Kering dalam Sekejap 1
Sayuran kering tahan simpan hingga 4 bulan

Sayuran kering tahan simpan hingga 4 bulan

Mesin pengering sayuran, penyelamat ketika harga anjlok.

Produksi tanaman sayuran di tanahair bak ombak di lautan. Kadang pasang alias melimpah dan kadang juga surut alias langka. Akibatnya, harga sayuran seperti seledri, kubis, cabai, dan wortel pun sangat berfluktuatif. Harga naik pada saat barang langka dan sebaliknya, harga turun ketika barang melimpah. Para petani sayuran di berbagai wilayah mengalami hal itu. Saat panen raya di Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, misalnya, harga hampir semua komoditas sayuran turun. Harga kubis semula Rp2.000 menjadi Rp500, caisim hanya Rp200 semula Rp500, dan daun seledri Rp2.500 semula Rp12.000 – semua per kilogram.

Akibatnya petani rugi. Pasalnya, hasil penjualan sayuran tidak mampu menutup biaya tanam, pemupukan, pembelian obat, dan tenaga kerja. Petani yang membudidayakan kubis di lahan 2.000 m2, misalnya, menghabiskan Rp4-juta. Jika hasil produksi di lahan itu rata-rata 5 ton, maka omzet petani Rp2,5-juta jika harga jual kubis saat panen Rp500 per kg. Masalah lain, sayuran tergolong bahan makanan yang mudah rusak. Itu karena kandungan air tinggi, berkisar 85 – 95%, sehingga sangat nyaman untuk pertumbuhan mikroorganisme dan mempercepat reaksi metabolisme.

Harga sayuran seperti wortel kerap anjlok pada saat panen raya

Harga sayuran seperti wortel kerap anjlok pada saat panen raya

Tahan lama

Salah satu cara mengatasi kondisi itu adalah mengolah sayuran segar menjadi kering. Pengeringan bertujuan mengurangi kandungan air dalam bahan sehingga menghambat pertumbuhan mikrob. Sayuran yang dikeringkan jadi lebih ringan dan volume lebih kecil sehingga menurunkan biaya pengangkutan dan penyimpanan. Dalam bentuk kering, umur simpan sayuran pun lebih lama, 4 bulan dalam kemasan kantong plastik polietilen.

Menurut Ir Himawan Adinegoro, MSc dari Direktorat Pengkajian Industri Pengolahan dan Rekayasa, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, pengeringan sayuran juga menjadi salah satu langkah perluasan usaha. Itu karena selain bisa diserap perusahaan pangan dalam negeri, juga menjadi komoditas ekspor unggulan yang masih terbuka pasarnya. Agar proses pengeringan tak tergantung alam – sinar matahari – Surizal, produsen alat dan mesin pertanian di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merakit alat pengering sayuran sederhana.

Mesin pengering berkapasitas 100—200 kg

Mesin pengering berkapasitas 100—200 kg

Alat pengering oven berbentuk seperti lemari dengan ukuran panjang 120 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 150 cm. Di dalamnya terdapat 22 rak sebagai wadah penampung sayuran yang akan dikeringkan. “Satu rak dapat menampung 10 kg bahan segar,” kata Surizal. Rizal – sapaan Surizal – melengkapi alat dengan kompor, blower dan tombol pengatur suhu. Kompor berbentuk pipa persegi panjang terletak di bagian bawah alat. Di sepanjang pipa itu terdapat 100 lubang kecil tempat keluarnya api. “Dengan bentuk pemipaan kompor seperti itu membuat pemanasan merata,” kata direktur PT Bahagia Jaya Sejahtera itu.

Baca juga:  Jambu Jumbo Rival Madu Deli

Nutrisi tetap

Selama proses pengeringan suhu diatur pada kisaran 60 – 80oC. Ahli gizi dan pangan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Kesehatan Bogor, Jawa Barat, Dr Mien Karmini Mahmud, MS, APU, menuturkan proses pengeringan optimal pada suhu 70oC. “Jika suhu kurang dari 70oC maka proses pengeringan lebih lama. Sementara jika suhu 80oC maka kandungan vitamin C dalam bahan berkurang,” kata peneliti senior itu.

Menurut Rizal lama pengeringan sangat tergantung bahan. Proses pengeringan seledri dalam bentuk tanaman utuh, tanpa akar, pasti lebih lama daripada seledri yang telah diiris kasar terlebih dahulu. Intinya, “Laju pengeringan alat 1 – 3% per jam,” ujarnya. Apabila Apium graveolens segar mengandung kadar air 22%, setelah dikeringkan selama sejam kadar air menjadi 19%.

Warna sayuran kering sama seperti segarnya

Warna sayuran kering sama seperti segarnya

Jika mau menurunkan kadar air seledri hingga menjadi 5% butuh waktu pengeringan 5 – 6 jam. Selain untuk sayuran, alat pengering oven juga dapat digunakan untuk mengeringkan bahan herbal seperti mahkota dewa, daun salam, meniran, dan daun dewa. Alat pengering oven hemat bahan bakar. Selama sejam pengeringan hanya menghabiskan 0,1 kg gas elpiji. Artinya, satu tabung gas 3 kg dapat digunakan untuk mengeringkan sayuran selama 30 jam.

Sang alat juga istimewa lantaran tidak mengubah warna dan rasa asli bahan yang dikeringkan. “Warna bahan kering mirip warna segarnya. Contohnya daun tetap berwarna hijau tidak berubah cokelat,” kata Titi Moertolo, pengguna alat pengering di Jakarta Selatan. Alat pengering juga aman dipakai lantaran berbahan besi nirkarat. Dengan begitu alat pengering sayuran itu pantas menjadi solusi bila produksi sayuran melimpah. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Riefza Vebriansyah)

Baca juga:  Pupuk Cangkang Udang

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments