Salah satu ikan mas babon incaran para pemancing, seperti Asep Abah Saketi pemancing dari Depok

Salah satu ikan mas babon incaran para pemancing, seperti Asep Abah Saketi pemancing dari Depok

Trik dan umpan tepat kunci sukses mengangkat babon, ikan berbobot paling berat.

Ikan menyambar umpan di ujung kail milik Prabu Bono. Ia segera memegang joran dan mengendalikan ril untuk mengimbangi gerakan ikan. Pemancing itu menduga itulah ikan terberat yang ia dapatkan saat itu. Semenit kemudian Prabu berhasil mengangkat ikan. “Ikan itu memang lebih besar daripada yang saya dapat sebelumnya,” kata Bontot, sapaan Prabu Bono di antara pemancing.

Petugas lalu menimbang ikan di neraca digital dan muncul angka 7,9 kg. Itulah ikan berbobot paling berat pada acara Mancing Bareng Anak Empang Fishing Club di Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 7 Maret 2015. Bontot tidak menyangka mendapat babon alias ikan paling berat. “Saya tidak menargetkan menjadi juara. Namun, saya senang dengan keberhasilan ini,” kata alumnus Fakultas Hukum Universitas Trisakti, itu.

Spesialis babon
Prabu mengatakan tidak ada trik khusus mendapatkan babon. Namun, ia memiliki umpan rahasia agar ikan terpancing. Sayang ia enggan memberitahu kunci sukses itu. Ia menggunakan umpan berupa aci dan pelet sesuai peraturan. Selama memancing ia juga mengajak ikan “berbicara”. “Saya bercerita tentang kisah sedih saya selama mancing berlangsung,” kata pria kelahiran Bengkalis, Provinsi Riau, itu.

Mancing bareng yang diselenggarakan Anak Empang Fishing Club berlangsung meriah

Mancing bareng yang diselenggarakan Anak Empang Fishing Club berlangsung meriah

Itu bukan prestasi pertama Prabu meraih babon. Sebelumnya pada 2014 ia mengail patin berbobot lebih dari 11 kg di suatu pemancingan di Pondoklabu, Jakarta Selatan. Total jenderal ia 5 kali mendapat babon di ajang galatama berbeda sejak 2005 hingga Maret 2015. “Kunci sukses memancing yaitu santai dan tidak ada target juara. Intinya memancing untuk hiburan,” kata pria berumur 27 tahun itu. Atas prestasi itu Prabu mendapatkan piala Master Galatama Mas I.

Baca juga:  Machmud Lutfi Huzain: Spirit Berbisnis Spirulina

Selain Prabu senyum mengembang juga menghias wajah Burhan. Sebab, Burhan mendapat babon terberat kedua yakni 6,6 kg. Ia juga berhasil menjadi pemancing yang paling banyak mendapat ikan yaitu 58,25 kg. Adapun Deddy berhasil mengangkat ikan terberat ketiga, 6 kg. Pemancing dari Bogor, Jawa Barat, itu selalu melempar kail ke tengah kolam sebanyak 10 kali di satu titik yang sama pada awal mancing.

Michael Ravelino Kalestin, pemancing termuda saat acara mancing bareng

Michael Ravelino Kalestin, pemancing termuda saat acara mancing bareng

Aktivitas itu ia selingi dengan melempar kail ke salah satu arah di luar titik itu. Jika 30 menit ikan tidak menyambar umpan, ia hanya melempar kail setengah kolam. “Kemungkinan ikan sedang berenang bergerombol mengelilingi kolam,” kata pria kelahiran Balikpapan, KalimantanTimur, itu. Usaha Deddy berhasil. Selang sejam lomba berjalan, ia mampu menarik ikan berbobot 6  kg.

Umpan juga sangat berperan untuk mendapatkan babon. “Penggunaan umpan tergantung cuaca,” kata Deddy. Ia menggunakan umpan beraroma serai dan kemangi saat cuaca mendung. Sementara saat cuaca cerah ia mengandalkan umpan beraroma wangi dan gurih seperti bolu kue.

Perdana
Ada yang menarik pada acara mancing itu. Seorang anak laki-laki asyik menarik dan mengulur senar karena umpannya disambar ikan. Itulah Michael Ravelino Kalestin, pemancing termuda pada mancing galatama mas. Ravel menempati lapak nomor 1 dan ditemani seorang asisten yang mengurusi umpan. Anak laki-laki berusia 9 tahun itu menggunakan umpan sesuai peraturan kolam berupa sagu dan pelet.

Saat itu Ravel berhasil mendapatkan 30 kg ikan setelah mengail 3 jam. Siswa kelas 4 di sebuah sekolah dasar di Ciledug, Kota Tangerang, Provinsi Banten, itu mulai memancing sejak berumur 5 tahun. Ia memancing pada akhir pekan saat sekolah libur bersama sang ayahnya yang juga pemancing.

Panitia dan juara serta peserta Anak Mancing Fishing Club berfoto bersama

Panitia dan juara serta peserta Anak Mancing Fishing Club berfoto bersama

Mancing bareng perdana persembahan Anak Empang Fishing Club itu berlangsung meriah. Menurut salah satu panitia, Budiansyah Hanafi, perserta 52 orang. “Sebanyak 42 peserta dari Anak Empang, sisanya pemancing lokal,” kata Sero Babon, sapaan akrab Budiansyah di kalangan pemancing. Peserta berasal dari Karawang, Depok, Bekasi, Tangerang, dan Bogor.

Baca juga:  Jagoan Tangkar Kucing Unik

Acara mancing itu bertujuan mempererat silaturahmi antaranggota klub. “Itu sesuai dengan moto Anak Empang yaitu mancing, berteman, dan peduli sesama,” ucap Sero Babon. Mancing bareng di Pemancingan Fishing Valley, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu memperebutkan 4 piala. Trofi juara kesatu diberikan kepada pemancing yang berhasil mengangkat ikan berbobot paling berat.

Trofi juara kedua dipersembahkan kepada pemancing yang mendapat ikan dengan bobot terberat kedua. Sementara pemancing yang meraih ikan terberat ketiga mendapat piala juara ketiga. Piala ke-4 diberikan kepada pemancing yang mendapat ikan paling sedikit. Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah pada acara yang berlangsung awal Maret 2015 itu. (Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d