Rimpang jahe berkhasiat mengatasi kanker usus.

Rimpang jahe berkhasiat mengatasi kanker usus.

Riset terbaru membuktikan, rimpang jahe antikanker usus.

Surat Al Insan 17 dalam Al Quran menulis, “Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.” Rimpang jahe Zingiber offinale menjadi bahan minuman penduduk surga. Citarasa rimpang anggot afamili Zingberaceae itu memang lezat dan hangat. Sudah begitu berkhasiat pula. Riset terbaru oleh Suzanna Zick sebagaimana dinukil jurnal “American Association for Cancer Research” membuktikan jahe berpotensi sebagai obat kanker usus.

Periset dari Michigan Medical School, Amerika Serikat, itu menemukan zat antiinflamasi yang dapat mencegah timbulnya karsinogenesis atau pembentukan sel–sel kanker dari sel normal. Itu menjadi penting karena gejala awal kanker usus adalah inflamasi yang terus-menerus terjadi sehingga mengakibatkan polip usus. Dalam penelitian itu terbukti bahwa jahe mengurangi jumlah inflamasi di usus besar.

Lukas Tersono Adi, herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Lukas Tersono Adi, herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Antikolesterol
Menurut herbalis di Bintaro, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, rimpang jahe berkhasiat antikanker. Ia kerap meresepkan air jahe untuk pasiennya— terutama bergolongan darah AB—agar terhindar dari kanker. “Golongan darah AB lebih rentan terkena kanker daripada golongan darah yang lain,” ujar herbalis alumnus Universistas Diponegoro itu.

Kanker usus terjadi antara lain karena kebiasaan makan asam dan pedas. Makanan asam dapat melukai lapisan perut sehingga bakteri dan virus lebih mudah menyerang. Menurut Lukas gejala awal kanker usus adalah buang air besar secara tidak normal dan tidak rutin karena peristaltik tidak sempurna. “Seharusnya jam 05.00—07.00 pencernaan dikosongkan agar bersih sebelum dimasukkan makanan lagi,” ujar Lukas.

Baca juga:  Bisnis Suvenir Raja Sehari

Selain menghambat peradangan usus, jahe juga melindungi usus besar dari infeksi bakteri dan parasit. Menurut Lukas fungsi utama jahe adalah meningkatkan efektivitas minuman obat dan meningkatkan kelancaran aliran darah sehingga oksigen terdistribusi dengan baik dan sel-sel yang rusak dapat diperbaiki. Jahe salah satu komoditas yang banyak dimanfaatkan dalam beragam produk, terutama dalam bentuk herbal cair.

Harap mafhum, rimpang kerabat kunyit itu memang multikhasiat. Penelitian lain membuktikan bahwa jahe juga mujarab mengatasi kolesterol sebagaimana riset Lana Zuhara Dibya dan Nuh Huda. Peneliti dari Sekolah Tinggi Kesehatan Hang Tuah, Surabaya itu membuktikan bahwa pemberian ekstrak jahe merah menurukan kadar kolesterol pada penderita obesitas. Penelitian melibatkan 31 penderita obesitas di Kelurahan Rungkut Tengah, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya, pada Juni 2014.

Minuman jahe terkenal memiliki khasiat untuk menghangatkan tubuh dan antimual.

Minuman jahe terkenal memiliki khasiat untuk menghangatkan tubuh dan antimual.

Sebelum mengonsumsi ekstrak jahe merah kadar kolesterol penderita obesitas rata-rata 270,61 mg/dl; idealnya 60—200 mg/dl. Penderita obesitas sangat erat hubungannya dengan hiperkolesterolemia atau peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Kurangnya melakukan aktivitas fisik dan berolahraga merupakan faktor pencetus yang menyebabkan obesitas.

Akibatnya kelebihan energi di dalam tubuh tertimbun menjadi lemak. Para peneliti itu melarutkan 8 gram ektrak jahe merah dalam 200 cc air. Setelah mengonsumsi larutan jahe merah selama tiga hari berturut-turut kadar kolesterol turun menjadi 242,71 mg/dl. Penurunannya 27,9 mg/dl.

Selain itu, Arief Bachtiar, mahasiswa Jurusan Keperawatan, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, juga membuktikan ekstrak jahe dapat menurunkan rasa nyeri pada penderita osteoarthritis. Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Pandanwangi, Kota Malang itu melibatkan 24 responden yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu perlakuan dan kontrol. Osteoartritis dikenal atau arthritis degeneratif, arthritis hipertropi atau arthritis yang berhubungan dengan usia.

Baca juga:  Aral Tak Berpengujung

Ekstrak jahe diberikan pada kelompok perlakuakn kontrol. Sebelum mengkonsumsi ektrak jahe rata-rata skor nyeri pada kelompok perlakuan adalah 8,60. Para peneliti memberikan ekstrak jahe dalam bentuk kapsul netto 250 mg. Setelah mengonsumsi kapsul ekstrak jahe sebanyak dua kali atau 500 mg per hari selama satu pekan, rasa nyeri pada kelompok perlakuan turun menjadi 1,10. Menurut Arief, jahe dapat menajadi obat alternatif bagi penderita osteoartritis.

Pemberian ekstrak jahe merah selama tiga hari menurukan kadar kolesterol pada penderita obesitas.

Pemberian ekstrak jahe merah selama tiga hari menurukan kadar kolesterol pada penderita obesitas.

Pencernaan
Masyarakat Indonesia lebih mengenal rimpang jahe sebagai obat masuk angin. Jahe terbukti berkhasiat sebagai karminatif atau merangsang keluarnya gas dari perut. Sifatnya yang hangat di dalam tubuh juga dapat mengurangi mual, batuk, dan gejala flu ringan. Menurut Lukas rasa mual adalah rangsangan dari mulut yang dikirim ke otak yang dapat dikurangi dengan rasa pedas yang terdapat di dalam jahe.

Enzim protease dan lipase di jahe juga berfungsi untuk kesehatan pencernaan, yaitu sebagai pemecah protein dan lemak. Oleh karena itu jahe membantu mencerna, menyerap makanan, dan meningkatkan nafsu makan. Di Indonesia beberapa produk berbahan jahe tersedia di pasaran. Menurut Raymond Hendarto dari PT Sidomuncul, jahe memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Manfaat utama dalam produk jahe adalah untuk menghangatkan badan dan mengurangi rasa mual dalam perjalanan. Khasiat yang beragam itu berkat kandungan senyawa aktif dalam rimpang jahe. Dalam beberapa penelitian para ahli menemukan zat aktif jahe yang bernama zingibain juga memiliki khasiat antiinflamasi. Beberapa komponen kimia jahe, seperti gingerol, shogaol, dan singerone memberi efek farmakologi dan fisiologi.

Baca juga:  Kurma Spektakuler! Dari Gurun ke Tropis

Senyawa aktif itu berkhasiat sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antikarsinogenik. Berbagai faktor seperti waktu panen, ketinggian lokasi budidaya, curah hujan, keadaan rimpang kering atau segar mempengaruhi komposisi kandungan kimia. Contoh saat panas, gingerol akan berubah menjadi shogaol yang memiliki rasa lebih pedas. Dengan demikian jahe kering memiliki rasa yang lebih pedas dibandingkan jahe segar. (Ian Purnama Sari)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d