Kersen untuk Batu Ginjal 1
Daun kersen terbukti mengandung senyawa dieuritik.

Daun kersen terbukti mengandung senyawa dieuritik.

Ekstrak daun kersen mencegah batu ginjal karena berefek diuretik.

Batu ginjal salah satu dari tiga penyakit yang kerap ditangani para dokter bidang urologi. Dua penyakit lainnya yaitu infeksi saluran kemih dan pembesaran prostat. Penyakit batu ginjal tergolong penyakit purba karena manusia sejak awal peradaban telah mengalaminya. Itu terbukti saat ditemukannya batu pada kandung kemih seorang mumi di Mesir yang diperkirakan berumur sekitar 7.000 tahun. Di Amerika Serikat 5—10% penduduknya menderita penyakit batu ginjal.

Menurut Kepala Poli Obat Tradisional Rumah Sakit dr Sutomo, Surabaya, Jawa Timur, Dr dr H Arijanto Jonosewojo SpPD, batu ginjal terbentuk dari endapan yang terjadi akibat infeksi dan pola makan yang kurang baik. “Batu ginjal terbagi menjadi dua, ada yang bersifat asam, ada pula yang bersifat basa,” kata Arijanto. Batu ginjal yang bersifat asam berkaitan dengan endapan asam urat.

Jatmiko Susilo, periset di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo.

Jatmiko Susilo, periset di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo.

Daun kersen
Menurut Arijanto, “Konsumsi makanan bersifat asam secara berlebihan dapat memicu terjadinya endapan batu ginjal bersifat asam.” Dokter yang rutin mengonsumsi temulawak itu mengatakan, bentuk endapan batu yang bersifat asam pada umumnya lebih runcing menyerupai batu karang. Sementara batu ginjal yang bersifat basa terbentuk akibat infeksi pada saluran ekskresi sehingga terjadi endapan berupa kalsium pada ginjal.

Batu yang bersifat basa bentuknya lebih tumpul. “Kunci utama agar tidak terserang batu ginjal adalah menjaga kondisi urine selalu dalam keadaan netral,” katanya. Arijanto menuturkan ada dua cara untuk mengobati batu ginjal, yaitu konsumsi obat dan operasi. Jika ukuran batu ginjal kurang dari 1 cm dan kondisi ginjal masih baik, Arijanto tidak menyarankan untuk operasi. Alternatif lain mengonsumsi obat yang bersifat diuretik atau peluruh urine.

Baca juga:  Tunas Bambu Peluruh Batu

“Obat yang bersifat diuretik hanya bersifat melancarkan saluran kemih, tapi tidak bisa menghancurkan endapan batu ginjal,” katanya. Salah satu herbal yang berperan diuretik adalah daun kersen Muntingia calabura. Menurut Drs Jatmiko Susilo Apt MKes, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Ngudi Waluyo, Ungaran, Jawa Tengah, daun kersen memiliki senyawa yang bersifat diuretik dan dapat mencegah terbentuknya batu ginjal.

Itu terbukti secara ilmiah dalam penelitian yang dilakukan Jatmiko. Dalam penelitian itu ia membandingkan efek furosemid—obat untuk membuang cairan berlebih—dengan ekstrak daun kersen. Penelitian dilakukan terhadap 25 tikus putih jantan galur wistar umur 2—3 bulan dengan bobot 180—200 g dan kondisi sehat. Seluruh hewan uji dipuasakan selama 18 jam sebelum perlakuan.

Konsumsi makanan bersifat asam seperti seafood secara berlebih dapat mengakibatkan batu ginjal.

Konsumsi makanan bersifat asam seperti seafood secara berlebih dapat mengakibatkan batu ginjal.

Khasiat terbukti
Jatmiko membagi hewan uji dalam 5 kelompok perlakuan. Kelompok I adalah kontrol positif. Pada kelompok itu ia memberikan furosemide, obat untuk membuang cairan berlebih di dalam tubuh. Jatmiko hanya memberikan akuades pada kelompok II yang merupakan kontrol negatif. Sementara pada kelompok III—V ia memberikan ekstrak daun kersen dengan konsentrasi masing-masing 8%, 10%, dan 12%.

Periset itu memberikan seluruh perlakuan dalam bentuk minuman yang diberikan secara oral dengan dosis 2,5 ml/200 g bobot tubuh. Interval pemberian setiap 3 jam selama 24 jam. Ia mengamati volume urine, kandungan kalium dan natrium pada urine, sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan volume urine paling tinggi terjadi pada kelompok hewan uji yang mengonsumsi ekstrak daun kersen berkonsentrasi 12%.

Semula volume urine pada kelompok itu hanya 4,57 ml, lalu meningkat menjadi 10,62 ml. Hasil itu tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif yang mengonsumsi furosemide, yakni semula 4,83 ml menjadi 10,97 ml. Itu menunjukkan bahwa efek diuretik ekstrak etanol daun kersen dengan konsentrasi 12% sebanding dengan furosemide. Adapun peningkatan kadar natrium dan kalium paling tinggi terjadi pada kelompok hewan uji yang mengonsumsi ekstrak daun kersen berkadar 8% (lihat tabel).

Baca juga:  Mereka Muda dan Jawara

Menurut Jatmiko senyawa yang mempengaruhi ketiga parameter itu adalah flavonoid. Flavonoid pada daun kersen berefek sama dengan furosemid dalam meningkatkan volume urine, ekskresi natrium dan kalium. Flavonoid dapat menghambat reabsorpsi Na+, K+ dan Cl- sehingga terjadi peningkatan elektrolit di tubulus dan menyebabkan diuresis. Menurut herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, konsumsi daun kersen secara rutin tidak bermanfaat sebagai diuretik.

Faedah lain, membantu mengatasi penyakit lain seperti asam urat, diabetes mellitus, dan kolesterol. Masyarakat mudah memperoleh daun kersen karena tumbuh di berbagai daerah. Untuk mengonsumsi daun kersen, cuci 11—21 lembar daun kersen dengan air garam untuk mencegah timbulnya alergi. Setelah itu rebus dalam 2 gelas air (400 ml) hingga tersisa segelas (200 ml). Setelah dingin, minum air rebusan sekali sehari. Dengan begitu kemih menjadi sehat dan batu ginjal pun minggat. (Muhamad Fajar Ramadhan)

COVER 1.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments