Kunyit Setia 1
Eka Budianta

Eka Budianta

“Mohon izin mengirim kunyit abadi, untuk sahabat kami di sisi-Mu.” Begitu petikan puisi yang dibacakan pada peresmian Sentra Jamu Indonesia, awal Agustus 2016. Sungguh menyedihkan. Mengapa sampai ingin mengirim kunyit ke surga? Colin Wild dikenal luas sebagai penulis antologi sejarah Gelora Api Revolusi. Sebelum meninggal di rumah tuanya di Inggris selatan, ia minta dikirimi ekstrak kunyit dari Pulau Jawa.

Sayangnya kurang cepat bertindak. Padahal berbagai produk kunyit sudah dikemas secara modern dan dapat dibawa ke mana saja dengan mudah. Ada kunyit putih, kunyit madu, kunyit asam, sari kunyit, dan seterusnya. Khasiatnya juga bermacam-macam. Dari mengobati tukak lambung, menghilangkan nyeri waktu datang bulan, sampai menangkal kanker usus. Berbagai penelitian dikembangkan luas untuk kunyit.

Tata niaga
Kunyit atau kunir Cucurma longa, berasal dari bahasa Arab yang disebut juga saffron. Inggrisnya turmeric, atau curcumin. Rantai bisnis kunyit pun mudah dipahami. Di tangan petani, harga satu kg rimpang kunyit basah Rp1.500. Kalau dikeringkan harga setiap 1 kg Rp25.000. Harga ekspornya US$2,5. Kalau dijadikan ekstrak harganya Rp60.000 per 100 gram. Itulah yang banyak tersedia di toko-toko jamu dalam berbagai merek dan kemasan.

Sudah lebih dari 3.000 tahun kunyit dimanfaatkan untuk pewarna dan obat-obatan. Kunyit disakralkan karena warnanya sama dengan matahari, yaitu kuning kemerahan. Itu juga warna cakra yang sangat suci. Di Tapanuli, Sumatera Utara, ada legenda bahwa kunyit adalah emas yang sengaja ditanam dalam tanah agar tidak diperebutkan oleh para ahli waris. Di Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ada satu keluarga hidup sejahtera berkat kunyit.

“Setelah perang kemerdekaan, uang kami hanya cukup untuk membeli sekarung kunyit di pasar,” kata ibunya. Setiap 10 kg kunyit basah dijemur menjadi 1 kg dan dijadikan tepung kunyit yang harganya jauh lebih bagus. Maka, sambil melestarikan resep leluhur, ekonomi diperbaiki dan tanaman obat dimuliakan. Ketika saya kunjungi, usaha serbakunyit itu telah mempekerjakan sejumlah karyawan.

Khasiatnya pun meningkat dengan teknologi pengolahan yang higienis. Dengan cermat ekstrak kunyit dikemas dalam amplop-amplop kecil, diberi merek yang bagus dan petunjuk bagaimana menyeduhnya. Manfaat kunyit memperbaiki pencernakan, membuat anak suka makan dan cepat besar. Pengolahan puyer kunyit rupanya sudah lama menjadi kebiasaan. Jurnalis mencatat sejak 1890-an perdagangan tepung kunyit di Kepulauan Mikronesia.

Ritual ibadah
Satu abad kemudian, bisnis dan pengolahan kunyit di seluruh penjuru Pasifik pun berkembang. Sejak 1990-an industri besar seperti Jamu Jago dan Air Mancur paling sedikit memerlukan 20 ton kunyit setiap bulan. Demikian juga Sido Muncul yang membuka Sentra Jamu Indonesia di Jakarta Barat itu. Sebetulnya berapa banyak konsumsi kunyit dunia? Perhitungan yang paling moderat mencatat angka minimal 12.000 ton setiap tahun.

Baca juga:  Pasar Lemon Lebih Luas

India saja memerlukan lebih dari 7.000 ton per tahun. Meskipun kebun kunyitnya luas, masih diperlukan impor dari Indonesia. Sedihnya, kalau hujan turun terus, para petani kunyit di Jawa Tengah kesulitan mengeringkan hasil panen. Padahal, pasar ekspornya terbentang dari Jepang sampai Eropa. Belanda termasuk konsumen kunyit yang besar. Berapa jenis keju, yoghurt dan dressing salad ternyata memerlukan pewarna dari kurkurmin.

Ada yang menganggap kunyit sebagai antitoksik, penangkal racun alamiah. Sebagian mengunyah kunyit sebagai penangkal berbagai penyakit kalau datang ke daerah tropis. Itulah yang mendorong munculnya permen sari kunyit sampai sekarang. Keruan saja faedah kunyit amat luas. Kunyit diperlukan oleh berbagai bangsa dari Asia timur, tenggara, selatan, sampai barat, dan Afrika Selatan.

Di sana kunyit diperlukan untuk pewarna nasi. Banyak makanan Persia menggunakan kunyit sebagai penyedap. Namun, fungsi utama kunyit pada awalnya adalah sebagai zat pewarna dan pelengkap upacara agama. Masyarakat Bengali di Punjab, menggunakan kunyit untuk mewarnai pengantin. Kunyit dipercaya dapat membersihkan dan melembutkan kulit. Setiap anggota keluarga diwajibkan mengoleskan kunyit ke tubuh pengantin.

