Kontra Keto

Hingga kini diet ketogenik masih menjadi perdebatan. Ada yang setuju, ada juga yang tidak sepaham. Dokter spesialis gizi klinis di Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta, dr. Nanny Djaja, Sp.GK “Diet ketogenik termasuk diet yang tidak seimbang. Kami tidak menganjurkan penyandang obesitas menjalani diet ini karena karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh.”

Menurut Nanny setiap hari sel-sel otak membutuhkan minimal 130 gram karbohidrat sebagai sumber energi utama. Dokter lain, dr. Nafrialdi, Ph.D., SpPD, SpFK, juga menentang diet ketogenik. Menurut dokter ahli Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Bunda Kota Depok, Jawa Barat, itu seseorang yang menjalani diet ketogenik justru sangat sulit untuk menurunkan bobot tubuh. Sebab, pola makan justru tidak seimbang.

Rentan stres

Trubus Juni 2018 Highrest.pdfDokter Sari Purnama berpendapat serupa. Dokter alumnus Universitas Padjadjajaran itu menuturkan bahwa seseorang yang melakukan diet keto justru sangat sulit untuk menurunkan bobot tubuh. “Orang yang melakukan diet ketogenik rata-rata bobot badannya tidak turun. Begitu juga kondisi tubuhnya mengeluarkan banyak air,” ujar Sari. Tubuh memerlukan asupan makanan yang seimbang, seperti karbohidrat, lemak, serat, protein, hingga mineral.

Sementara diet ketogenik justru hampir tidak makan karbohidrat. Setidaknya, karbohidrat yang disarankan adalah karbohidrat kompleks, minimal 12 gram per hari. Pembagian asupan zat gizi makro sebaiknya terdiri dari karbohidrat 60%, protein 15%, dan lemak 25% dari total kebutuhan kalori. Pembagian itu berdasarkan fisiologi tubuh. Dalam jumlah yang ideal itu, tubuh bisa menerima dan memanfaatkan zat gizi yang masuk ke dalam tubuh.

“Kalaupun bobot tubuh bisa turun sebenarnya diet keto itu hanya menyusutkan kadar air dalam tubuh. Air dalam tubuh kita itu fungsinya mengikat karbohidrat. Tetapi, ketika tidak ada asupan karbohidrat, maka air akan dilepaskan karena tidak mengikat apa-apa,“ ujar Sari. Menurut Sari diet ketogenik menyebabkan fungsi otak tidak bekerja dengan maksimal karena kurangnya asupan karbohidrat.

Hal itu akan memengaruhi daya tangkap orang yang sedang menjalani diet minim karbohidrat akan membuat otak jadi lambat berpikir. “Otak bisa jadi lemot (lambat berpikir, red), karbohidrat itu nutrisi untuk otak, ketika karbohidrat dikurangi, artinya mengurangi asupan nutrisi ke otak,” ujar Sari. Diet keto juga memicu stres. Saat tubuh kekurangan karbohidrat otak tidak dapat bekerja dengan optimal sehingga membuat orang mudah stres.

“Diet rendah karbohidrat itu bikin stres. Karena otak kita bekerja perlu karbohidrat. Stres itu bisa terjadi saat sel otak kekurangan energi. Seseorang yang menjalani diet rendah lemak akan lebih sulit berpikir dan lebih emosional,” ujar dr. Sari. Diet terbaik yang bisa dilakukan adalah menjalankan pola makan yang seimbang. Jika ingin diet, idealnya memang dilakukan secara bertahap dan lewat pemeriksaan medis terlebih dahulu. (Tiffani Dias Anggraeni)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x