Kulit manggis terbukti mampu menghambat kanker payudara.

Kulit manggis atasi kanker payudara

Kulit manggis atasi kanker payudara

Kalau makan manggis jangan sampai kena baju, nanti terkena getah dan sulit dibersihkan, demikian nasihat orangtua. Maklum, getah manggis mengandung berbagai zat seperti tanin dan flavon. Ternyata salah satu flavon itu berkhasiat untuk kesehatan, yakni mengatasi kanker. Apalagi kanker payudara, momok terbesar wanita. Kanker payudara peringkat kedua pembunuh perempuan setelah kanker leher rahim.

Kanker payudara terjadi karena pertumbuhan sel abnormal pada bagian payudara. Payudara terdiri atas kelenjar susu, pembuluh darah, dan saluran getah bening yang berpangkal pada kelenjar getah bening yang terletak dekat ketiak. Getah bening merupakan sistem imunitas yang berfungsi mencegah infeksi. Ia garda depan dalam melawan penyakit, termasuk sel kanker.

Xanthon
Penyebaran pertama sel kanker yang paling umum adalah pada kelenjar getah bening. Menurut dokter spesialis penyakit dalam di Rumahsakit Umum Pusat dr Sardjito, Yogyakarta, Prof Nyoman Kertia SpPD, pemicu kanker payudara antara lain keturunan, kebersihan payudara, tidak menyusui, dan pertambahan usia. Pemicu lain sel kanker adalah radikal bebas atau bahan karsinogenik.

Tubuh manusia memproduksi antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Namun, bila terlalu banyak, antioksidan produksi tubuh tidak mencukupi. Akibatnya terjadi stres oksidatif atau ketidakseimbangan radikal bebas dan antioksidan. Ketidakseimbangan itu memicu kerusakan asam deoksiribosa (deoxyribose nucleic acid, DNA)—penyusun sel—yang memicu kanker.

Prof Nyoman Kertia SpPD,” salah satu pemicu sel kanker adalah radikal bebas.”

Prof Nyoman Kertia SpPD,” salah satu pemicu sel kanker adalah radikal bebas.”

Oleh karena itu perlu asupan antioksidan dari buah atau sayuran. Salah satu bahan kaya antioksidan adalah kulit manggis Garcinia mangostana. Kadar antioksidan pada kulit manggis mencapai 66,7 kali wortel dan 8,3 kali kulit jeruk. Menurut peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Dr Agung Endro Nugroho MSi Apt, xanthon dalam kulit manggis bersifat antioksidan, antibakteri, antialergi, antitumor, dan antiinflamasi.

Baca juga:  Pemutaran Perdana Racing Extinction

Xanthon memilik gugus hidroksida yang efektif mengikat radikal bebas. Dari seluruh kandungan kulit manggis yang memiliki efek farmakologis paling banyak adalah alfamangostin dan betamangostin. Alfamangostin mengaktifkan sistem kekebalan tubuh yang bertugas membunuh sel kanker dan virus. Untuk membuktikan khasiatnya, Masa-Aki Shibata dari Osaka Health Science University, Jepang, melakukan penelitian terhadap tikus betina yang diinokulasi dengan virus pembawa sel kanker payudara.

Terbukti manjur
Sel kanker payudara cepat bermetastasis atau menyebar ke jaringan lain, terutama kelenjar getah bening dan paru-paru. Dua pekan pascainokulasi, tikus mengonsumsi 2.500 ppm dan 5000 ppm panaxanthon—zat antikanker dalam ekstrak kulit manggis yang terdiri atas 75—85% alfamangostin dan 5—15% gamamangostin. Setiap pekan ia mengukur perkembangan tumor.

Lina mardiana, herbalis dari yogyakarta.

Lina mardiana, herbalis dari yogyakarta.

Pada pekan kedua, penurunan signifikan volume tumor terlihat di tikus yang memperoleh 5.000 ppm panaxanthon. Sementara kelompok uji yang mendapat 2.500 ppm panaxanthon menunjukkan penurunan pada pekan ke-3. Sementara pada pekan ke-8, volume tumor rata-rata tikus kontrol, perlakuan 2.500 ppm, dan 5.000 ppm berturut-turut 1.280—2.218 mm³, 742—1.136 mm3, dan 455—941 mm³.

Kandungan alfamangostin dalam ekstrak kulit manggis memicu apoptosis—bunuh diri sel—lewat mitokondria, penghambatan siklus sel dengan induksi p21cip1 dan defosforilasi Akt (protein kinase) di sel kanker payudara. Efek antiproliferasi itu tampak dari penekanan pertumbuhan tumor dan metastasis kanker payudara tikus. Hasil itu membuktikan bahwa ekstrak kulit manggis berpotensi kemoterapi sekaligus kemopreventif.

Herbalis di Yogyakarta dan penulis buku khasiat kulit manggis, Lina Mardiana, biasa meresepkan kulit manggis untuk pasien kanker. Ia juga menganjurkan konsumsi jus kulit manggis untuk menjaga kesehatan. “Setelah menikmati buahnya yang manis, manfaatkan juga kulitnya karena banyak khasiatnya,” kata Lina. Kulit manggis dapat diolah dengan cara sederhana, yakni perebusan.

Daun sirsak juga berkhasiat antikanker.

Daun sirsak juga berkhasiat antikanker.

Khasiat kulit manggis tidak lepas dari senyawa xanthon yang terdapat di dalam kulit manggis. Menurut Lina xanthon bersifat antioksidan, antibakteri, antikanker, antiradang, membantu mengusir radikal bebas, antipenuaan dini, dan mengontrol penyakit degeneratif. Senyawa itu juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, terapi penyakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah.

Baca juga:  Paku Enak, Paku Berkhasiat

Menurut dr Paulus Wahyudi Halim, dokter sekaligus penganjur herbal dari kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pengendalian kanker didasarkan atas perbaikan sistem dalam tubuh. Oleh karena itu herbal harus terdiri dari beberapa jenis yang berefek sinergis. Untuk memperbaiki stamina dan imunitas ia menganjurkan sambiloto dan meniran. Sementara fungsi pencernaan diperbaiki dengan temulawak dan daun sendokan, organ hati dengan racikan rimpang temulawak, kunyit, daun sukun, dan akar bambu kuning.

Meniran dan daun salam mendukung fungsi ginjal sebagai penyaring darah dan pembuang racun. Adapun untuk mengendalikan kanker, ia mengandalkan ekstrak kulit manggis, daun sirsak, dan beberapa macam benalu. “Ekstrak kulit manggis kaya antioksidan, mencegah kerusakan sel, meregenerasi sel, dan mencegah kerusakan sel,” kata dokter alumnus Universita Degli Studi, Padova, Italia, itu. Dosis pemberian sesuai kondisi penderita, karena setiap orang mempunyai takaran yang berbeda berdasarkan umur, jenis kelamin, jenis kanker, dan stadium kanker. (Muhammad Awaluddin)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d