Kreasi Unik Berbahan Biji 1
Resty Budiman menyusun apik polong-polong kacang hijau menjadi sebuah rangkaian pemanis sudut ruangan

Resty Budiman menyusun apik polong-polong kacang hijau menjadi sebuah rangkaian pemanis sudut ruangan

Beragam ide untuk rangkaian cantik.

Sugiyanti Gowijaya gemar sekali mengonsumsi buah lengkeng. Bahkan ia kerap menambahkan daging lengkeng kering ke dalam sup ayam buatannya untuk menguatkan rasa. “Itu resep dari mertua,” katanya. Di tangan Sugiyanti pula biji lengkeng tidak berakhir di tempat sampah. Ia merangkai biji Dimocarpus longan menjadi sebuah buket unik. Dalam rangkaian itu, biji lengkeng bukan sekadar aksesori, melainkan unsur dominan.

Susunan biji lengkeng berwarna hitam mengilap yang tertata rapi menambah kesan klasik dan elegan. Mula-mula Sugiyanti menyusun biji lengkeng pada floral foam berbentuk bola. Ia membuat bola tiruan berdiameter 15 cm itu dari 3 buah floral foam. Sugiyanti Gowijaya lantas membungkus bola itu menggunakan silver dust. Selanjutnya, Anggota Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) Jakarta Selatan itu menempelkan satu per satu biji lengkeng hingga menutup seluruh permukaan bola.

Untuk membuat tangkai buket, Sugiyanti menggunakan 4 batang besi bunga yang dililit dengan tisu dan pita karung goni. Sebagai hiasan, ia meletakkan echeveria berwarna hijau dan perak, bunga pinus, serta tillandsia di bagian atas bola. Biji lengkeng yang biasanya menghuni tempat sampah pun bersalin rupa menjadi buket pengantin yang atraktif.

Buket bunga unik karya Sugiyanti Gowijaya terbuat dari kumpulan biji lengkeng

Buket bunga unik karya Sugiyanti Gowijaya terbuat dari kumpulan biji lengkeng

Bumbu dapur

Menurut Novembriati, dewan penasihat IPBI Jakarta Selatan, saat ini kreativitas perangkai bunga tidak saja bertumpu pada materi flora, tetapi sudah berkembang. Mereka memakai materi lain seperti biji buah, bumbu dapur, dan kacang-kacangan. “Rangkaian menjadi unik sebab materi yang digunakan tak lazim,” kata Novembriati.

Iin Pratiwi di Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, misalnya, membuat buket tak biasa dengan memanfaatkan biji pinang yang tumbuh di depan rumahnya. Iin mengeringkan dahulu biji pinang selama sepekan sebelum digunakan agar teskturnya lebih terlihat. Ia mengikat setiap biji anggota Arecaceae itu pada sebilah bambu sepanjang 20 cm menggunakan kawat. Selain biji pinang, perempuan berusia 44 tahun itu juga menambahkan keluwek Pangium edule pada buket berhias mawar kuning, sulur markisa, dan babys breath itu.

Miniatur kelopak bunga dalam rangkaian karya Lily Sastra  menggunakan biji petai cina kering yang ditempel pada rangka kawat ayam

Miniatur kelopak bunga dalam rangkaian karya Lily Sastra menggunakan biji petai cina kering yang ditempel pada rangka kawat ayam

Rangkaian lain yang berasal dari bumbu dapur karya Rining Wahyu di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, pun tak kalah indah. Rining membuat rangkaian penghias meja dengan cara menata floral foam di atas wadah berbahan besi berbentuk mirip rangka daun. Di atas floral foam itu, ia menancapkan daun ruskus, mawar salem, dan kalatea kuning. “Untuk menutup rangka wadah, saya menyelubunginya dengan batang kayu manis utuh,” ujar Rining. Adapun untuk aksesori rangkaian, ia mengambil biji pala lalu melilitnya dengan tali berwarna emas.

Baca juga:  Mulsa Pegagan

Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) IPBI Jakarta Selatan, Lucia Raras, menuturkan materi biji-bijian jarang digunakan untuk rangkaian sebab identik kurang cantik. Namun, dengan penguasaan teknik merangkai bunga yang baik dan padu padan yang tepat, materi yang terkesan biasa pun bisa tampil istimewa. “Biji-bijian yang digunakan bisa menjadi elemen utama maupun aksen tambahan dalam rangkaian,” kata Lucia Raras.

Kreativitas para perangkai bunga tidak hanya bertumpu pada materi flora saja (kiri ke kanan: Sugiyanti, Gowijaya, Lucia Raras, Resty Budiman, Iin Pratiwi, Novembriati, Rining Wahyu, Lily Sastra)

Kreativitas para perangkai bunga tidak hanya bertumpu pada materi flora saja (kiri ke kanan: Sugiyanti, Gowijaya, Lucia Raras, Resty Budiman, Iin Pratiwi, Novembriati, Rining Wahyu, Lily Sastra)

Kacang-kacangan

Resty Budiman di Cibubur, Jakarta Timur, malahan berhasil menyajikan sebuah rangkaian cantik dari ribuan biji kacang hijau yang tertata apik pada pola berbentuk donat. Pola itu terbuat dari dua potong kertas karton yang disatukan dan menyisakan ruang kosong di bagian tengah. Pada permukaan donat itu, Resty menempelkan kacang hijau yang sudah berlumur lem. “Meski proses merangkainya cukup mudah, tetapi menata kacang hijau pada rangkaian harus telaten sebab ukurannya sangat kecil,” kata Resty.

Buket bunga cantik bernuansa hangat karya Iin Pratiwi terdiri atas kombinasi biji pinang, keluwek, dan mawar kuning

Buket bunga cantik bernuansa hangat karya Iin Pratiwi terdiri atas kombinasi biji pinang, keluwek, dan mawar kuning

Setelah semua biji tertata rapat dan rapi, ia meletakkan lumut dan tillandsia berwarna senada dengan biji kacang di bagian tengah rangkaian. Agar tidak terkesan monoton, ia menyematkan anggrek bulan putih yang dibuat melengkung. “Rangkaian ini cocok untuk menghias sudut ruangan,” tutur Resty.

Rangkaian karya Lily Sastra di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, tak kalah unik. Mengusung gaya modern arrangement, Lily memadukan petai cina kering dengan gerbera jingga dan kuning, serta krisan hijau. Sekilas rangkaian itu miniatur bunga yang sedang mekar. “Materi di bagian tengah berupa bunga mewakili benang sari dan putik,” kata Lily. Sementara kelopak bunga terbuat dari susunan biji petai cina kering yang ditempel pada rangka kawat ayam.

Baca juga:  Upaya Mencintai Kucing

Lily menuturkan membuat rangkaian dengan materi biji kering sebagai elemen utama mendatangkan keuntungan lantaran tahan lama. “Jika bunga layu bisa diganti dengan yang baru,” katanya. Ia berujar rangkaian itu pas diletakkan pada vas tinggi untuk menghias meja atau pemanis ruangan. Viola, kini biji-bijian pun tampil menawan dalam rangkaian berkat kreativitas para perangkai bunga. (Andari Titisari).

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments