Kontes Tanaman Hias Surabaya: Semarak Beradu Elok 1
Juara RCN B milik Gunawan Salim asal Jakarta.

Juara RCN B milik Gunawan Salim asal Jakarta.

Kontes tiga jenis tanaman hias di Surabaya, Jawa Timur, berlangsung semarak.

Hendri Susanto menolak anggapan adenium tengah redup. “Adenium tetap berjaya dan hidup sentosa di tangan pehobi,” ujar pehobi di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, itu. Lihat saja saat kontes terakhir di Giant Square, Surabaya, 125 adenium tampil memesona. “Para pehobi mempersembahkan adenium-adenium berpenampilan menawan,” kata Rusmadi, juri kontes asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Juara Arabicum A milik Hendri Susanto asal Surabaya.

Juara Arabicum A milik Hendri Susanto asal Surabaya.

Para pehobi adenium dari berbagai kota seperti Jakarta, Bekasi, Gresik, Kediri, Jember, dan Nganjuk mengikutsertakan koleksi terbaiknya. Total jenderal terdapat 125 pot adenium yang bertarung dalam 13 kelas (lihat tabel: Kampiun Adenium). Mereka menurunkan tanaman-tanaman baru untuk bersaing dengan tanaman lama yang
memiliki percabangan sempurna.

Bergairah
Rusmadi bersama Agustinus (Surabaya) dan Nur Wahid (Yogyakarta) menentukan sang jawara di setiap kelas. Mereka menilai berdasarkan arah gerak, tata letak, dan proporsi. Perebutan gelar juara di kelas ra chinee pandok (RCN) B berlangsung paling ketat. Setelah melalui proses penjurian selama dua jam, arabicum bernomor pot 03 milik Gunawan Salim keluar sebagai pemenang dan berhak memperoleh piala walikota.

Juara Variegata Madya Mix milik Aris Kebun Rengkek asal Sidoarjo, Jawa Timur.

Juara Variegata Madya Mix milik Aris Kebun Rengkek asal Sidoarjo, Jawa Timur.

“Kesan pertama tanaman sangat memikat, penampilannya matang, dan sehat,” ujar Rusmadi. Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MS membuka pameran tanaman hias yang berlangsung pada 1—10 Mei 2015. Ekshibisi itu membuktikan dunia tanaman hias masih bergairah. Penyelenggara kontes Komunitas Kampung Sansevieria Surabaya (KSS) dan Dinas Pertanian Kota Surabaya.

Selain adenium, panitia juga menyelenggarakan kontes sansevieria. Sebanyak 130 pot tanaman turun arena. Pemiliknya datang dari Jawa Timur (Surabaya, Ngawi, Madiun, Sidoarjo, Kediri, dan Malang), Jawa Tengah (Wonosobo), Riau (Pekanbaru), Batam, dan Jakarta. Panitia membagi tanaman menjadi 13 kelas (lihat tabel: Juara Sansevieria) untuk dinilai tim juri yang terdiri atas Sapto Nugroho (Surabaya), M. Hatta (Jakarta), Febri Widhi Armanu (Magelang), dan Irwan Heriana (Surabaya).

Juara Variegata Small B Flat leaf milik Fian asal Malang, Jawa Timur.

Juara Variegata Small B Flat leaf milik Fian asal Malang, Jawa Timur.

Sapto Nugroho menuturkan pengetahuan pehobi mengenai sansevieria yang layak mengikuti lomba semakin meningkat. Mereka menurunkan tanaman-tanaman yang memenuhi kriteria penilaian meliputi kesan pertama, kesehatan, kematangan, kekompakan, dan keserasian. Itu sebabnya, kualitas setiap jenis tanaman nyaris sempurna
dengan perolehan poin terpaut tipis.

Cemara udang, Best Seven Kelas Prospek.

Cemara udang, Best Seven Kelas Prospek.

Bonsai
Kesiapan mengikuti lomba juga tampak pada peserta kontes bonsai. Meskipun berskala lokal, antusiasme pehobi sangat tinggi. Total jenderal terdapat 84 pot bonsai milik pehobi di Surabaya, Madura, dan Mataram, beradu indah di arena kontes. Mereka memperebutkan peringkat sepuluh besar dan tujuh besar, masing-masing pada kategori madya dan prospek.

Baca juga:  Pembawa Damai Nan Elegan

Moch. Umar HS, juri asal Surabaya, menuturkan setiap bonsai harus lolos kriteria penilaian seperti penampilan, gerak dasar, keserasian, dan kematangan. “Secara keseluruhan mutu tanaman sangat mantap, tetapi kami harus
memutuskan bonsai-bonsai terbaik yang layak menembus 10 dan 7 besar. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *