Kontes Tanaman Hias Trofi Untuk Lucia 1

Adu cantik aglaonema dan anthurium. Lucia tampil terbaik.

Lucia Lukas, juara pertama kategori aglaonema merah di kontes aglaonema di Semarang, Jawa Tengah.

Lucia Lukas, juara pertama kategori aglaonema merah di kontes aglaonema di Semarang, Jawa Tengah.

Penampilan aglaonema lucia lukas dalam balutan pot keramik putih itu memang aduhai. Tajuk tanaman kompak dengan susunan daun rapi dan mulus. Komposisi daun tampak merata sehingga cantik dilihat dari segala arah. Setiap daun memamerkan kombinasi warna kuning, hijau, dan merah. Penampilan lucia lukas yang menawan itu sukses mengantarkannya sebagai juara pertama di kelas aglaonema merah pada kontes aglaonema dan anthurium di Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Light of Diamond, juara ketiga kategori aglaonema merah di kontes aglaonema di Semarang, Jawa Tengah.

Light of Diamond, juara ketiga kategori aglaonema merah di kontes aglaonema di Semarang, Jawa Tengah.

Juri kontes aglaonema terdiri atas Yayus Irwanto, Kus Endryono, dan Teguh K. Lucia lukas mengalahkan moonlight milik Andi dan light of diamond milik Datuk Hendry yang meraih peringkat kedua dan ketiga. Yayus menuturkan sosok lucia lukas betul-betul mendekati ideal. “Pertumbuhan, warna, dan corak daunnya stabil. Selain itu, kesehatan tanaman juga prima sehingga penampilan lucia lukas kian sempurna,” ujar Yayus.

Kualitas

Pemilik lucia lukas, Eno Kesabi, amat senang klangenannya meraih juara pertama pada kontes itu. “Kemenangan ini di luar dugaan sebab nyaris semua aglaonema yang turun arena berpenampilan prima,” katanya. Ketekukan Eno merawat lucia lukas rupanya berbuah manis. Pria ramah itu memberikan perawatan intensif seperti pemupukan, penyiraman, dan pemakaian media yang tepat. Penggantian media dilakukan setiap 5 bulan bersamaan dengan pemberian pupuk lambat urai. Setiap dua pekan ia menyemprotkan fungisida dan bakterisida untuk menghalau serangan penyakit.

Snow White milik Yusuf di Yogyakarta, juara pertama kategori aglaonema  nonmerah di kontes aglaonema di Semarang, Jawa Tengah.

Snow White milik Yusuf di Yogyakarta, juara pertama kategori aglaonema nonmerah di kontes aglaonema di Semarang, Jawa Tengah.

Di kelas aglaonema nonmerah, snow white milik Yusuf dari Yoygakarta juga sukses meraih gelar juara pertama. Sosok tanaman rimbun dan kokoh. Lembar daun yang berwarna dasar putih berpadu apik dengan titik-titik hijau yang tersebar di tepi dan tulang utama daun. Tanaman juga terlihat sehat terbukti dengan tidak adanya lembar daun yang cacat. Yusuf menyempurnakan penampilan tanaman dengan balutan pot keramik berwarna putih senada dengan warna daun.

Baca juga:  Anjing Jumbo Asal Tibet

Di peringkat kedua muncul snow white milik Dimas Hendra dari Yogyakarta. Meski gagal merebut juara pertama, Dimas tidak berkecil hati. Ia cukup senang lantaran klangenannya mampu bersaing dengan aglaonema-aglaonema lain yang berkualitas. Dimas serius merawat aglaonema berumur 4 tahun itu. Ia memilih media tanam berupa 25% sekam mentah, 20% sekam bakar, 25% pakis, 20% pasir malang, dan 10% sabut kelapa. Ia meletakkan tanaman di bawah jaring berlapis dengan intensitas cahaya 55%.

Perebutan gelar juara di kontes anthurium juga berlangsung ketat. Panitia membagi anthos oura itu menjadi 10 kelas. Juri yang bertugas terdiri atas Iskandar Laksamana (Jakarta), Komarudin (Salatiga), dan Galuh (Karanganyar). Iskandar menuturkan penilaian kontestan meliputi 45% karakter, 30% performa, dan 25% kesehatan. Pertarungan paling sengit terjadi di kelas mangkuk dan variegata. Juri sepakat mengukuhkan anthurium mangkuk milik Dedi dari Bandung sebagai juara pertama di kategori varian mangkuk madya.

582 97

Tren

Kontes Tanaman Hias Trofi Untuk Lucia 2Snow White milik Dimas di Yogyakarta, juara kedua kategori aglaonema nonmerah di kontes aglaonema di Semarang, Jawa Tengah. ” width=”148″ height=”133″>

Snow White milik Dimas di Yogyakarta, juara kedua kategori aglaonema nonmerah di kontes aglaonema di Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Iskandar anthurium mangkuk milik Dedi layak juara sebab berpenampilan menarik dan berkarakter kuat. Pertumbuhan daun juga seragam. Jarak antar daun pun rapat dan karakter daun berserat tegas. Urat-urat nan tebal menghiasi setiap daun. Penampilan tanaman makin mempesona sebab setiap daun tampak bebas cacat. Iskandar menuturkan perawatan tanaman sebelum kontes merupakan kunci untuk meraih gelar juara. “Pehobi harus pandai memilih tanaman yang berkualitas dan memiliki bakat untuk diikutkan kontes,” ujarnya.

Kualitas prima, karakter kuat, dan daun tebal bermula dari indukan yang bagus. Perawatan berupa penyiraman juga harus rutin dilakukan, setidaknya 2 hari sekali. Pehobi bisa menyesuaikan penyiraman berdasarkan media yang dipakai, yang penting jangan terlalu basah namun juga jangan terlalu kering. Sementara pemupukan setiap 2 pekan. Pehobi juga harus memastikan tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup dan media tanam porous.

582 98-1

Juara pertama di kontes anthurium di Semarang, Jawa Tengah.

Lomba aglaonema dan anthurium yang berlangsung pada 1 April 2018 itu merupakan bagian dari gelaran bursa dan kontes tanaman hias yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. Menurut kepala bidang hortikultura, Ir. Catur Wahyudi, M.P., kontes yang diikuti oleh anggota komunitas aglaonema dan anthurium dari berbagai kota di Pulau Jawa itu berlangsung meriah. “Ini membuktikan sektor tanaman hias, khususnya agalaonema dan anthurium, masih bergairah,” ujar Wahyudi.

Juara pertama kontes anthurium kelas variegata madya kontes anthurium di Semarang, Jawa Tengah.

Juara pertama kontes anthurium kelas variegata madya kontes anthurium di Semarang, Jawa Tengah.

Panitia mencatat sekitar 92 pot aglaonema dan 182 pot anthurium turut serta dalam kontes. Peserta datang dari berbagai kota seperti Surakarta dan Semarang.

Kepala bidang hortikultura, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Catur Wahyudi, M.P.

Kepala bidang hortikultura, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Catur Wahyudi, M.P.

Menurut Wakil DPRD Provinsi Jawa Tengah, Drs. Heri Pudyatmoko, rencananya pada 2018 akan dilaksanakan 4 kali kontes tanaman hias yakni anthurium, aglaonema, adenium, dan sansevieria. “Kami ingin menaikkan lagi pamor tanaman hias di tanah air, terutama di Jawa Tengah,” ujarnya. (Andari Titisari/Peliput: Tiffani Dias Anggraeni) 

Baca juga:  Vitamin E

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments