Kuntum Supermahal 1
Bunga cempaka merah, termahal di dunia

Bunga cempaka merah, termahal di dunia

Cempaka merah langka dan sulit diperbanyak. Harga sekuntum Rp2,5-juta.

Cempaka itu bersosok bongsor dengan tinggi sekitar 2 m. Koleksi Nanang Suryana itu berumur 6 tahun dan sangat jarang berbunga. Yang istimewa, bunga tanaman anggota famili Magnoliaceae itu berwarna merah, lazimnya cempaka berbunga putih. Bunga berwarna merah atau merah muda itu muncul di ujung cabang atau ranting. Ukuran bunga memang mungil, 5—7 cm. Namun, petal-petalnya tersusun ganda sehingga mirip lotus merah.

Aroma bunga harum dan tajam. Sayang, para pehobi tak bisa terlalu lama menyaksikan keindahan bunga. “Proses mekar sempurna hanya berlangsung selama 2 jam, setelah itu layu,” ungkap karyawan Kebun Raya Cibodas itu. Setelah layu, tampilan bunga mirip dengan cempaka-cempaka yang lain. Selain itu perlahan keharumannya pun berkurang.

Pohon cempaka merah, penampilannya tidak terlalu menarik tapi harganya mencapai puluhan juta rupiah

Pohon cempaka merah, penampilannya tidak terlalu menarik tapi harganya mencapai puluhan juta rupiah

Harga selangit

Meski sosok bunga tidak seindah tanaman hias lain, tetapi banyak orang mencari cempaka merah. Yang mengagetkan, harga bunga cempaka merah selangit. Iir Rahdiana, petani bunga di Cibodas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, menjual sekuntum bunga Rp2,5-juta dan Rp5-juta per 3 kuntum. Iir Rahdiana menjual kepada seseorang calon pejabat di Jawa Timur.

Setelah setuju dengan nilai jual beli sebesar Rp5-juta plus biaya transportasi, Made—panggilan akrab Iir Rahdiana, mengantar 3 kuntum cempaka merah itu ke Surabaya menggunakan pesawat terbang. Setelah bunga diterima pemesan, Made pun kembali ke Cibodas. Sayang ia merahasiakan nama pemesan sehingga Trubus tidak bisa mengecek. Made juga pernah menjual sekuntum cempaka merah Rp2,5-juta saat bunga langka. Nanang Suryana pun mengaku pernah menjual Rp1-juta per kuntum. Dari pengamatan Trubus, harga 1 kuntum bunga cempaka merah itu memang amat tinggi.

Baca juga:  Avokad Baru Tanpa Biji

Menurut peneliti di Kebun Raya Cibodas LIPI, Andes Rozak, harga bunganya tinggi mungkin karena saat dibutuhkan, tanaman sedang tidak berbunga. Apalagi pemilik pohon amat sedikit. Selain bunga, harga jual pohon juga tinggi. Made menjual pohon setinggi 2 m mencapai Rp35-juta. Nanang Suryana menuturkan, seorang konsumen membeli 3 dari 4 tanamannya setinggi 150 cm hasil perbanyakan generatif, masing-masing Rp13-juta.

Kepala register Kebun Raya Cibodas itu sebenarnya ragu dengan warna bunga bibit itu kelak jika dewasa. Sebab, bibit itu hasil perbanyakan dari biji dan Nanang tidak mengetahui tanaman induk cempaka yang menghasilkan bijinya. Namun, calon pembeli itu yakin bila koleksi Nanang itu berbunga merah. Pembeli itu pun membawa pulang bibit dengan harga belasan juta rupiah. Cempaka merah memang bukan bunga biasa. Banyak orang menyertakan bunga cempaka merah dalam ritual doa.

Cempaka putih harganya kurang dari Rp10.000/kuntum

Cempaka putih harganya kurang dari Rp10.000/kuntum

Menurut Heryati, bukan nama sebenarnya yang berprofesi sebagai guru spiritual di Depok, Jawa Barat, cempaka merah bermanfaat sebagai sesaji agar Tuhan mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan. Doa mereka misalnya, cepat naik jabatan, enteng jodoh, dan mengobati penyakit yang sulit disembuhkan.

Langka?

Menurut Nanang Suryana, tingginya harga cempaka merah lantaran keberadaanya sangat langka. Kelangkaan itu karena sulit memperbanyak tanaman. Pada 2007, ayah 3 anak itu membeli 20 biji seharga Rp500.000. Dari jumlah itu, hanya 4 semaian yang tumbuh, itu pun setelah 5 bulan baru berkecambah. Dari 4 bibit yang tumbuh, Ia pernah membuat 5 cangkokan, tetapi hanya satu yang berhasil. Diperbanyak dengan setek pun sama sulitnya. Ia membuat 10 setek batang, hanya 1 yang berhasil tumbuh. Padahal, sarjana pertanian itu tergolong menguasai cara perbanyakan tanaman dengan mencangkok, okulasi, dan setek.

Buah cempaka merah umumnya gagal hasilkan biji karena tidak ada serangga penyerbuk

Buah cempaka merah umumnya gagal hasilkan biji karena tidak ada serangga penyerbuk

Perbanyakan secara generatif lebih lambat lagi karena buah gagal menghasilkan biji. Dari 1 kuntum bunga yang berhasil menjadi buah dan menghasilkan belasan kantong buah, tidak satu pun yang berisi biji. Semuanya kosong sehingga tidak bisa menghasilkan individu baru. Bahkan tanaman yang sudah tumbuh pun bisa layu mendadak seperti pengalaman Nanang pada 1,5 tahun silam. Ia beruntung karena cabang paling bawah masih hidup sehingga koleksi satu-satunya terselamatkan. Rekan-rekan sekantor Nanang yang memelihara cempaka merah juga acap mendapati tanaman mati mendadak.

Baca juga:  Strategi Jempol

Menurut Andes Rozak cempaka berbunga merah alias magnolia sebenarnya tidak langka. Di mancanegara seperti Jepang dan Belanda, banyak tumbuh magnolia berbunga merah terutama Magnolia liliflora, yang disebutnya M. lillifera. Cempaka merah di Indonesia sulit menghasilkan biji diduga karena tidak ada polinator atau penyerbuk saat putik matang. Apalagi waktu mekar bunga sangat singkat, hanya 2 jam. Menurut Nanang, proses pembentukan bunga berlangsung 6 hari, tetapi, “Proses mekar hanya berlangsung 2 jam, mulai pukul 19.00 dan layu pada pukul 21.00.”

Waktu singkat serta berlangsung pada malam hari itulah yang membuat peluang bunga menghasilkan biji sangat tipis kecuali dibantu. Semua situasi itulah yang menambah langkanya cempaka merah. Di mancanegara, seperti Jepang, banyak serangga polinasi yang siap membantu penyerbukan. Sementara di Indonesia, polinator itu mungkin tidak ada. Meski magnolia disebutkan asli dari Sichuan dan Yunnan, Cina, tetapi sebenarnya di tanahair ada bunga magnolia asli Indonesia yang bunganya putih. Ia tumbuh di hutan di Jawa dan Sumatera. Mungkin karena warnanya dianggap biasa sehingga magnolia itu tidak berkembang di masyarakat.   (Syah Angkasa).

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *