Kuat Berkat Bulu Rapat 1
Trubus Juni 2018 Highrest.pdf

Biji derap tergolong besar dengan bobot per 100 biji mencapai 17,62 gram.

Kedelai unggul baru toleran hama pengisap polong, produktif, dan genjah panen pada umur 76 hari.

Kedelai berumur 49 hari setelah tanam, incaran kepik cokelat Riptortus linearis. Serangga hama itu meletakkan telur pada polong kedelai. Akibat serangan pengisap polong petani merugi hingga 70%, bahkan gagal panen. “Serangan hama itu meningkat pesat saat musim kemarau. Celakanya, saat musim itulah penanaman kedelai di Indonesia sedang banyak-banyaknya,” ujar peneliti kedelai di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Dr. Ir. M. Muchlish Adie M.S.

Ketika musim kemarau dan suhu udara tinggi reproduksi hama Riptortus linearis itu meningkat pesat. Namun, kini para petani kedelai tak perlu khawatir. Balitkabi baru saja merilis kedelai pertama di Indonesia yang toleran hama pengisap polong. Nama kedelai unggul itu derap 1. Derap singkatan dari kedelai dan Riptortus linearis, nama hama pengisap polong. Kedelai itu hasil persilangan antara galur G511H sebagai tetua betina dengan kedelai varietas anjasmoro sebagai tetua jantan.

Pelindung polong

Kedelai derap siap panen pada umur      76 hari setelah tanam.

Kedelai derap siap panen pada umur 76 hari setelah tanam.

Pemulia kedelai yang membidani kelahiran derap 1, Ayda Krisnawati, S.P., M.Sc., menuturkan, proses pemuliaannya sejak 2009 dan kini siap dilepas ke petani. Pemulia memilih anjasmoro sebagai tetua jantan karena merupakan varietas unggulan yang produktif, genjah, dan berbiji besar. “Anjasmoro paling banyak ditanam di Indonesia karena petani menyukai karakternya yang genjah dan berbiji besar. Anjasmoro juga tahan pecah polong,” ujar Muclish Adie.

Serangan hama pengisap polong bisa menurunkan produktivitas kedelai hingga 70%, bahkan gagal panen.

Serangan hama pengisap polong bisa menurunkan produktivitas kedelai hingga 70%, bahkan gagal panen.

Adapun tetua betina, G511H memiliki trikoma atau bulu-bulu halus pada polong kedelai itu tergolong rapat dan panjang. Hal itu membuat hama sulit menusuk polong hingga menembus biji kedelai. Trikoma pada polong kedelai derap tampak rapat dan panjang. “Makin rapat dan panjang trikoma, akan membuat hama pengisap polong kesusahan untuk menyentuh kulit polong kedelai dan menembus biji kedelai,” ujar Ayda.

Baca juga:  Kitosan Awetkan Duku

Panjang trikoma derap mencapai 1,32 mm dengan kerapatan 54,39 trikoma per 9 mm2. “Lebih panjang dari trikoma anjasmoro yang baru di angka 1,1 mm,” kata peneliti yang mendapat beasiswa The Netherland Fellowship Programme dari pemerintah Belanda itu. Hama pengisap polong kerap mulai menyerang kedelai ketika tanaman anggota famili Fabaceae itu memasuki masa pengisian polong atau umur tanaman memasuki 50 hari.

“Kalau menyerang saat awal pengisian polong, kondisi polong jadi kempis. Sementara kalau serangan ketika polong sudah terisi, akan membuat biji menjadi kopong,” ujar Muclish Adie. Ayda mulai merakit derap sejak 2009 dan pada 2013—2014 mulai menyeleksi penggaluran. Uji multilokasi pada 2015 di delapan sentra yaitu di Nganjuk, Mojokerto, Blitar, Pasuruan musim kemarau 1, Pasuruan musim kemarau 2 (Jawa Timur), Jembrana, Tabanan (Bali), dan Lombok Tengah (Nusa Tenggara Barat).

Derap unggul pada trikoma atau bulu-bulu halus pada polong yang lebih panjang dan rapat.

Derap unggul pada trikoma atau bulu-bulu halus pada polong yang lebih panjang dan rapat.

Hasil uji multilokasi itu menunjukkan produktivitas tertinggi di Blitar, Jawa Timur, mencapai 3,6 ton per hektare. Rata-rata produktivitas derap mencapai 2,82 ton per hektare. “Produktivitas kedelai rata-rata nasional saat ini baru sekitar 1,5 ton per hektare,” tutur Muclish Adie. Umur panen derap juga genjah yaitu 76 hari setelah tanam (HST). “Kedelai dikatakan genjah jika umur panennya di bawah 80 HST,” ujar alumnus Pemuliaan Tanaman, Institut Pertanian Bogor itu.

Sementara umur panen tetuanya yaitu anjasmoro di angka 82 HST. Keunggulan lain yaitu tahan terhadap penyakit karat daun, tahan hama penggerek polong, dan agak tahan ulat grayak. Namun, kelemahannya peka penyakit virus. “Untuk menekan virus bisa dengan menanam jagung yang memutari tanaman kedelai sebagai barrier,” ujar alumnus Program Studi Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada itu.

Baca juga:  Para Pencinta Kopi

Biji sedang

Ayda Krisnawati, S.P. M.Sc. merakit  kedelai derap sejak 2009.

Ayda Krisnawati, S.P. M.Sc. merakit kedelai derap sejak 2009.

Menurut Ayda Krisnawati kadar protein derap juga tinggi mencapai 39,17% bobot kering plus kadar lemaknya 18,1% berat kering. Bobot biji derap tergolong besar yaitu 17,62 g per 100 biji. “Bobot per 100 biji kedelai derap sangat ideal dan akan disukai petani. Jangan terlalu besar. Jika terlalu besar, ukurannya susah seragam,” ujar Muclish. Keunggulan utama derap yang tidak dimiliki kedelai lain di Indonesia adalah toleran terhadap hama pengisap polong.

Dengan membudidayakan derap, petani kedelai bisa mengurangi serangan hama pengisap polong hingga 70% pada polongnya dan 80% pada bijinya. “Pada biji, serangan hama pengisap polong lebih sedikit karena biasanya hama itu mencoba terlebih dahulu di polong tanaman. Dari beberapa polong yang hama coba, di antaranya ada yang menembus hingga ke biji dan merugikan petani,” ujarnya.

Beragam keunggulan itu membuat Subono, petani kedelai di Nganjuk, Jawa Timur tertarik membudidayakan derap pada 13 Februari 2018. Ia membudidayakan kedelai unggul itu di lahan seluas 1.400 m². “Kondisinya saat ini sehat dan subur. Kira-kira tanggal 5—10 Mei 2018 nanti akan panen,” ujar Subono. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *