580-H038-1

Kelinci english angora tangkaran Suprayogi.

Cara aman dan selamat mengirimkan kelinci ke luar kota atau luar negeri.

Dua puluh kelinci english angora asal Indonesia itu tiba dengan selamat di Perancis. Tidak ada seekor kelinci pun yang mati setelah menempuh perjalanan 11.728 kilometer selama 15 jam. Pada medio September 2017 Suprayogi mengirimkan kelinci hasil tangkarannya ke konsumen di negara yang beribu kota Paris itu. Peternak kelinci hias di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, itu menangguk omzet Rp30 juta dari hasil penjualan kelinci itu.

Selain melayani konsumen dari dalam negeri, Suprayogi pun menerima pesanan dari pehobi kelinci hias di mancanegara. Selain Perancis, Yongky—sapaan akrab Suprayogi—juga menjual kelinci hias miliknya ke pelanggan di Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan. “Kekhawatiran kelinci mati tetap ada. Namun, dengan teknik pengemasan tepat kelinci aman sampai tujuan,” kata Yongky.

580-H039-1

Peternak kelinci di Sumedang, Jawa Barat, Suprayogi.

Tiga area

Kini pengiriman kelinci ke dalam dan luar negeri kian mudah. Pasalnya perusahaan jasa pengiriman mengerti cara menangani hewan bertelinga panjang itu. Pembeli dari mancanegara mentransfer uang dua kali yaitu kepada penjual dan perusahaan jasa pengiriman. Setelah itu barulah kelinci dikirim.

Ia memasukkan kelinci ke dalam kandang kayu berukuran 70 cm x 90 cm x 20 cm yang dilapisi ram untuk pengiriman antarkota dan antarpulau. Peternak kelinci hias di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Achmad Taif Umar, mengatakan kapasitas kandang ukuran itu juga mampu menampung 15 anakan, sedangkan indukan hanya 4 ekor. Wadah lainnya yaitu pet cargo atau kargo satwa yang kerap digunakan untuk pengiriman ke luar negeri.

Yongky melengkapi kargo satwa dengan pakan yang terdiri atas 70 g pelet dan rumput hay, serta 5 irisan apel. Botol bervolume 800 ml air yang dilengkapi dot khusus juga tersedia sebagai tempat minum kelinci. Menurut Taif pengiriman kelinci dalam negeri lebih mudah. Ia hanya membekali kelinci hay, pelet, dan wortel. Pakan basah seperti wortel atau jagung muda berperan sebagai pengganti air minum.

Baca juga:  Janji Laba Talas

Dokter hewan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, drh. Ifan Aria Munandar, mengatakan bahwa pemberian pakan saat pengiriman sudah tepat. Yang perlu diperhatikan adalah berikan pakan yang lazim dikonsumsi dan disenangi kelinci. Harapannya mengurangi risiko satwa anggota famili Leporidae itu mati. Hindari memberikan pakan baru karena bisa jadi kelinci tidak menyukai produk anyar itu.

Menurut hasil riset mahasiswa Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Angga Djatmiko Utomo, kelinci lebih menyukai pakan pelet dibandingkan dengan silase. Pemberian air minum dipengaruhi kadar air dalam pakan. Makin tinggi kadar air dalam pakan semakin sedikit konsumsi air minum.

580-H039-2

Berikan pakan yang disenangi kelinci selama masa pengiriman.

Cepat sampai

Selain pakan dan minum, Yongky juga memberikan multivitamin agar kesehatan kelinci terjaga. Pria berumur 35 tahun itu pun mencukur rambut kelinci jika terlalu panjang agar tidak kepanasan dan dehidrasi saat pengiriman.

Yongky menuturkan untuk pengiriman ke luar negeri penjual mesti mengurus izin ekspor dan impor. Lama pengurusan izin 2 pekan. “Kini ada agen pengiriman yang mengurus izin ekspor dan impor sehingga lebih mudah,” kata peternak kelinci hias sejak 2009 itu.  Lama waktu pengiriman pun bukan kendala. Konsumen asal Perancis menerima kelinci idaman 15 jam setelah keberangkatan dari bandara di Jakarta, sedangkan ke Jeddah menghabiskan waktu 9 jam. Adapun negara-negara di Asia Tenggara rata-rata 3 jam menggunakan pesawat terbang. (Muhamad Fajar Ramadhan)

580-H039-3

Kirim Kelinci

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d