Para pehobi meminati kuping gajah varian baru. Dorayaki, salah satu varian kuping gajah berharga premium.

Tanaman hias kuping gajah dorayaki koleksi Aripin Saputra itu baru berdaun 5 lembar. Ukuran daunnya pun tergolong mungil. Diameter daun sekitar 10—15 cm. Namun, mendengar harga jual tanaman bergenus Anthurium itu membuat mata terbelalak.

“Harga sepot tanaman itu bisa mencapai Rp5 juta—Rp6 juta,” ujar pekebun tanaman hias di Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu.

Itu berarti, setiap daun bernilai Rp1 juta. Harga jual itu mirip aglaonema saat puncak tren pada 2005—2006. Aripin menyebut kuping gajah itu dorayaki—merujuk pada makanan tradisional Jepang berbentuk bundar sedikit tembam yang terbuat dari dua lembar penekuk yang direkatkan selai kacang merah.

Ciri khas kuping gajah dorayaki itu memang berdaun bundar dan bagian tepinya menekuk sehingga berbentuk seperti mangkuk.

Harga kuping gajah dorayaki fantastis

Menurut Aripin keunggulan lain dorayaki adalah daunnya berbatang pendek sehingga susunan daun tampak roset. Coraknya pun tampak memikat dengan guratan-guratan tulang daun berwarna perak berbentuk simetris. Keistimewaan lain tekstur daunnya yang tebal sehingga tampak kokoh.

“Penampilan itulah yang membuat para pehobi tanaman hias banyak yang memburu dorayaki sehingga harganya semakin mahal,” tutur pria 21 tahun itu.

Menurut pekebun tanaman hias di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Febriadi Rahmatullah, dorayaki kini menjadi varian kuping gajah paling populer. Bahkan, tak hanya pehobi tanah air yang menggandrungi dorayaki. Pada pameran tanaman hias di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Agustus 2018, para pemain tanaman hias asal Thailand memborong dorayaki.

Menurut Aripin kuping gajah lain yang berharga premium adalah jenis domino. “Harga tanaman dewasa bisa mencapai Rp4 juta per pot,” kata pria kelahiran Bogor itu. Ciri khas domino dapat dilihat daunnya yang berbentuk hati, tapi cenderung bundar.

Baca juga:  Rekomendasi Tanaman Untuk Mempercantik Aquascape Anda
Aripin Saputra lebih fokus mengembangkan kuping gajah
Aripin Saputra lebih fokus mengembangkan kuping gajah

Karakter pertumbuhan domino mirip dorayaki, berbatang pendek dan susunan daun cenderung roset sehingga penampilannya tak kalah cantik dengan dorayaki. Jenis kuping gajah MBR juga tak kalah premium.

MBR singkatan dari Mang Barna, nama penyilang kuping gajah asal Ciapus, Kabupaten Bogor. Pedagang membanderol Rp3 juta–Rp4 juta per tanaman yang tumbuh prima.

Para pehobi menyukai MBR lantaran karakter daunnya mirip domino, yaitu berbentuk hati dan cenderung bundar. Perbedaannya, dari pangkal daun MBR tampak begelombang. Ciri khas lain tulang daunnya yang tampak lebih menonjol sehingga tanaman tampak lebih kekar.

Bangkit kembali

Febriadi Rahmatullah dengan kuping gajah hibrida lokal yang belum bernama
Febriadi Rahmatullah dengan kuping gajah hibrida lokal yang belum bernama

Kuping gajah lain yang tak kalah menawan adalah jenis silver karena warna tulang daun keperakan. Ada juga varian silver dengan sebutan silver full.

Aripin menyebutnya demikian karena warna keperakan pada tulang daun lebih lebar daripada silver biasa sehingga tampak mendominasi warna daun menjadi perak.Menurut petani tanaman hias di Ciapus, Uja, kuping gajah sejatinya bukan tanaman hias baru.

Jenis kuping gajah pun kini makin bervariasi. Beberapa pekebun ada juga yang mencoba mengawinsilangkan kuping gajah dengan varian lain atau dengan anthurium spesies berbeda. Itulah sebabnya masih banyak varian yang belum bernama.

Salah satunya kuping gajah hibrida koleksi Abot—nama panggilan Febriadi Rahmatullah. Tanaman kerabat aglaonema itu bercorak tulang daun yang sangat tegas sehingga tampak atraktif.

Kuping gajah domino
Kuping gajah domino, salah satu jenis yang berharga premium

Aripin menuturkan, baru pada 2017 popularitas kuping gajah mulai menanjak. Salah satu pemicunya adalah ketertarikan para pehobi tanaman hias mancanegara yang tergabung dalam grup penggemar anthurium internasional pada kuping gajah. (Imam Wiguna)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d