Kale mengurangi efek kemoterapi pada pasien kanker.

Kale mengurangi efek kemoterapi pada pasien kanker.

 

Tubuh tetap prima meski menjalani kemoterapi karena rutin mengonsumsi jus kale.

Anna Maria menemukan benjolan sebesar kelereng di payudara pada 2016. Ia mengabaikan keberadaaan benda asing itu lantaran tidak merasakan sakit maupun nyeri. Lagi pula bentuk payudaranya pun normal. Letak benjolan juga tidak mengganggu penampilan karena berada di dalam payudara. “Benjolan baru bisa dirasakan saat diraba,” kata Anna. Namun, setahun kemudian ia kerap mengeluh sakit punggung.

Rasa sakit itu membuatnya kesulitan saat bangun tidur. Anna menduga itu hanya sakit punggung biasa. Ibu dua anak itu lantas pergi ke tukang pijat. Hampir 2 bulan ia menjalani pemijatan, tetapi nyeri di punggung tak kunjung hilang. Lantaran khawatir ada saraf yang bermasalah, tukang pijat menyarankan Anna untuk memeriksakan diri ke dokter. Warga Semarang, Jawa Tengah, itu pun menuruti nasihat tukang pijat.

Metastasis Kanker Payudara

Trubus Edisi Agustus 2018 Highrest.pdfAhli onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Rudy Thabry dan Daniel Sampepajung, sebagaimana dinukil dari The Indonesian Journal of Medical Science menyatakan bahwa 65—75% kasus kanker payudara mengalami metastasis ke tulang bila tidak segera ditangani. Salah satu ciri kanker bermetastasis ke tulang belakang adalah munculnya rasa sakit di tulang belakang.

Positif kanker

Anna Maria pun menemui dokter. Hasil pemeriksaan pencitraan dan resonansi magnetik atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) menunjukkan adanya kanker di payudara. Dokter mendiagnosis Anna mengidap kanker payudara stadium lanjut. Pemeriksaan pada pertengahan 2017 itu bahkan menunjukkan sel kanker sudah menyebar alias bermetastasis ke paru-paru dan hati.

Anna Maria mengonsumsi kale untuk menghindari dampak buruk kemoterapi.

Anna Maria mengonsumsi kale untuk menghindari dampak buruk kemoterapi.

Itulah sebabnya dokter menyarankan agar perempuan 49 tahun itu menemui dokter onkologi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan biopsi. Anna harus menjalani radiasi hingga 10 kali. “Usai radiasi sakit di punggung mulai berkurang,” katanya. Selain itu dokter memberikan obat kemoterapi lewat oral. Demi kesembuhan Anna harus disiplin mengonsumsi 6 butir pil setiap hari.

Baca juga:  Panen Nira Sambil Berdiri

Anna cemas akan efek kemoterapi seperti tubuh lemah, kulit menghitam, kusam, kering, dan lebam. Dokter sekaligus herbalis di Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr. Prapti Utami menuturkan, kemoterapi dapat menyebabkan organ lain yang masih normal turut terpapar zat kimia. Oleh karena itu rekan-rekan Anna menyarankannya untuk mengonsumsi sayur dan mengurangi bahan pangan hewani.

Ia memperoleh informasi jenis sayuran yang cocok bagi pasien kemoterapi. Sayuran itu antara lain wortel, bayam, bit, dan kale. “Dari informasi yang beredar kale sayuran yang paling bagus dikonsumsi bagi pasien kanker,” kata Anna. Ia meramu jus yang terdiri atas 1 umbi bit, 3 umbi wortel, dan 10 helai daun kale. Anna memblender sayur-mayur itu tanpa tambahan air sehingga menjadi smoothies—masyarakat menyebutnya jus.

Perempuan itu mengonsumsi minuman kaya gizi itu setiap pagi dan sore—masing-masing satu gelas. Dampak konsumsi minuman itu sungguh menggembirakan. Efek kemoterapi seperti tubuh pucat dan lemah sama sekali tidak terlihat. “Kulit pun halus dan mulus,” kata Anna. Penampilan Anna layaknya orang sehat. Ia lincah, banyak senyum, dan bertubuh bugar. Siapa sangka jika ia sedang menjalani kemoterapi.

Imun tubuh Satiawati tetap terjaga meskipun usai operasi tumor payudara.

Imun tubuh Satiawati tetap terjaga meskipun usai operasi tumor payudara.

Pemeriksaan terakhir pada Desember 2017 menunjukkan, Anna terbebas dari sel-sel ganas itu. Yang lebih menggembirakan, organ tubuh lain yang diduga bakal terpapar efek buruk kemoterapi tetap normal. Satiawati di Semarang, Jawa Tengah, juga memiliki pengalaman serupa. Tia, sapaannya, mengonsumsi jus kale setiap hari untuk menjaga daya tahan tubuh usai operasi tumor payudara.

Antikanker

Tia 4 kali menjalani operasi tumor payudara dalam 2 tahun terakhir. Itulah sebabnya ia harus mengonsumsi obat setiap hari untuk menekan perumbuhan tumor. Seorang sahabat lantas menyarankannya untuk mengonsumsi jus kale agar tubuhnya tetap bugar. Ia memblender 5 lembar kale dan segelas air lalu meminumnya setiap hari. Tia menuturkan, imun tubuhnya meningkat sehingga tidak gampang lesu.

Baca juga:  Bioetanol Limbah Kopi

Ia memang baru dua pekan mengonsumsi jus kale, tetapi dampak positif yang didapat sudah terasa. “Buang air besar lancar, tidur nyenyak, dan jarang pegal,” katanya semringah. Menurut G.S. Stoewsand dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Cornell, Amerika Serikat, sayuran dari keluarga Brassicaceae memiliki senyawa fitokimia berupa glukosinat dan S-metil cistein sulfoksida yang diduga kuat memiliki sifat antikanker.

Keberadaan kedua senyawa yang mengandung sulfur itu juga mampu memberikan efek kemoprefentif. Situs Natural Food Series juga menyebutkan bahwa kale—anggota famili Brassicaceae—memiliki efek antikanker karena mengandung senyawa antioksidan seperti karotenoid, flavonoid, polifenol, dan vitamin C. Senyawa-senyawa itu juga berguna menghambat penuaan dini dan menjaga kesehatan kulit. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d