Kopi bebas hama penggerek buah memiliki harga tinggi lantaran kualitas terjaga

Kopi bebas hama penggerek buah memiliki harga tinggi lantaran kualitas terjaga

Hama kopi nomor satu itu terjebak aroma pengundang selera makan.

Aroma kopi yang mulai ranum menguar dari dalam botol bekas air mineral 1.500 ml. Penggerek buah kopi Hypothenemus hampei tergoda dan mendekati sumber aroma setelah masuk melalui celah di botol itu. Sayang, setelah di dalam botol, serangga itu tak menemui satu pun buah kopi matang yang menguarkan aroma khas. Yang ada justru air sabun yang menenggelamkannya. Ia meregang nyawa di dalam botol usai mengejar aroma kopi.

Satu per satu serangga pun terjebak sehingga tingkat serangan di lahan berkurang. Perangkap maut bagi penggerek buah kopi itu karya peneliti di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka), Jember, Jawa Timur, Ir Soekadar Wiryadiputra SU. Perangkap itu menggunakan atraktan atau senyawa yang menarik serangga untuk mendekat. Perangkap sejenis biasanya menggunakan senyawa feromon yang berguna untuk menarik serangga jantan untuk berkopulasi.

Aroma kopi

Soekadar membuat perangkap hama kopi dengan sumber pakan, lazimnya disebut kairomon. “Lebih efektif karena jantan dan betina tertarik,” kata Soekadar. Pada perangkap feromon, hanya jantan yang tertarik untuk masuk. Soekadar memberi nama senyawa buatannya itu Hypotan, akronim dari kata Hypothenemus— genus serangga penggerek—dan atraktan alias pemikat. Ia mengambil senyawa kairomon itu dari buah kopi yang mulai mengeras, yang menarik serangga untuk menghampiri.

“Ibaratnya aroma satai atau durian yang menyengat mengundang manusia untuk datang,” kata Magister bidang Hama dan Penyakit alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu. Penggerek menyerang saat buah mulai mengeras atau 6—7 bulan sejak bunga gugur. “Di Jawa menyerang pada Februari—awal Maret,” kata Soekadar.

Baca juga:  Diskusi dan Belajar Kopi

Penggerek buah adalah hama utama kopi: tingkat kerugian akibat serangan mencapai 80%. Menurut Dr Suputa, ahli serangga dari Universitas Gadjah Mada, serangga yang menggerek buah kopi adalah fase larva. “Pada fase itu, Hypothenemus hampei membutuhkan banyak asupan nutrisi untuk pertumbuhan,” ujar pengampu mata kuliah Taksonomi Serangga pada program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada itu. Serangga dewasa meletakkan telur dalam buah dengan membuat lubang. Saat menetas, larva langsung menggasak buah dari dalam.

Menurut Soekadar, hypotan efektif dan ramah lingkungan. “Hypotan hanya menjebak penggerek buah, tidak termasuk serangga lain yang tidak menyerang kopi,” kata Soekadar. Di lahan sehektar dengan jarak tanam 2,5 m x 2,5 m, para pekebun cukup memasang 25 perangkap dengan jarak antarperangkap 5—10 m. “Setiap perangkap berisi 1 saset (10 ml) hypotan. Penggantian cukup 2 bulan sekali,” kata Soekadar. Perangkap itu dipasang di tiang setinggi 1,5 meter. Harga satu saset hanya Rp6.000. (Lihat ilustrasi)

Soekadar Wiryadiputra menggunakan aroma kopi untuk menarik serangga penggerek buah kopi

Soekadar Wiryadiputra menggunakan aroma kopi untuk menarik serangga penggerek buah kopi

Beragam cara

Pekebun kopi di Gambung, Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Pitno Suparno, merasakan manfaat hypotan. Sebelum menggunakan hypotan ia merugi lantaran 40% dari 6 ton buah kopi robusta rusak sehingga gagal panen. Dengan harga kopi gelondong basah Rp6.000 per kg, ayah 1 anak itu pun rugi Rp14.400.000. Setelah menggunakan hypotan, pada panen April 2014, serangan penggerek buah berkurang hingga 20%. Kerugian Pitno pun berkurang separuh, berganti dengan peningkatan pemasukan dari penjualan biji kopi.

Menurut Suputa, ada beragam cara untuk mengendalikan hama nomor satu pekebun kopi itu. Pertama dengan sanitasi kebun setelah panen. “Petik semua buah saat panen, meski sebagian masih muda. Bersihkan buah yang jatuh agar tidak menjadi inang penggerek buah kopi,” kata Suputa. Kedua dengan parasitoid Cephalonomia stephanoderis. Serangga parasit itu membunuh larva penggerek buah kopi dengan bertelur di dalam larva dan

Baca juga:  Rawat Taman Vertikal

Cara ketiga dengan musuh alami serangga Crematogaster sp yang memakan telur dan larva penggerek buah. Cara terakhir menggunakan cendawan parasit Beauveria bassiana yang membuat spora di tubuh larva penggerek. Mengatasi serangan penggerek buah kopi dengan aroma kopi merupakan cara terbaru untuk mengatasi hama nomor wahid itu. Undanglah serangga untuk makan, datang, dan terperangkap. Nasib penggerek berakhir di dalam botol. (Bondan Setyawan)

Terjebak Aroma

 

535_ 125

 

  1. Siapkan botol air mineral 1.500 ml, air sabun krim, dan 1 saset hypotan.
  2. Masukkan hypotan yang sudah disobek bungkusnya ke dalam botol secara menggantung.
  3. Buat 2 lubang berbentuk persegi panjang dengan panjang 6 cm dan lebar 4 cm secara berhadapan.
  4. Isi botol air mineral dengan air sabun setinggi 2 cm dari dasar botol.
  5. Pasang perangkap di tiang setinggi 1,5 m. Letakkan perangkap dengan jarak antarperangkap 5—10 m.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d