Kink Dien, peraih best of the best kontes serama ASEAN V.

Kink Dien, peraih best of the best kontes serama ASEAN V.

Berlaga lima menit, lima kali juara, terbaik di kontes ASEAN kelima. Itulah Kink Dien.

Keriuhan terjadi di ruang serbaguna bawah tanah Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Ratusan penonton bersorak-sorai sambil bertepuk tangan, ada pula yang berjoget. Mereka bukan sedang menonton konser musik, tetapi memberi semangat kepada lima serama yang berlaga di atas meja berkarpet hijau. Itulah laga final untuk memperebutkan gelar best of the best (BOB) pada kontes serama piala ASEAN ke-5 pada 13 Desember 2015.

Di laga final itu stamina kelima serama benar-benar diuji. Maklum, waktu penjurian lebih lama dibandingkan laga kelas lain. “Pada laga final serama tampil selama lima menit, sedangkan pada laga sebelumnya seperti jantan remaja, jantan muda, dan jantan dewasa serama hanya tampil tiga menit,” kata Karjono, juri asal Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.

Gelar kelima
Pada awal laga kelima serama yang terbaik dari kelas jantan remaja, jantan muda, jantan tanpa lawi, dewasa A, dan dewasa B aktif menunjukkan kemampuan terbaik. Namun, menjelang akhir laga hanya 2 finalis yang tetap aktif bergaya, yaitu serama di meja nomor 9, Kink Dien, dan meja nomor 8, Sadewa. Setelah lima menit penjurian, akhirnya tiba waktu penghitungan suara.

Suasana tegang menyelimuti para pemilik serama. Kink Dien dan Sadewa memang bersaing ketat. Pada perhitungan suara mereka sempat mendapat jumlah suara sama, yaitu 2. Satu suara lagi akan menentukan pemenang. Suasana pun sempat hening sejenak menjelang pembacaan suara juri terakhir. Akhirnya juri mengumumkan suara terakhir jatuh pada nomor 9.

Sorak-sorai penonton yang begitu membahana menyambut pengumuman itu. Senyum sumringah pun tampak di wajah sang empunya, Ahmad Yusuf dari Jakarta Team. “Ini adalah gelar best of the best (BOB) yang kelima dari enam kontes yang diikuti Kink Dien sepanjang 2015,” kata Yusuf. Prestasi Kink Dien memang mentereng pada tahun kambing kayu. Selain gelar BOB, serama asal Malaysia itu juga menjadi yang terbaik di laga bintang sebanyak 2 kali.

Baca juga:  Pertemuan Media Biotek

Juri asal Malaysia, Sahasdi Bin Yusoff, menuturkan Kink Dien memang layak menjadi yang terbaik. “Gayanya lebih bagus dan ia rajin berkebas di atas meja,” kata Pengerusi Kelab Pengadilan Ayam Serama Kelantan Malaysia itu. Hal serupa disampaikan Eka Andry, juri asal Jember, Jawa Timur. “Ia (Kink Dien, red) lebih menguasai meja. Ia lebih banyak berjalan dan bergaya dibandingkan dengan yang kedua (Sadewa, red),” katanya.

Bersaing ketat
Sejatinya finalis kedua juga tampil mentereng. Nik Ibrahim Nik Daud, juri asal Kelantan, Malaysia, menuturkan kedua serama (Kink Dien dan Sadewa, red) layak juara. Makanya, “Persaingan pun sangat ketat,” kata Pok Nik—sapaan Nik Ibrahim Nik Daud. Sementara menurut Pak Cik—sapaan Sahasdi Bin Yusoff gaya Sadewa cantik. “Namun, ia sempat menunduk atau mau mematuk sedikit,” ujarnya.

Andry menuturkan kalau dilihat dari konstruksi tubuh Sadewa lebih selam dibandingkan Kink Dien. “Namun, dia (Sadewa, red) sempat menampakkan keadaan tidak bergaya, diam, dan garuk-garuk,” katanya. Persaingan ketat juga terjadi di kelas laga bintang jantan dewasa yang diikuti 16 peserta. Bahkan para juri harus menilai ulang 2 serama yang memiliki poin sama untuk menentukan posisi juara pertama dan kedua. Akhirnya gelar juara pun jatuh ke Pelor Mas milik Fajar Panser dari Bali.

Berbeda dengan Kink Dien dan Pelor Mas. Ampera justru melenggang mulus dalam laga perebutan gelar best of chick (BOC). Serama milik Dian Eka dari Palembang, Sumatera Selatan, itu berhasil memperoleh suara bulat. Seluruh juri, 5 orang, menobatkan serama yang baru pertama kali berlaga di kontes itu sebagai yang terbaik. Ampera memang layak jadi juara. Penampilannya atraktif dari awal hingga akhir laga.

Secara keseluruhan kontes serama ASEAN V berlangsung sukses. Total jenderal ada 247 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia. Dilihat dari jumlah peserta, kontes kali ini memang ada penurunan dibandingkan tahun lalu yang mencapai 339 ayam. Namun dari segi penampilan, kualitas serama tahun ini meningkat. Buktinya di hampir semua kelas persaingan ketat antarpeserta tak terhindarkan. Presiden Serama Indonesia, Edy Yuwono, pun yakin kualitas serama Indonesia akan terus meningkat setiap tahunnya. (Rosy Nur Apriyanti)

Baca juga:  Menanam Dalam Kantong

 

Juara

Serama Pemilik Asal
Kelas Anakan Jantan A (15 peserta)

1

Ampera Dian EKS Palembang

2

Badai Jr Badais Pamekasan

3

Jala Raksi Rudy Trenggalek
Kelas Anakan Betina A (22 Peserta)

1

Putri Nn Derly Serdebbo

2

Luka Hati Luda Diri Stro RSK Blitar

3

Mukacino Alex PASS Semarang
Kelas Anakan Jantan B (17 Peserta)

1

Baby Pesona Jakarta Team Jakarta

2

Pallawa Zaenal SIC Makassar

3

Rela Medi Trenggalek
Kelas Anakan Betina B (8 Peserta)

1

Nyenga Nyeh Guntoro SIC Surabaya

2

Pring Kuning Stro RSK Blitar

3

Suleha Resa Hias Pinrang
Kelas Remaja Jantan (27 Peserta)

1

Bakuryu Daeng Parani Goa, Sulsel
2 Puncak Jaya Tedy Surabaya
3 Rama Aldi Pasora Karanganyar
Kelas Remaja Betina (23 Peserta)
1 Melatie Pote Guntoro SIC Surabaya
2 Gerbang Raja 2 Dedy Jakarta
3 Srinthil Iwan Pendowo Yogyakarta
Kelas Jantan Muda (29 Peserta)
1 Sri Penang Riski Serama Makassar Makassar
2 Srigala Emas Seto Panser Sumenep
3 Punggawa Zainal SIC Makassar
Kelas Jantan Tanpa Lawi (17 Peserta)
1 Kink Dien Jakarta Team Jakarta
2 Burger Kill Wahib PSK Pandaan
3 Gara Aldi Suswan Passo Karanganyar
Kelas Betina Dewasa (20 Peserta)
1 Kamasutra Jakarta Team Jakarta
2 Rere Mbah Waluki Serdebbo
3 Sabina Yadi Farel S. Jember
Kelas Jantan Dewasa A (16 Peserta)
1 Sadewa Serama Kencana BST
2 Archy Dadang Bandung
3 Ambasador Sulton Serasi Sidoarjo
Kelas Jantan Dewasa B (11 Peserta)
1 Sanrego Zaenal SIC Makassar
2 Kamasutra Jakarta Team Jakarta
3 Pelor Mas Mr. Fajar Panser Bali
Kelas Jantan Dewasa Ekshibisi (15 Peserta)
1 Bimo Kurdo I Cref Pandawa Yogyakarta
2 Tom Cruise Indit Bascom Purwokerto
3 Bento A.Icca Hias Pinrang
Kelas Laga Bintang Anakan (6 Peserta)
1 Mokacino Alex Sunni PASS Semarang
2 Putri Tergoda Indra Teratai Purbalingga
3 Allegro Iwan Pandawa Yogyakarta
Kelas Laga Bintang Betina (6 Peserta)
1 Beauty Star Tommy SPJ Jombang
2 Kama Sutri Yadi Farel Seroja Jambi
3 Srintil Iwan Pandawa Yogyakarta
Kelas Laga Bintang Jantan Dewasa (16 Peserta)
1 Pelor Mas Mr. Fajar Panser Bali
2 Sri Penang RSCM SIC
3 Sadewa Serama Kencana BST
Best  of Chick (BOC)
Ampera Dian EKS Palembang
Best of The Best (BOB)
Kink Dien Jakarta Team Jakarta

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d