Kiat Lebatkan Lengkeng 1
Lengkeng itoh berbuah lebat di pot.

Lengkeng itoh berbuah lebat di pot.

Strategi lebatkan buah lengkeng di pot.

Pohon lengkeng setinggi 1 m dalam pot itu memerlukan penopang untuk menahan beban. Harap mafhum, lebih 20 dompolan buah bergelayut di pohon lengkeng itu. Sebuah dompolan terdiri atas 10—35 buah yang membuat dahan-dahan merunduk. “Dua pekan lalu, buahnya lebih banyak lagi,” kata Syahril M. Said, pemilik tanaman buah dalam pot atau tabulampot itu.

Menurut warga Cipaku, Kota Bogor, Jawa Barat, itu buahnya yang lebat dan besar-besar menarik tamu untuk memetiknya. Syahril membolehkan mereka memetik buah dengan syarat hanya mengambil buah matang. Tandanya ukuran sudah besar dan kulit cokelat terang. Bila belum matang, rasanya kurang enak sehingga tidak dimakan. Belum lagi remaja iseng yang memetik dari balik pagar yang membuat buah cepat habis.

Syahril M Said, panen lengkeng selama 2 bulan.

Syahril M Said, panen lengkeng selama 2 bulan.

Bibit cangkok
Siapa pun mudah memetik buah Dimocarpus longan itu karena sosoknya pendek dan ditanam dalam pot. Apalagi saat matang, dahan-dahan pun merunduk yang membuat buah-buahnya makin rendah. Bahkan beberapa tangkai lebih rendah daripada permukaan pot. Dengan penampilan seperti itu, dua dari lima tabulampot lengkeng Syahril laku terjual Rp1,5-juta per pot.

Syahril memilih bibit cangkokan, bukan bibit sambung atau tempel. Alasannya, bibit cangkok sudah dewasa dan ukuran batang besar. Itu berarti lebih cepat berbuah asal tanaman sehat. Ia memilih lengkeng itoh dan new kristal. Sebenarnya jenis diamond river dan pingpong lebih mudah berbuah. Namun, kualitas buahnya kurang baik. Pingpong buahnya sedikit dan biji besar, sedangkan diamond river, daging buah basah.

Itoh dan new kristal lebih sulit dibuahkan dan lebih lama, tetapi kualitas buah baik dan komersial. Bahkan tidak kalah dari lengkeng yang ditanam di tanah. Namun, produksi lebih sedikit. Menurut ahli buah di Koota Bogor, Jawa Barat, Dr Ir Mohamad Reza Tirtawinata, MS, meski produksi di tabulampot lebih sedikit daripada di tanah, volume produksi tabulampot tetap tinggi bila dihitung per meter.

Baca juga:  Kendalikan Penggerek Tebu

Syahril kemudian menanam bibitnya dalam drum berdiameter 60 cm. Ia menggunakan media tanam berupa campuran lapisan tanah atas dan sekam dari kandang ayam. Setelah mengaduk rata keduanya, kemudian ia menutup rapat dengan plastik. Sebulan kemudian media sudah siap pakai. Ia menanam bibit cangkok itu di tengah wadah. Empat atau lima bulan kemudian, tanaman yang tumbuh sehat siap dirangsang berbunga dan berbuah.

Rangsang berbuah
Syahril merangsang lengkeng pot dengan memberikan bubuk KCLO3 atau NaClO3. Ia mengencerkan 40 gram bubuk perangsang per liter air lalu mengocorkannya ke media tanam. Sayangnya, kedua bahan itu tak dijual bebas di pasaran. Beberapa jenis perangsang beredar di pasaran yang fungsinya sama, yakni farmpion, champion, dan super eksiklor. Perangsangan sebaiknya ketika kondisi pucuk daun sudah tua.

Bila daun masih muda, upaya perangsangan akan gagal. Sebulan setelah perangsangan, dari ujung ranting, muncul tunas bunga. Bila menginginkan tangkai bunga panjang, maka semprotkan sitokinin pada tangkai bunga. Zat perangsang itu bersifat memanjangkan sel-sel tanaman sehingga tangkai menjadi panjang. Namun, bila memilih varietas puang petch, tangkainya pun cukup panjang alami, tanpa perangsangan.

Setelah itu, bunga tumbuh dan berkembang menjadi buah. Ketersediaan air harus mencukupi sesuai kebutuhan tanaman. Bila perlu penyiraman 2 kali sehari, terutama pada musim kemarau. Syahril biasa menyiram tanamannya dengan air cucian beras sebagai sumber vitamin B-1. Tanaman pun bisa diberi pupuk yang mengandung asam amino untuk menyehatkan pohon, atau memberi NPK untuk menambahkan bahan nutrisi.

Menurut Reza kunci untuk membesarkan buah adalah melakukan penjarangan. Buah dibuang 30—40%. Dengan demikian nutrisi atau karbohidrat yang dihasilkan oleh tanaman hanya dibagi untuk 60—70% buah. Kalau semua buah dibiarkan tumbuh, maka energi harus dibagi untuk semua buah itu, sehingga ukuran buah relatif kecil. Reza mengatakan, ciptakan tanaman yang sehat dan memiliki banyak daun sebelum pembuahan.

Baca juga:  Terelok di Negeri Jingga

Tujuannya tanaman dapat berfotosintesis secara maksimal. Meski beraneka pupuk diberikan, bila jumlah daun yang berperan untuk mengolahnya terbatas, maka efektivitasnya pun rendah. Panen buah dilakukan pada bulan ke-5—6. Dari pengamatan Syahril, itoh cenderung lebih cepat panen daripada new kristal. Kedua jenis itu diberikan perlakuan (dirangsang) yang sama, baik waktu maupun dosis zat perangsang.

Namun, itoh telah panen pada bulan ke-4—5. Adapun new kristal baru panen pada bulan ke-5—6. Namun, kondisi itu cukup bagus bila memelihara keduanya karena waktu menikmati buah menjadi panjang berkisar 2 bulan. Buah dipanen saat tercium aroma harum dan ukuran buah telah maksimal, berwarna cokelat.

Lengkeng new kristal panen setelah 5—6 bulan muncul bunga.

Lengkeng new kristal panen setelah 5—6 bulan muncul bunga.

Pascapanen
Setelah panen buah segera lakukan pemangksan bentuk. Tujuannya untuk membentuk tajuk sekalian meremajakan batang dan cabang. Untuk tanaman muda, pemangkasan mutlak dilakukan. Tujuannya agar meremajakan cabang sehingga muncul tunas baru yang lebih banyak. Itu menguntungkan karena lengkeng berbunga dan berbuah di ujung ranting. Oleh karena itu semakin banyak ranting, semakin banyak bunga dan buah yang terbentuk.

Selain pangkas cabang, akar tabulampot juga dipangkas hingga 30—40%. Tanaman itu cukup tahan meski akar dipangkas berat. Menurut Syahril, akar lengkeng akan berputar-putar dalam pot sehingga memenuhi wadah. Akibatnya media tanaman menjadi berkurang karena terdesak akar. Bila tidak dipangkas, maka saat berbunga dan berbuah berikutnya, buah tidak akan bertahan dan rontok kekurangan nutrisi.

Menurut Reza semakin panjang akar semakin lambat nutrisi itu tiba di daun. Akibatnya yang diolah pun lebih sedikit. Idealnya, panjang akar hanya 40—50 cm, panjang batang 100 cm, dan panjang cabang dan ranting 50—60 cm sehingga total panjang dari akar hingga ujung ranting (buah) hanya 2 meter. Dengan jarak itu, maka produksi buah akan maksimal. (Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *