Semula nakal, Dora kini menjadi anjing penurut. Ia meraih banyak penghargaan.

Aksi Dora saat free style.

Aksi Dora saat free style.

Dora duduk tenang dalam batas lingkaran. Matanya menantap sang pemilik, Martinius Nata, tanpa kedip. Walaupun digoda anjing lain atau makanan, ia bergeming. Dora baru beranjak ketika Martinius memerintahkannya berdiri. Tepuk dan gumam kagum penonton dan peserta lain pun terdengar begitu Martinius menyuruhnya bergerak. Dora menjadi juara pertama kelas place itu.

Dalam kelas itu, anjing harus duduk diam dalam lingkaran tanpa boleh berdiri apalagi berpindah tempat. Penampilan anjing berdarah campuran (mixed breed, red.) itu memukau di banyak kelas seperti kelas free style. Ia duduk dengan tenang lalu mengangkat sepasang kaki depan sesuai perintah sang pemilik. Hanya dengan isyarat tangan dan gestur kecil dari Martinius, Dora langsung bergerak dengan yakin.

Ia berlari mengikuti Martinius, melingkari kaki sang pemilik membentuk angka delapan, melompat, dan berbagai gerakan lain. Pengunjung dan peserta lain menatap kagum kekompakan dora dan Martinius yang ibarat pasangan duet itu. Kelas free style itu salah satu kelas teramai dalam kontes anjing Fun Champ di kompleks Alam Sutera, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pada 19 Maret 2017.

Cepat belajar

Thamrin Kim (berkacamata) dan Martinius Nata pemilik Dora.

Thamrin Kim (berkacamata) dan Martinius Nata pemilik Dora.

Dora, anjing berumur 5 tahun itu menjuarai kelas place, running, dan sprint serta menjadi runner up 2 kelas lain. Ia mempersembahkan 5 trofi untuk Martinius. Keruan saja pria yang tinggal di Jakarta Pusat itu bangga. Padahal, semula Martinius sempat putus asa dengan tingkah laku Dora. Anjing pemberian temannya itu terkesan hiperaktif dan suka bermain.

Akibatnya rumah Martinius berantakan, bahkan berbagai perabotannya rusak akibat keusilan dora. Wiraswastawan itu pernah bertekad membuang dora sampai 6 bulan lalu ia mendengar tentang sekolah anjing. Martinius pun tertarik mengikutkan dora ke sekolah di Sunter, Jakarta Utara itu. Hasilnya mengejutkan, dora cepat belajar bahkan langsung memiliki bonding atau ikatan yang sangat baik terhadapnya.

Mozza dapat menyelesaikan sprint wave dengan baik.

Mozza dapat menyelesaikan sprint wave dengan baik.

Martinius menyatakan bahwa dora bisa belajar dengan cepat lantaran lincah, senang bermain, dan mudah diiming-imingi makanan. Untuk memperkuat ikatan dengan Dora, ia rutin menyisihkan minimal sejam setiap hari untuk bermain dengan anjing kesayangannya itu. Kunci keberhasilan pelatihan anjing terletak di tangan pemiliknya sendiri. ”Selalu sayang dan jangan mudah putus asa,” kata Martinius.

Baca juga:  Anjing Jumbo Asal Tibet

Menurut penggagas Fun Champ, Thamrin Kim, kontes itu merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan sekolah anjing Fun Smart Academy. Sekolah itu membentuk kepribadian dan keterampilan anjing serta melatih anjing agar pintar, tertib, tenang dan terkontrol. Fasilitas di Fun Smart Academy mendukung peningkatan keterampilan anjing dalam memahami perintah free style, agility, proteksi, obedience, dan pelatihan karakter.

Berkembang

Sakura beraksi saat freestyle.

Sakura beraksi saat freestyle.

Pada gelaran Fun Champ 11 kali itu diselenggarakan untuk internal dengan 17 anjing peserta. Jenis lomba yang digelar antara lain running, place, free syle, sprint jump, sprint wave, dan fashion show. Semua lomba itu bertujuan menguji kemampuan anjing dan kerjasama dengan pemiliknya. Lomba juga bertujuan agar para murid tidak bosan dan selalu berlatih karena ada tantangan mengikuti lomba.

Acara itu sekaligus untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa anjing terlatih dapat menjadi teman yang menyenangkan dan menghibur. “Mengajarkan kepada masyarakat atau anak-anak agar menyayangi atau menyukai binatang,” kata Thamrin. Salah satu juri lomba, Sofian Hermawan menyatakan lomba itu sebagai sarana mengembangkan keahlian anjing dan pemiliknya.

Materi penilaian meliputi skill atau kemampuan anjing, bonding, dan tingkat keahlian dalam materi yang dilombakan. Menurut Sofian materi free style kini tengah berkembang. Bahkan induk organisasi penggemar anjing ras di Indonesia, Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) juga menyertakan materi free style dalam even show rutin mereka.

Pet vaganza

Sassy dan Elvin menangi fashion show.

Sassy dan Elvin menangi fashion show.

Kontes lain Amazing Pet Vaganza berlangsung di lobi utara Mal Pluit Baywalk, Jakarta Utara, pada 25—26 Februari 2017. Itu sebagai ajang berkumpulnya pencinta anjing di Jakarta dan kota sekitarnya. Panitia kontes menyelenggarakan dog race, lomba makan, dog fashion show, dan dog wedding party. Menurut wakil panitia, Julie, lomba itu untuk menjalin keakraban antarpemilik anjing dan menunjukkan kekompakan anjing dan pemiliknya.

Baca juga:  Para Pencinta Canis Tangkas

“Jadi sifatnya untuk hiburan, tetapi hadiahnya serius yaitu piala tetap, produk dari sponsor berupa dog food, dan sejumlah uang,” ujar Julie. Khusus untuk acara dog wedding party, baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Prosesinya dibuat mirip seperti yang dilaksanakan pada manusia mulai dari foto prewedding, foto bersama di panggung, dan karnaval mengelilingi mal. (Muhammad Awaluddin & Muhammad Hernawan Nugroho)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d