Upacaranya bisa dilakukan masing-masing keluarga pengantin pria dan pengantin wanita. Namun, dapat pula serentak oleh kedua belah pihak. Pengantin juga diberi kalung rangkaian kunyit yang dikeringkan. Bagi warga Tamilnadu dan Andhrapradesh, kalung thali dari kunyit kering nilainya sama dengan cincin kawin. Dalam agama Hindu, kunyit dipakai sebagai instrumen ibadah. Warnanya mengisyaratkan kesucian Dewa Matahari.

Menurut kepercayaan Tamil, warna kunyit mengarah pada pusat energi. Oleh karena itu dinyatakan sebagai perlambang cakra yang suci. Dalam agama Budha, kunyit adalah sarana untuk mewarnai jubah para biksu. Di Bangladesh dan India, sejak awal kunyit memang alat untuk mewarnai tekstil. Baru pada abad pertama Masehi tertulis fungsi kunyit untuk pengawet makanan dan menetralisir alkohol.

Kanker usus

Tanaman kunyit multiguna, untuk kesehatan kuliner upacara keagamaan.

Tanaman kunyit multiguna, untuk kesehatan kuliner upacara keagamaan.

Setiap suku-bangsa di Indonesia mempunyai hubungan erat dengan kunyit. Sumatera Barat menyukai kunyit untuk membuat satai padang dan rendang tampil bercahaya. Dalam dunia kuliner, kunyit sangat penting bagi masakan Kamboja, Vietnam, dan Thailand. Pada masa lalu, di Jerman, pernah ada Curcumapapier–kertas kunyit yang berfungsi untuk mengukur tingkat basa dan keasaman.

Baca juga:  Rival Baru Kanker Paru

Kertas kurkuma adalah indikator kimiawi untuk melihat asiditas dan alkalinitas. Pada solusi netral ia berwarna kuning, tapi berubah merah kecokelatan bila alkalin tinggi dengan pH antara 7,4—9,2. Sekarang kertas kurkuma sudah diganti denga lembaran lakmus. Studi lebih lanjut mengarah pada peranan kunyit dalam mencegah alzheimer dan diabetes mellitus. Harapan terbesar muncul dengan tampilnya kunyitputih sebagai antipiretik–obat penurun panas.

Lebih dari itu kunyit putih dipercaya mengatasi radang saluran napas dan berfungsi sebagai obat luar seperti menyembuhkan bisul, bengkak, dan memar. Mengonsumsi kunyit dapat menurunkan bobot badan, menguatkan syahwat, dan vitalitas hidup. Namun, yang paling sederhana adalah mitos penggemar kari bumbu kunyit dijamin tidak cepat menjadi pelupa. Khasiat mencegah kepikunan memicu penelitian intervensi kunyit terhadap alzheimer.

Kurkurmin membatasi timbunan protein yang destruktif ke otak. Uniknya, meskipun penelitian dan teknologi untuk memanfaatkan kunyit semakin canggih, mitosnya tidak pernah hilang. Di kalangan warga desa masih ada kebiasaan mengusapkan kunyit di balik telinga anak-anak balita. Itu adalah tolak bala ketika ada keluarga yang meninggal. Mengapa? Penjelasannya terletak pada fungsi kunyit sebagai penangkal bakteri.

Kemampuan menangkal efek bakteri ini sekaligus menjelaskan bagaimana kurkurmin menghambat ploriferasi sel-sel tumor pada usus besar. Singkatnya, kunyit putih diharapkan dapat mengatasi kanker kolon. Kepastiannya masih memerlukan penelitian antara 10—15 tahun lagi.

Namun, informasi penting itu sudah memicu Colin Wild, pensiunan Direktur Siaran Indonesia Radio BBC London, untuk minta dikirimi kunyit putih dari Jakarta.

Sayang sekali tindakan balasannya kurang cepat. Kanker usus merenggut sahabat bangsa Indonesia itu. Jasanya akan dikenang sebagai pencinta jamu dan pemakai kain sarung. Setiap kali datang ke Indonesia dia selalu memilih tinggal di desa. Sekarang sari kunyit dapat diseduh di tempat, dan diekspor ke lima benua. Sudah semestinya perkebunan, pengolahan, dan perniagaan kunyit didukung penelitian dan sarana yang memadai.

Selama ini, kunyit dibudidayakan sebagai tanaman tumpang sari. Padahal, semestinya bisa jadi tanaman hias yang patut ditanam di setiap rumah tangga. Sentra-sentra kunyit juga perlu dukungan dan perhatian. Seperti laiknya di India dan Nepal, perkebunan kunyit dikelola besar-besaran. Sudah saatnya kita mengantisipasi meningkatnya konsumsi kunyit di seluruh penjuru dunia. ***

*) Budayawan, kolumnis Trubus sejak 2001, aktifis Tirto Utomo Foundation dan kebun organik, Jababeka, Cikarang.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *