Kombinasi perawatan air dan pakan menjadi kunci ikan cupang koi dan fancy tampil cantik.

Kiat merawat ikan cupang – Air di puluhan akuarium berukuran 15 cm x 10 cm x 15 cm itu berwarna kuning pekat. Namun, ikan cupang Betta imbelis bermotif koi dan fancy yang menghuni akuarium itu tampak sehat meski airnya terlihat keruh.

Menurut pehobi di Bandung, Jawa Barat, Ferry Luhur, warna kuning agak pekat pada air akurium itu berasal dari daun ketapang dalam akuarium. “Daun ketapang bisa menurunkan pH (tingkat keasaman, red),” kata pria asal Kota Cirebon, Jawa Barat, itu.

Ikan cupang varian fancy,kiat merawat ikan cupang
Ikan cupang varian fancy, unik karena kaya warna.

Menurut Ferry perendaman daun ketapang dalam akuarium dapat menurunkan pH hingga 6,8. “Pada pH agak masam warna cupang koi lebih optimal,” tuturnya. Pehobi cupang di Kota Bogor, Jawa Barat, Azis Fauzi, berpendapat sama.

“Dengan pemberian daun ketapang warna ikan makin full block atau cepat mutasi warna,” kata pria yang akrab dipanggil Ozi itu.

Perawatan ikan cupang dengan daun ketapang

Menurut Ozi pembentukan warna dasar pada cupang terjadi sejak umur 1 bulan. Semakin dewasa warna ikan cupang varian fancy dan koi makin tebal. “Untuk memperkuat warna cupang saya mengganti daun ketapang sekali setiap sepekan,” kata ketua Forum Cupang Bogor (FCB) itu.

Ozi menduga kandungan zat tanin pada ketapang merangsang pembentukan warna. “Faedah lain pemberian ketapang ikan tidak mudah stres akibat sering berganti air,” katanya.

ikan cupang fancy
Perawatan varian ikan cupang fancy dan ikan cupang koi hampir sama dengan varian lainnya.

Ozi pernah membandingkan dengan akuarium tanpa pemberian daun ketapang. “Pada air tanpa daun ketapang, warna ikan cenderung pudar. Ikan pada akuarium yang diberi daun ketapang warna cenderung konstan dan tidak pudar,” katanya.

Dengan pemberian daun anggota famili Combretaceae itu, Ozi hanya mengganti air 30% dari volume air akuarium setiap hari dan penggantian air total sepekan sekali.

Baca juga:  Berbagai Macam Perangkap Belut di Sawah
Ferry Luhur mengaplikasikan air rendaman daun ketapang untuk perawatan cupang.
Ferry Luhur mengaplikasikan air rendaman daun ketapang untuk perawatan cupang.

Menurut pehobi cupang senior di Kota Depok, Jawa Barat, Husin, pemberian daun ketapang sebaiknya tetap memperhatikan kondisi air.

“Minimal memperhatikan pH air. Jika pH air kurang dari 6,3 barulah menggunakan daun ketapang,” kata pehobi sejak 2000 itu. Husin menuturkan, daun ketapang menjaga kestabilan pH air pada kisaran 6,5—7. Pemilik Tiara Betta Farm itu menambahkan, pH air bisa naik hingga lebih dari 7 jika perendaman daun ketapang lebih dari sepekan.

Namun, pada kondisi air asam kenaikan pH pascaperendaman daun ketapang cenderung lebih lambat. “Saya mengganti air yang diberi daun ketapang maksimal seminggu sekali,” kata Husin.

Menurut Husin mengganti air 3 hari sekali pun boleh. Indikator ikan nyaman dengan kondisi air adalah cupang kerap mengeluarkan buih, terutama yang jantan. “Jika ikan jantan lebih sering mengeluarkan buih, berarti dia nyaman dengan kondisi air,” papar ayah 2 anak itu.

Perawatan ikan cupang dengan pakan alami

Menurut Husin perawatan ikan cupang varian fancy dan koi sebetulnya sama dengan cupang jenis lain, semisal ikan cupang rosetail, ikan cupang halfmoon dan serit, ikan plakat dan ikan cupang koi. Namun, para pehobi biasanya merawat khusus untuk mengoptimalkan warna.

Pehobi cupang senior, Husin.
Pehobi cupang senior, Husin.

Selain faktor air, pakan pun berperan dalam menghasilkan cupang koi dan fancy berkualitas. “Para peternak biasanya lebih suka memberikan pakan alami karena kualitasnya lebih baik daripada pakan pabrikan,” tuturnya.

Husin menuturkan para peternak dan penangkar cupang memberikan pakan berupa kutu air dan jentik nyamuk. “Pakan jentik nyamuk bisa menghasilkan warna merah lebih jelas,” katanya. Pakan lain seperti serbuk udang juga bisa mengoptimalkan warna merah.

“Kedua jenis pakan itu juga bisa mempengaruhi warna ikan yang berwarna dasar kuning atau jingga. Nantinya warna akan berubah ke merah. Ikan yang berwarna dasar gelap tidak terlalu berpengaruh,” katanya.

Baca juga:  Juara Kontes Ikan Cupang di International Betta Show 5th
Azis Fauzi (kedua dari kanan) dan rekan dari Forum Cupang Bogor.
Azis Fauzi (kedua dari kanan) dan rekan dari Forum Cupang Bogor.

Selain pakan, beberapa peternak juga memberikan suplemen untuk mengoptimalkan warna. “Namun, kebanyakan pehobi lebih memilih memperbaiki genetik untuk mengoptimalkan warna,” katanya.

Caranya dengan mengawinkan induk ikan dengan induk berwarna yang dikehendaki. Husin menuturkan, untuk menghasilkan telur ikan berkualitas, para penangkar juga memberikan pakan alami seperti jentik nyamuk dan kutu air.

“Persentasi telur yang menetas relatif menjadi lebih tinggi,” kata pria asli Depok itu. “Jentik nyamuk dan kutu air lebih tinggi protein, sehingga baik untuk kualitas telur. Pakan alami lain seperti cacing darah lebih tinggi lemak,” katanya.

Menurut Husin selain perawatan untuk meningkatkan kualitas warna, beberapa pehobi juga melakukan perawatan bentuk, seperti perawatan sirip dasi, dorsal, ekor, dan anal, dengan cara menyalon ikan.

Daun ketapang
Daun ketapang

“Tapi dalam kontes yang diselanggarakan International Betta Congress (IBC) ikan hasil salonan diharamkan ikut kompetisi,” katanya. Pada standar kontes ikan cupang nasional masih memperbolehkan cupang hasil salonan.

“Menyalon ikan bukan berarti ikan jelek menjadi bagus, tetapi memperbaiki penampilan ikan menjadi lebih proporsional,” kata Husin. Dalam penyalonan cupang biasanya yang dirapikan adalah sirip dasi yang bercabang, meratakan dorsal, dan membuat ekor dan anal proporsional.

Husin menuturkan, untuk menyalon ikan tidak bisa asal. “Harus proporsional dan sesuai kriteria kontes,” katanya. Apakah hasil salon itu permanen? Menurut Husin sirip seperti halnya rambut pada manusia.

“Seminggu berselang sirip bisa tumbuh lagi,” katanya. Husin menambahkan, ikan yang pernah disalon pun kondisinya bisa kembali seperti semula. Berbagai perawatan itu membuat cupang koi dan fancy tampil jelita.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d