Tin negronne bersosok mungil dan sarat buah terjual dengan harga Rp750.000.

Tin negronne bersosok mungil dan sarat buah terjual dengan harga Rp750.000.

Varietas dan media tanam tepat kunci sukses agar ara berbuah.

Tinggi batang tin itu cuma sejengkal tangan. Di batang sependek itu tujuh buah tin menggelayut. Empat buah muda berwarna hijau dengan sedikit kemerahan. Tiga lainnya buah siap santap berkelir ungu kehitaman. Itulah tin jenis negronne kepunyaan Handa Sugiharto. Handa menggunggah foto tin itu ke media sosial pada Juli 2015. Beberapa detik kemudian beberapa orang berhasrat memiliki.

Pemilik Nurseri Tinara itu menawarkan violette de bordeaux—sebutan negronne di Perancis—seharga Rp750.000. Lazimnya harga tanaman berukuran sama—tanpa buah—Rp100.000. “Pembeli yang setuju dengan harga itu berhak memiliki tin itu,” kata pekebun tin di Kota Batu, Jawa Timur, itu. Harga itu wajar karena penampilan Ficus carica unik dan berisi banyak buah.

Pertumbuhan tin long yellow lebih bagus di daerah berhawa sejuk.

Pertumbuhan tin long yellow lebih bagus di daerah berhawa sejuk.

Varietas adaptif
Menurut Handa mayoritas konsumen kepincut memboyong bibit yang banyak buah meski harganya mahal. Padahal dengan perawatan tepat fig—sebutan tin di Inggris—dapat berbuah lebat. Harap mafhum, “Tin termasuk tanaman yang genjah dan rajin berbuah,” kata pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur, itu. Handa juga mengatakan budidaya tin lebih mudah dibandingkan dengan jambu air atau jambu biji dalam hal produktivitas buah. Sebab tin mampu berbuah sepanjang masa.

Syaratnya pehobi mesti memilih varietas tin yang tepat. Menurut Handa di dunia ada dua jenis tin, yakni berbuah dengan penyerbukan dan tanpa penyerbukan. Yang disebut pertama lazimnya berasal dari Turki dan beberapa negara di Asia barat. Di sana tanaman kerabat beringin itu memerlukan bantuan serangga khusus (fig wasp-chaleidoidea) agar bisa berbuah. Sementara mayoritas tin yang berbuah tanpa penyerbukan datang dari Spanyol, Perancis, dan Amerika Serikat.

Baca juga:  Manis Pahit Gula Palma

Tanpa serangga, tin dari negara itu dapat berbuah dan matang sempurna. Oleh karena itu pastikan tin yang dibeli bisa berbuah tanpa penyerbukan. Tanyakan itu saat membeli tanaman anggota famili Moraceae itu. Handa punya trik untuk membedakan tin yang perlu penyerbukan dan tin tanpa penyerbukan. Jika tanaman sehat, tapi buah kerap rontok, bisa disinyalir itu tin yang perlu penyerbukan.

Penggunaan naungan perlu agar buah berkualitas prima.

Penggunaan naungan perlu agar buah berkualitas prima.

Salah pilih varietas menyebabkan pehobi tidak bisa menikmati buah religi itu. Bila buah rontok pada tanaman yang tidak vigor, bisa dipastikan tanaman kurang nutrisi. Ia menyarankan pehobi memilih varietas tin yang sudah teruji berbuah di tanahair. “Negronne, blue giant, flanders, conadria, brown turkey, dan green jordan termasuk tin yang adaptif di dataran rendah dan dataran menengah,” tutur pekebun yang mengembangkan tin sejak 2006 itu.

Lokasi penanaman mempengaruhi produksi buah beberapa jenis tin. Handa menuturkan mayoritas tin di Indonesia berasal dari Eropa. Oleh karena itu penanaman tanaman kerabat nangka itu cocok di daerah sejuk berelevasi sekitar 700 meter di atas permukaan laut (m dpl). Meski begitu tin tetap tumbuh dan berbuah di dataran rendah, walau tidak sebagus di dataran menengah. Varietas long yellow yang didatangkan dari Negeri Abang Sam tetap berbuah di ketinggian 800 m dpl.

Media tanam porous salah satu kunci sukses buahkan tin.

Media tanam porous salah satu kunci sukses buahkan tin.

Media tanam
Di dataran rendah produktivitas long yellow sekitar 50%. “Ukuran buah dua kali lebih besar dan jumlah buah dua kali lebih tinggi jika pehobi menanam tin di daerah berhawa sejuk,” kata alumnus Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, itu. Faktor lain agar tin berbuah bagus yaitu media tanam. Pehobi di Depok, Jawa Barat, Andy, heran buah green jordan miliknya relatif sedikit dan agak kecil. Diduga itu karena ia menggunakan banyak tanah sehingga media tanam agak padat.

Baca juga:  Gairah Berkebun di Kota

Tanaman asal Asia barat itu menghendaki media tanam yang porous. Handa menggunakan 60% sekam mentah, 28% serbuk sabut kelapa, 10% pupuk kandang terfermentasi, dan 2% pupuk organik sebagai media tanam. Penangkar tin di Bekasi, Jawa Barat, Wiyono, menuturkan media tanam yang tidak porous menyebabkan pertumbuhan tanaman legendaris itu kurang maksimal.

Handa Sugiharto, pekebun tin di Kota Batu, Jawa Timur.

Handa Sugiharto, pekebun tin di Kota Batu, Jawa Timur.

Agar porous, “Saya menggunakan media tanam berupa tanah, pupuk kandang, dan sekam mentah dengan perbandingan 1:1:3,” kata pemilik nurseri Sentra Tin itu. Handa menambahkan 1 sendok makan pupuk organik sebulan sekali pada tanaman berbatang seukuran kelingking agar nutrisi tercukupi. Dosis pemberian tergantung ukuran tanaman. Selain itu Handa juga 2—3 kali menyiramkan air rendaman kotoran ternak saban bulan. Rencananya ia akan memberikan larutan AB mix saat tanaman berbuah.

Tin juga mesti mendapat sinar matahari penuh agar berbuah maksimal, tapi harus terlindung dari hujan. “Sebaiknya gunakan naungan plastik UV jika ingin fokus membuahkan tin,” kata penyelia keuangan di salah satu objek wisata terkenal di Kota Batu, Jawa Timur, itu. Kelebihan menggunakan naungan antara lain tanaman sehat karena terhindar dari karat daun dan melindungi buah dari hujan. Dengan melakukan itu semua buah tin berkualitas bagus bisa didapat. (Riefza Vebriansyah)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d