Norwegian forest berkarakter elegan, kalem, dan berwibawa

Norwegian forest berkarakter elegan, kalem, dan berwibawa

Kucing hutan norwegia tampak molek, kalem, dan berwibawa.

Evy Marlen Pettersen Hind tengah menikmati  secangkir kopi pada Ahad pagi ketika seekor  rubah liar mengendus-endus tempat sampah di  halamannya. Ia terkesiap ketika tiba-tiba Leon, kucing klangenannya berumur 4 tahun, langsung melesat. Sang rubah bertubuh lebih besar  daripada Leon putus nyali dan terbirit-birit.  Leon mengejar rubah itu sampai tepi jalan depan  rumah di Brøstadbotn, Norwegia Utara.

Kepada Trubus Hind mengatakan, tubuh Leon sejatinya lebih kecil ketimbang musuhnya. Namun, bulu lebat dan misai di bawah dagu membuat ukuran Leon seakan membesar. Perempuan 50 tahun itu mengabadikan “perburuan” Leon dalam serial foto yang memperlihatkan mata rubah diliputi ketakutan. Kejadian Minggu pagi itu pun menjadi
obrolan viral di media sosial, terutama di kalangan penggemar kucing.

Norwegian forest masuk kategori semi longhair saat kontes

Norwegian forest masuk kategori semi longhair saat kontes

Adaptasi
Leon jenis kucing norwegia alias norwegian forest. Ia bisa menjadi pemburu tanpa gentar mengejar musuh bertubuh lebih besar. Karakter berwibawa dan anggun sekaligus molek tetapi lincah dan pemberani itu juga yang memincut Ali Seff, pehobi kucing di Gegerkalong, Kotamadya Bandung, Jawa Barat. Saat melihat video kucing
norwegia di laman maya di Hongkong, ia seketika jatuh hati.

Hampir setiap hari Ali berselancar di dunia maya untuk berburu NF hingga ke mancanegara seperti Hongkong, Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang. Padahal, di rumahnya ada beberapa kucing ras, antara lain jenis british shorthair dan scottish fold. Sayang, jumlah kucing norwegia di Indonesia sangat minim dan pembiakannya susah.
“Pertengahan 2013, di Indonesia baru ada 3 pembiak kucing norwegia,” ujarnya.

Menurut Ali, kriteria kucing bagus adalah wajah yang membentuk segitiga. “Kepala, moncong mulut, dan telinga semuanya serba segitiga,” kata Ali. Kesulitan itu bertambah lantaran pemilik kucing norwegia cenderung “fanatik”, langka yang mau menjual klangenannya. “Mereka hanya menjual kepada pembeli yang benar-benar hobi dan sayang
ke kucing, bukan bermotif bisnis,” ujarnya.

Leon mengejar rubah liar yang memasuki halaman rumah

Leon mengejar rubah liar yang memasuki halaman rumah

Perburuan itu makan waktu hampir setahun sebelum akhirnya datang kabar gembira pada akhir 2013. Induk kucing norwegia di Hongkong, yang videonya ia lihat di laman maya, baru melahirkan. Sang pemilik bersedia menjual anakannya kepada Ali. Tanpa pikir panjang, pria asal Cirebon itu merogoh kocek hingga Rp75-juta untuk memperoleh kucing hutan skandinavia itu.

Baca juga:  Pakan Terlarang Kucing

“Biaya itu termasuk harga kucing, pengurusan impor dan proses karantina,” kata Ali. Tidak sampai 2 hari, anak kucing gondrong berumur 4 bulan tiba di rumah Ali. Agar sang kitten leluasa beradaptasi, Ali memisahkannya dari
kucing lain. Sepekan kemudian barulah meong belia itu “berkenalan” dengan kucing lain koleksi Ali. “Pembauran kucing betina relatif cepat, sekitar 3 hari. Sementara kucing jantan lebih lama, bisa sepekan bahkan lebih,” ujar
Ali.

Ia juga membiasakan kucing hutan itu bermain di luar kandang agar pertumbuhan otot dan tulangnya sempurna. Ali memandikan kucing muda itu 2 pekan setelah tiba agar sang felis beradaptasi lebih dahulu di Norwegia utara dengan iklim Bandung. “Kalau langsung dimandikan, saya khawatir kesehatannya merosot,” kata Ali. Untuk menjaga kesehatan kucing idamannya itu, Ali membawa Kayala—nama kucing itu—kepada dokter hewan untuk
pengecekan kondisi kesehatan. “Vaksinasi cukup setahun sekali,” kata Ali.

Awet muda
Saban hari, Ali memberi Felis cattus itu pakan bermerek sama seperti pakan di pemilik awal. Frekuensi pemberian pakan 5—6 kali sehari total 100—170 g. Ia membatasi bobot pakan maksimal 3% dari bobot kucing agar tidak kegemukan. Bobot normal kucing norwegia betina dewasa mencapai 4—5 kg, sementara jantan 5—8 kg.

Salah satu keunikan kucing norwegia adalah pertumbuhan yang terus berlangsung hingga kucing berumur 5 tahun. Bandingkan dengan kucing persia yang lazimnya berhenti tumbuh pada umur 1—3 tahun. Oleh sebab itu, kucing norwegia berumur 5 tahun baru masuk kategori dewasa, sementara persia sudah tergolong kucing tua.

“Ibarat manusia, kucing norwegia itu awet muda,” kata lelaki kelahiran 13 April 1980 itu. Menurut praktikus kucing di Bandung, Herry Marwanto, kucing hutan norwegia masih memiliki sisi liar yang cukup kuat. Untuk melemahkan sifat itu, proses domestikasi dan pengembangbiakan di lingkungan manusia harus dilakukan secara kontinu. “Terus dikawinkan saja, yang penting jangan inbrid,” kata ahli kucing yang mengasuh rubrik Klinik Satwa di majalah Trubus itu.

Pertumbuhan norwegian forest cenderung lambat dan berlangsung hingga 5 tahun

Pertumbuhan norwegian forest cenderung lambat dan berlangsung hingga 5 tahun

Ali Seff menuturkan hal senada. Kucing norwegian forest hampir tidak pernah diam. “Selalu berjalan-jalan, seperti di hutan yang merupakan habitat asalnya,” kata Ali. Namun, meski aktif, kucing norwegia bisa anteng saat digendong. “Saat berjalan pun terkesan elegan,” kata Ali. Dalam kontes, norwegian forest tergolong kategori semi long hair atau berbulu semi panjang, bersama dengan maine coon.

Baca juga:  Air Kelapa Dalam Yoghurt

Menurut Ali, Kayala sudah sering mengikuti kontes kucing tingkat internasional dan meraih beberapa penghargaan. Hingga saat ini, Ali baru mengoleksi 3 kucing norwegian forest. Seekor terakhir ia datangkan dari Jepang 5 bulan yang lalu dan seekor lagi dari Hongkong di pertengahan 2014. Berbagai literatur menyebutkan kucing norwegia sebagai kucing hutan yang didomestikasi pertama kali oleh etnis Viking ribuan tahun silam.

Kucing itu kerap diboyong pelaut Viking dalam kapal yang membawa misi menaklukkan daerah baru. Tujuan membawa kucing adalah menjaga persediaan makanan dari tikus yang kerap menyelinap dalam kapal. Dari kapal Viking itulah kucing hutan skandinavia itu menyebar ke seluruh Eropa dan selanjutnya mendunia. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Similar Posts

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments