Khasiat Mujarab Daun Tin

Khasiat Mujarab Daun Tin 1

Tin tengah naik daun. Daunnya terbukti mujarab mengatasi beragam penyakit.

Daun dan buah tin multikhasiat.

Tekanan darah tinggi itu kerap kali membonceng menstruasi. “Semula saya anggap biasa meskipun efeknya sangat mengganggu. Kepala pusing dan badan lemah sampai 2 hari tidak bisa beranjak dari tempat tidur,” kata Sundari. Alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada itu merasakan hipertensi saat datang bulan sejak gadis hingga mempunyai 3 anak.

Daun segar pascapetik dilayukan tanpa terpapar sinar matahari.

Daun segar pascapetik dilayukan tanpa terpapar sinar matahari.

Bahkan, menjelang pernikahan, Sundari pernah pingsan di peturasan. Kondisinya baru terungkap ketika ia memeriksakan kondisi pascapersalinan anak ketiga. Tensi harian Sundari ketika menstruasi mencapai 150 mmHg, cukup tinggi di atas tensi normal yang berkisar 110—130 mmHg. Angka itu meningkat seiring pertambahan usia. Kondisi itu memaksa Sundari rutin mengonsumsi obat penurun tekanan darah resep dokter.

Daun tin
Dokter mendiagnosis Sundari akan tergantung pada obat-obatan seumur hidupnya. “Istri saya menyimpan obat hampir di semua tempat. Di rumah, mobil, dan di semua tasnya ada obat penurun tensi,” kata Koestoto, suami Sundari. Dalam “Hormon Therapy: Estrogen”, Prof Dr Walujo Soerjodibroto PhD SpGK(K), spesialis gizi klinik di Rumahsakit Tebet menyatakan bahwa estrogen kerap dianggap hormon kontroversial.

pemicu siklus menstruasi pada perempuan usia produktif. Ketika menstruasi terjadi ketidakseimbangan hormonal yang memicu gangguan berbagai organ dan mengganggu homeostasis—sistem keseimbangan kinerja—antarorgan dalam tubuh. Kelebihan maupun kekurangan estrogen dapat memicu masalah kardiovaskuler alias gangguan kinerja jantung dan pembuluh darah.

Tekanan darah Sundari pernah mencapai 230 mmHg. “Rasanya tidak menapak tanah saking pusingnya,” kata Sundari. Tidak hanya kepala yang terasa berputar, seluruh tubuh pun seakan melayang. Telapak kaki mati rasa sehingga tidak merasakan tekanan bobot tubuh terhadap tanah yang ia pijak. Ia minta sang suami mengantar ke kediaman herbalis dan pengobat alternatif yang mereka percaya.

Ia menolak ke rumah sakit karena pasti akan menjalani rawat inap. Sang herbalis memberikan terapi daun tin siap seduh untuk Sundari. Dokter gigi yang ramah itu menyeduh 1 sendok makan teh daun tin dalam segelas air mendidih. Air berubah warna menjadi kekuningan. Ketika hangat, ia mengonsumsi seduhan daun itu 2 kali sehari. Ia paham bahwa herbal tidak akan memberikan efek seketika seperti halnya obat sintetis.

“Biasanya bisa naik menjadi 190 mmHg, setelah konsumsi daun tin hanya naik 150 mmHg,” kata Sundari. Sejak itu ia mengurangi konsumsi obat resep dokter. Akhirnya setahun sejak rutin mengonsumsi daun tin, Sundari terbebas dari obat hipertensi. Setelah mengonsumsi daun tin, tensinya turun mendekati normal, menjadi 130 mmHg. Obat dari dokter yang ia konsumsi hanya mampu menurunkan tensi menjadi 150 mmHg.

Multikhasiat

Pohon tin ditanam di lahan sempit di sudut pekarangan rumah Wiyono, Bekasi, Jawa Barat.

Pohon tin ditanam di lahan sempit di sudut pekarangan rumah Wiyono, Bekasi, Jawa Barat

Daun tin juga berkhasiat mengatasi stroke seperti pengalaman Fikri Setia Nugraha. Fikri membawa oleh-oleh dari Lebanon berupa daun tin siap seduh, mirip teh dalam kantong. Seorang kerabat menderita stroke dan tak mampu jalan. Fikri pun memberikan daun tin itu kepada kerabatnya. Setiap hari mengonsumsi seduhan daun tin, perubahan pertama yang dirasakan adalah badan menjadi segar.

Tujuh hari disiplin mengonsumsi seduhan daun tin, sang kerabat mampu kembali berjalan. “Saudara saya yang sakit itu datang ke rumah dengan berjalan kaki sendiri,” ujar Fikri. Secara empiris daun tin terbukti membantu mengatasi beragam penyakit maut seperti diabetes mellitus (Fahmie Abu Bakar), afrodisiak (Ismanto), dan Sri Sundari (hipertensi).

Daun tin tidak hanya bermanfaat mengatasi penyakit berat. Di Katulampa, Kota Bogor, Budi Rusmanto merasakan penurunan berat badan hingga 10 kg setelah rutin mengonsumsi daun tin yang tumbuh di dak rumah. Budi mengoleksi tin sejak 2013. Dari obrolan di grup media sosial, Budi pun mulai rajin mengolah daun tin. Semula bobot tubuh karyawan perusahaan tekstil di Bogor itu lebih dari 90 kg.

Setelah rutin mengonsumsi seduhan daun tin, berat badannyanya turun ke angka 80-an kg. “Celana terasa kembali longgar,” ungkap ayah 2 anak itu. Secara empiris daun tin mujarab mengatasi beragam penyakit berat. Beragamnya khasiat daun tin itu lantaran kandungan berbagai zat aktif yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Riset Shukranul Mawa dan rekan dari Universitas Kebangsaan Malaysia menyatakan bahwa penggunaan tanaman tin sebagai obat mempunyai sejarah panjang.

Kebun tin untuk produksi buah dan daun milik Marzuki di Malaysia.

Kebun tin untuk produksi buah dan daun milik Marzuki di Malaysia.

Bahkan di India, masyarakat lazim mengonsumsi daun dan buah tin untuk berbagai gangguan kesehatan. Shukranul Mawa menyebutkan gangguan kesehatan itu antara lain masalah gastrointestinal (lambung dan usus), pernapasan, dan kardiovaskuler alias jantung dan paru-paru. Sayang, penjelasan gamblang tentang daya menyembuhkan pohon tin saat ini belum ada.

Riyanto, herbalis yang meresepkan daun tin di Klaten, Jawa Tengah, menyatakan bahwa daun tin paling efektif mengatasi gangguan kesehatan akibat permasalahan pada sistem peredaran darah. “Jika peredaran darah terganggu, sistem organ lain pasti ikut bermasalah. Cara menanganinya adalah dengan memperbaiki peredaran darahnya dulu, baru setelah itu memperbaiki organ yang terganggu,” kata Riyanto.

Tren tin
Tiga tahun terakhir para pehobi di berbagai kota mengembangkan beragam jenis tin. Varietas tin amat banyak, mencapai ribuan. Di Indonesia saja, para pehobi mengoleksi beragam varietas seperti brown turkey (BT), purple yordan (PY), sultane, dan masui dauphine (MD). Sementara jenis-jenis yang sudah lebih dahulu dikenal seperti green jordan, negronne, atau black ischia pun tetap diminati.

Daun varietas apa yang terbaik? Hingga kini belum ada penjelasan mengenai perbedaan kandungan senyawa aktif antarvarietas. Namun Riyanto menganjurkan untuk menghindari daun yang berbulu tebal, seperti purple jordan maupun green jordan. Riyanto mengatakan, secara umum daun dari jenis-jenis berwarna gelap mempunyai khasiat lebih baik.

Seiring dengan perkembangan tren tin, para pehobi pun memanfaatkan daun hasil pangkasan. Sekadar menyebut contoh, di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, ada I Wayan Sudiyasa yang rutin mengolah daun tin. Produksinya setiap bulan mencapai 7,5 kg daun kering siap seduh. Ia juga membuat daun tin celup berisi 100 g daun kering per kantong. Petani tin yang mengelola 3 jenis tin itu memasarkan daun tin siap seduh secara daring (online). Ia menjual sekotak daun tin celup berisi 25 kantong Rp25.000.

Rutin konsumsi buah tin menyembuhkan asma Noor Aini.

Rutin konsumsi buah tin menyembuhkan asma Noor Aini.

Selain daun, masyarakat juga merasakan khasiat buah tin. Bagi sebagian orang menikmati buah tin untuk mengatasi penyakit tertentu jauh lebih nikmat. Lihat saja pengalaman Khulub Satria Hadi di Yogyakarta. Tahun lalu istri Khulub melahirkan anak pertama melalui operasi sesar. Pada saat bersamaan, tin di halaman rumahnya tengah berbuah lebat.

Khulub rutin membawa buah tin untuk istrinya yang menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam dua pekan, luka bekas sesar itu mengering. “Dokter obstetri dan ginekolog yang menangani istri saya juga kaget karena luka kering dan menutup sempurna,” ujar Khulub. Periset di Universitas Kebangsaan Malaysia, Prof Dr Zahira Yaakob mengatakan, tin bagus untuk beragam penyakit seperti diabetes mellitus, hipertensi, asam urat, bahkan kanker.

“Di kebun kami banyak pengidap kanker yang datang untuk membeli buah kami. Mereka dalam masa kemoterapi. Salah satu terapi alternatifnya mengkonsumsi buah tin,” kata Zahira yang mengoleksi 500 varietas tin. Nun di Malaysia, Noor Aini Khuzaifah, pun terbebas dari derita penyakit sejak mengonsumsi buah dari tanaman yang tertulis dalam kitab suci ketiga agama samawi itu.

Sejak 2009 Noor merasakan sesak napas setiap pagi dan sore. Setahun tanpa penanganan, kondisi Noor memburuk. Suatu hari Noor merasa lehernya tercekik dan tidak mampu bernapas. Keluarga membawanya ke rumahsakit dan harus menjalani rawat inap. Keluar dari rumah sakit, Noor dibekali tabung semprot seukuran genggaman tangan. Ketika kambuh, ia harus menghirup obat berbentuk gas yang tersimpan dalam tabung itu.

Setelah itu hidupnya berubah. Hampir setiap hari ia mengalami sesak napas sehingga harus mengonsumsi obat oral dan hirup. Saat sesak napas melanda ia sama sekali tidak mampu berdiri dan hanya bisa berbaring. Pada Juli 2014, Noor mulai mengonsumsi buah tanpa menyadari manfaat yang nantinya ia petik. Yang jelas, ia tertarik mengonsumsi karena penasaran dan semakin getol setelah tahu kelegitan buah berdaging lembut itu.

Setiap hari ia memetik dan langsung menyantap buah yang matang. Setelah 2 bulan, Noor merasakan frekuensi sesak napasnya semakin berkurang. Seiring banyaknya tin koleksinya yang mulai berbuah, ia pun semakin teratur mengonsumsi. Setiap hari ia mengonsumsi 2—3 buah, kadang sampai 5 buah. Pada Juli 2015, ia berhenti membawa tabung obat semprot karena tidak pernah lagi ia gunakan.

Sampai sekarang ia tidak lagi bermasalah dengan sesak napas. Meski kondisinya terus membaik, Noor meneruskan kebiasaan mengonsumsi buah anggota famili Moraceae itu. Tin kini menjadi panasea baru, herbal yang mampu mengatasi beragam penyakit.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x