Kolam Sehat Seleksi Umpan 1
Jenis pakan mempengaruhi kesehatan ikan

Jenis pakan mempengaruhi kesehatan ikan

Setiap pemancingan memiliki peraturan jenis umpan bagi para pehobi.

Dahli tidak terlalu kaget melihat ikan mas mengambang di permukaan kolam pemancingan tempat ia bekerja. “Sebelumnya kejadian itu pernah terjadi,” kata pemancing sejak 1995 itu. Ikan yang mengambang itu kembung sehingga perutnya terlihat membesar dibanding ikan normal. Total bobot ikan yang mengambang itu 2,5 kuintal dari total 500 kuintal ikan.

Atas permintaan manajemen, Dahli menyerok ikan yang kembung dan memindahkannya ke kolam karantina. “Kejadian itu bisa mempengaruhi ikan lain,” kata pria kelahiran Jakarta itu. Dua pekan kemudian Dahli bertemu dengan dokter hewan yang kebetulan berkunjung ke pemancingan. Ia menceritakan kejadian ikan yang mengambang itu. Dokter lalu memeriksa ikan dan memberinya obat.

 Tiap pemancingan memiliki peraturan mengenai umpan yang boleh dan terlarang digunakan

Tiap pemancingan memiliki peraturan mengenai umpan yang boleh dan terlarang digunakan

Perut kembung

Selang beberapa hari sebagian ikan yang kembung tadi membaik, sisanya mati. Dokter yang memeriksa menduga ikan kembung karena mengonsumsi pakan yang terkontaminasi cendawan. Selain itu, umpan menggunakan pelet tinggi serat dan karbohidrat juga kemungkinan bisa membuat ikan kembung. “Itu baru dugaan saja. Belum ada penelitian ilmiah terkait masalah itu,” ujar Dahli.

Menurut dokter hewan di Klinik Calico, Yogyakarta, drh Slamet Raharjo MP kembung atau dropsy pada ikan akibat virus yang menyerang rongga perut. Akibatnya perut ikan kembung karena ada akumulasi cairan atau gas. Perut ikan terlihat membesar dan sisik mengembang. Virus berasal dari air tercemar atau ikan yang sudah terinfeksi. Namun, virus hanya menyerang ikan yang kondisinya kurang fit. “Dropsy jarang menyerang ikan sehat kecuali pada musim pancaroba,” kata Slamet.

Petugas memeriksa pelet yang dibawa pemancing

Petugas memeriksa pelet yang dibawa pemancing

Pelet selam

Ketika itu, sebelum 2009, pemancingan yang Dahli kelola mengizinkan penggunaan beragam umpan bagi para pemancing. Menurut pehobi mancing di Pondokaren, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Sumaryono umpan yang digunakan setiap pemancing berbeda. “Tiap pemancing memiliki ramuan pakan sendiri. Seninya memancing ikan itu ya saat meramu pakan,” ujar Kang Ito, sapaan akrab Sumaryono. Namun, dua pekan setelah kejadian ikan mengambang pemilik pemancingan melarang penggunaan pelet selam.

Baca juga:  Teman Sempurna Pencinta Satwa

Tidak hanya pemancingan di Jakarta Timur itu yang melarang penggunaan pelet selam sebagai umpan. Pemancingan Saung Telaga di Pancoranmas, Kota Depok, Jawa Barat, juga melarang penggunaan pelet selam seperti pelet udang dan babi. Yang dimaksud pelet udang dan babi bukan pelet yang bahan bakunya dari kedua hewan itu. Pelet udang dan babi berarti pelet pakan untuk udang dan babi.

Kebijakan itu berlaku sejak pemancingan Saung Telaga dibuka pertama kali pada pertengahan 2012. Alasannya pelet udang dan babi diduga penyebab munculnya kutu pada ikan. “Informasi itu saya dapat dari teman. Jadi, dari awal kami larang karena lebih baik mencegah daripada mengobati,” kata pengelola pemancingan, Maman Suherman.

Pelet babi dilarang digunakan di beberapa pemancingan

Pelet babi dilarang digunakan di beberapa pemancingan

Kutu

Menurut Slamet munculnya kutu bukan dari pakan. Ada dua penyebab kutu menyerang ikan. Pertama, karena air kolam tercemar dan kedua karena ada ikan baru yang terlebih dahulu terkena kutu. Jenis kutu yang lazim menyerang ikan yaitu Argulus sp dan Ergasilus sp. Yang disebut pertama menyerang sisik, sedangkan Ergasilus melukai insang. Bisa juga di kolam sudah terdapat telur kutu yang berasal dari ikan sebelumnya.

Oleh karena itu, Slamet menyarankan agar kolam dikosongkan dan didiamkan selama 2 pekan. “Pastikan tanah di dasar kolam benar-benar kering,” kata Slamet. Tujuannya untuk memutus siklus hidup kutu ikan. Selain itu, sumber air yang digunakan untuk mengisi kolam bisa jadi berpotensi tinggi mengandung kutu.

Maman hanya mengizinkan para pehobi mancing untuk menggunakan pelet dan sagu sebagai umpan. Pelet pun merupakan hasil penggilingan agar tidak mengambang di permukaan air. Jika ada pelet yang mengambang, ikan tidak memakan umpan yang berada di dalam air. Pelet yang digiling ada 2 bentuk: agak kasar dan halus.

Pemancing lazim menggunakan pelet kasar sebagai “bom” agar ikan mengumpul di satu titik. Sementara pelet halus dan sagu sebagai umpan. Menurut Maman pelet yang lazim digunakan pemancing yaitu pelet 788 dan 789 produksi salah satu produsen pakan terbesar di tanahair. “Pelet itu banyak dipakai karena kemungkinan ikan cocok dengan pelet itu,” kata pria berumur 47 tahun itu.

Baca juga:  Hambatan Menerjang Impian

Lalu bagaimana cara Maman memastikan pemancing tidak membawa pelet yang dilarang? “Kami memiliki total 4 karyawan yang memeriksa pelet yang dibawa pemancing,” kata Maman. Pemeriksaan pelet dilakukan 1,5 jam setelah acara mancing dimulai.

Umpan mancing yang lazim digunakan berupa campuran pelet, sagu, dan esens

Umpan mancing yang lazim digunakan berupa campuran pelet, sagu, dan esens

Diperiksa

Petugas yang memeriksa pun tidak sembarangan. Hanya mereka yang mengenali aneka umpan dan pelet yang diserahi tugas itu. “Meskipun pelet sudah digiling mereka mengetahui jenis peletnya,” ucap Maman. Sebab bentuk pelet berbeda. Misal pelet 788 dan 789 yang lazim dipakai itu berbentuk bulat dan berwarna cokelat. Sementara pelet udang bentuknya panjang, seukuran lidi, dan amis, serta berwarna hitam.

Pelet babi juga bentuknya memanjang seperti lidi, berukuran 3 lidi, berwarna putih, dan beraroma khas pakan pabrikan. Dari ciri itulah petugas mengetahui pelet yang dibolehkan dan dilarang. Meski dilarang, beberapa pemancing kerap melanggar meskipun antara pelet babi, udang, dan 788 tidak terlalu beda jika dilihat dari respon ikan menyambar umpan. “Hanya saja sebagian pemancing menganggap pelet babi dan udang lebih bagus meski harganya mahal. Itu sugesti,” kata Jimmy, pemancing di Cibubur, Jakarta Timur.

Pemancing yang menggunakan pelet babi meski dilarang yakin ikan bakal menyambar umpannya. Sebab ikan di dalam kolam terbiasa dengan umpan biasa. “Jadi saat umpan lain digunakan, peluang ikan menyambar umpan lebih besar,” kata Maman. Analoginya, seseorang yang rutin mengonsumsi tempe dalam jangka waktu lama akan mengonsumsi olahan lain jika ada pilihan lain.

Meskipun begitu ada kondisi tertentu penggunaan pelet selam seperti udang dibolehkan. Itu saat lomba mancing dengan tiket mahal Rp1-juta—Rp5-juta. Menurut Maman itu untuk mewadahi pemancing yang sreg dengan pelet babi atau udang. Menurut Kang Ito tidak semua pemancingan melarang penggunaan pelet udang dan babi. “Setiap pemancingan memiliki peraturan masing-masing,” kata Kang Ito. (Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *