Puring giant tiger strip berkarakter garang

Puring giant tiger strip berkarakter garang

Puring silangan terbaru bersosok elok.

Amirrudin Pane bergeming ketika tawaran untuk melepas sesosok puring setinggi 15 cm bertubi-tubi menghampirinya. “Tawaran tertinggi Rp5-juta, tapi saya belum rela melepas,” ujar pehobi di Cilandak, Jakarta Selatan, itu. Maklum, puring katai itu baru setengah tahun berada di tangan. Penampilan Codiaeum variegatum itu memang menarik. Setiap helai daun tersusun rapat sehingga tanaman tampak rimbun.

Selain itu bentuk daun lebar dengan urat menonjol. Pane menyematkan nama giant tiger strip lantaran corak warna daun koleksinya itu tegas. Ia menuturkan puring alias kroton berkarakter daun maskulin memang menjadi buruan pehobi. “Daun lebar, kompak, warna menyala paling disukai,” ujarnya. Helai daun harimau belang itu berkelir dominan merah menyala. Di atas warna itu muncul bercak hitam sehingga membuat tanaman terkesan garang.

Amirrudin Pane memperbanyak giant tiger strip dengan cara okulasi

Amirrudin Pane memperbanyak giant tiger strip dengan cara okulasi

Silangan
Pane memperoleh kroton idaman itu dari seorang petani di Tangerang, Provinsi Banten, pada Juli 2014. Dari penuturan sang petani, Amirrudin memperoleh informasi bahwa giant tiger strip lahir dari hasil persilangan. Sayang, asal-usul kedua induknya tidak diketahui. “Kemungkinan ia berasal dari perkawinan alami berkat bantuan serangga,” ujar Pane. Saat pertama kali melihat sosok tanaman, ia langsung jatuh hati.

Pane memperbanyak puring dengan cara okulasi. Kini tanaman hasil perbanyakan vegetatif itu juga menjadi incaran pehobi. Selain gemar memburu hibrida ke beberapa petani atau pehobi, pria berusia 40 tahun itu juga menyilangkan sendiri puring-puring koleksinya. Ia meletakkan serbuk sari puring hibrida tanpa nama pada kepala putik puring cassanova pada pertengahan 2013.

Nogosui cs hasil silangan Edy Catur

Nogosui cs hasil silangan Edy Catur

Hasil persilangan itu lahirlah nagita bertipe daun lebar dan oval. Daya tariknya pada warna dasar daun yang hitam pekat. Karotong—sebutan puring di Thailand—itu semakin memikat sebab tulang daunnya berwarna merah. Bercak-bercak berwarna serupa juga muncul di permukaan daun.

Baca juga:  Rekening Gemuk Karena Puring

Edy Catur, pemain puring di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, menuturkan kualitas induk sangat menentukan keturunan puring. “Sebaiknya gunakan induk yang berumur minimal 2 tahun,” ujar Edy yang rajin mengawinkan puring untuk memperoleh jenis baru sesuai idaman. Hibrida terbaru hasil karyanya antara lain rama, nogosui cs, dan niedrig.

Caisar seharga belasan juta. Kehadiran jenis dan pehobi baru jadikan bisnis puring kembali menggeliat

Caisar seharga belasan juta. Kehadiran jenis dan pehobi baru jadikan bisnis puring kembali menggeliat

Rama bersosok atraktif. Corak daun mudanya perpaduan hijau dan kuning, tetapi berubah kombinasi hitam dan merah saat tua. Nogosui cs juga tak kalah elok. Kroton hasil silangan pada 2013 itu memiliki daun oval berujung lancip. Warna daunnya terdiri atas hijau dan kuning. Sejatinya, karakter nogosui cs belum optimal lantaran berumur kurang dari setahun. Meski begitu, beberapa pehobi sudah berani meminang.

Geliat
Hadirnya hibrida-hibrida lokal membuat bisnis puring kembali bergeliat. Di dunia tanaman hias, kehadiran jenis-jenis baru mampu memperpanjang eksistensi. Apalagi menjamurnya penggemar jejaring sosial di tanahair membangkitkan semangat pehobi untuk kembali menghidupkan puring, terutama hibrida karya penyilang lokal.

Nagita hasil silangan antara cassanova dengan hibrida tanpa nama

Nagita hasil silangan antara cassanova dengan hibrida tanpa nama

Pehobi di Malang, Jawa Timur, Rahmad Prayogi, mengatakan puring hibrida hasil karya penyilang lokal patut dibanggakan. “Bentuk dan corak warnanya sangat cantik,” ujarnya. Itu sebabnya ia gemar blusukan mencari puring hibrida baru ke petani-petani lokal. Ia memilih puring yang sudah memperlihatkan karakter maksimal. Konsekuensinya harga memang lebih mahal.

Rama bersosok atraktif sebab kaya warna

Rama bersosok atraktif sebab kaya warna

Rahmad rela merogoh kocek belasan juta demi memperoleh caisar, hibrida setinggi 1 m. Sosok caisar kaya warna. Beragam warna menghiasi permukaan daun. Saat muda, warna kuning bercorak hijau mendominasi permukaan daun. Perlahan kelir itu berubah menjadi jingga berpadu hitam. Lantas ketika daun menua warna merah dan hitam mendominasi.

Barjad api

Barjad api

Pemilik Nurseri Sekar Jagad 28 itu juga mengoleksi hibrida istimewa, barjad api. Daun muda berlatar belakang hijau dengan tulang dan urat berwarna kuning. Daun tua berubah kontras menjadi merah dan hitam. Rahmad memperoleh barjad api setinggi 50 cm itu pada pengujung 2014 dari seorang petani di Malang. Di kebun seluas 2.500 m2 itu, penggemar batu mulia itu menyimpan ratusan puring hibrida karya petani-petani lokal.

Baca juga:  Teknik Baru Cangkok Jambu

Puring-puring baru bukan hanya berasal dari proses penyilangan. Ahli botani di Bogor, Jawa Barat, Gregori Garnadi Hambali, menuturkan keragaman puring sangat tinggi lantaran memiliki gen yang tidak stabil sehingga menyebabkan susunan kode genetik gampang berubah. Itu sebabnya bentuk dan warna daun puring sangat melimpah dan atraktif. Ada merah, jingga, cokelat, ungu, dan kuning. Bentuk daun pun rupa-rupa: lebar, kecil, melintir, panjang, terpisah, atau menyerupai daun oak. (Andari Titisari)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d