Sidat dari Glass Eel Menjadi Elver

Asumsi

  • Periode usaha dihitung selama setahun.
  • Jenis bibit berupa glass eel berbobot 0,6 g/ekor atau 6.000 ekor/kg.
  •  Tempat budidaya yang digunakan adalah akuarium berukuran 100 cm x 50 cm x 40 cm.
  • Jumlah akuarium yang diperlukan sebanyak 100 akuarium.
  • Kebutuhan bibit untuk satu siklus produksi 5 kg glass eel.
  • Lama pemeliharaan 4 bulan. Dalam satu tahun 3 siklus produksi.
  • Tingkat kematian 30%
  • Untuk pakan cacing darah nilai food convertion ratio (FCR) = 6, artinya untuk menghasilkan 1 kg sidat perlu 6 kg pakan
  • Untuk pakan pasta nilai food convertion ratio (FCR) = 2, artinya untuk menghasilkan 1 kg sidat perlu 2 kg pakan
  • Sidat siap panen pada ukuran 5 g per ekor
Baca juga:  Satu Bonggol 15 Bibit

COVER 1.pdf

COVER 1.pdf

Analisis Usaha Pembesaran Sidat dari Fingerling Menjadi Ukuran Konsumsi

Asumsi

  • Periode usaha dihitung selama setahun.
  •  Jenis bibit berupa sidat berukuran 30–50 g/ekor atau 25 ekor/kg.
  •  Tempat budidaya yang digunakan adalah kolam air deras berukuran 2 m x 4 m dengan debit air 1 liter/detik.
  • Jumlah kolam yang diperlukan sebanyak 10 kolam.
  • Kebutuhan bibit untuk satu siklus produksi 400 kg atau 10.000 ekor.
  • Lama pemeliharaan 8 bulan. Dalam satu tahun hanya satu siklus produksi.
  • Tingkat kematian 10%.
  • Food convertion ratio (FCR) = 2, artinya untuk menghasilkan 1 kg sidat perlu 2 kg pakan.
  • Sidat siap panen pada ukuran 300 g per ekor.

COVER 1.pdf

Tags: analisa usaha sidat, laba sidat, pakan sidat

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments