Golden Boy, muraibatu juara milik Hermawan.

Golden Boy, muraibatu juara milik Hermawan.

Golden Boy, muraibatu bersuara emas, menjuarai kontes burung nasional.

Gerimis di antara rimbunnya pepohonan membuat udara di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, terasa dingin. Namun, itu tidak menghalangi pecahnya keriuhan di salah satu sudut dekat monumen pembebasan Irian Barat. Di bawah rintik hujan, dari luar pagar pembatas, para pemilik dan perawat burung meneriakkan nomor gantangan tempat burung asuhan mereka berlaga. Mereka meminta juri memperhatikan burung mereka.

Para juri bergeming. Dengan saksama mereka memperhatikan satu demi satu muraibatu yang memamerkan kicauan masing-masing. Pada akhir penilaian, Golden Boy mendapat bendera terbanyak. Juri memutuskan burung milik Hermawan asal Bekasi, Jawa Barat, itu sebagai juara pertama kelas muraibatu sahabat yang merupakan kelas utama dan menyisihkan 33 peserta lain.

TC-1 menangi 3 kelas kenari.

TC-1 menangi 3 kelas kenari.

Pakan bergizi
Menurut juri dari Tanjungpriok, Jakarta Utara, Fendi Irawan, penilaian baku bagi muraibatu adalah kualitas dan keindahan suara kicauan dari awal, tonjolan suara khas yang muncul, dan irama yang bagus. Selain itu juga penilaian secara fisik. Fendi menyatakan Golden Boy memiliki semua kriteria itu sehingga mendapatkan nilai tertinggi. Dengan hasil itu Hermawan sebagai pemilik Golden Boy membawa pulang hadiah uang tunai Rp10-juta.

Menurut Hermawan agar performanya bagus, kondisi berahi muraibatu harus stabil dengan pemberian pakan terukur. Ia senantiasa memberikan pakan terbaik untuk Golden Boy. Setiap pagi dan sore ia memberikan 3 jangkrik. Ia juga menambahkan 1,5 sendok makan kroto setiap pagi. “Harus kroto yang bagus dan baru,” kata Hermawan.

Menurut perawat Golden Boy, Ekky, ketika dibeli setahun lalu suara muraibatu itu masih serak. Ia lantas menggurahnya sehingga lendirnya keluar. Ekky juga memberikan probiovit. Perlakuan itu cocok, terbukti kicauan Golden Boy semakin indah.

Fendi Irawan, juri kontes burung.

Fendi Irawan, juri kontes burung.

Kelas utama yang tak kalah seru adalah kelas lovebird sahabat. Walaupun hanya diikuti 9 peserta, teriakan dari para pemilik dan perawat burung tidak kalah dahsyatnya. Perang suara itu berakhir setelah juri menetapkan Cendol, lovebird milik Hermawan Novriyanto asal Jakarta Timur sebagai juara dan diganjar hadiah Rp10-juta. Fendi menyatakan bahwa kicau Cendol sangat sering dan berdurasi panjang, sehingga mengumpulkan banyak poin.

Baca juga:  Manfaatkan Limbah Kakao

Menurut Ari JRC, perawat Cendol, burung ini memang sudah gacor atau sering bersuara. Tidak ada perawatan khusus menjelang kontes bagi Cendol. Ari lebih sering meletakkan kandang di lantai, bukan digantung dan tanpa kerodong. Pakannya pun hanya menggunakan pakan biasa yang khusus untuk lovebird seperti milet putih.

Ketua panitia kontes, Edy Edward, merasa puas dengan lomba yang diselenggarakan pada 29 November 2015 itu lantaran target 1.500 peserta terpenuhi. Cuaca pada musim hujan membuat para pemilik burung waswas mengikuti lomba karena khawatir dengan kondisi kesehatan dan performa burung peliharaannya. “Lomba sempat diundur karena jadwal penggunaan Lapangan Banteng sangat padat,” ujar Edy. (Muhammad Awaluddin).

554_ 81

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d