Kerdilkan Kayu Darah 1
Pohon logwood Haematoxylum campechianum dengan gaya chokkan atau tegak lurus yang dibuat Budi Sulistyo sejak Juli 2009

Pohon logwood Haematoxylum campechianum dengan gaya chokkan atau tegak lurus yang dibuat Budi Sulistyo sejak Juli 2009

Membentuk bonsai kayu darah dengan bahan sederhana

Mencari pohon kayu darah alias logwood di Puerto Rico bukan hal sulit. Kayu darah Haematoxylum campechianum dari bahasa Yunani, haema berarti darah dan xylon berarti kayu, merupakan tumbuhan berbatang keras, kulit keriput, dengan pertumbuhan mencapai tinggi 15 m. Di negara salah satu penghasil kopi arabika terbaik dunia itu, logwood banyak dijumpai di hutan-hutan bagian barat. Masyarakat setempat memanfaatkan kulit batang sebagai pewarna alami.

Dengan karakter batang yang kokoh, cabang dan ranting rimbun, serta kulit keriput sangat potensial dijadikan bahan bonsai. Puerto Rico (dari bahasa Spanyol, puerto berarti pelabuhan, rico bermakna kaya), negara di Amerika latin termasuk daerah tropis. Tak heran jika pemandangan alamnya mirip di Indonesia. Namun, dengan kondisi infrastruktur yang tertata rapi, terlihat negara beribukota San Juan itu lebih unggul. Bonsai juga berkembang di negara seluas Pulau Madura itu.

Penampilan logwood pada Juni 2011 setelah dipangkas

Penampilan logwood pada Juni 2011 setelah dipangkas

Tumbuh di Jakarta

Kayu darah benar-benar membuat penasaran, hingga saya mampir di nurseri milik Pedro Morales. Pria kelahiran 1961 itu seorang pebonsai kondang di Amerika latin. Ia membuka sekolah bonsai tropis di San Juan, ibu kota Puerto Rico. Pria berbadan subur itu lalu mengajak untuk melihat koleksi-koleksi tanaman logwoodnya. Kayu darah-kayu darah itu berdiameter batang 20 cm—30 cm. Di antara pepohonan mini itu, terselip sebuah logwood berbatang kecil dengan diameter batang 10 cm di bagian pangkal dan 6 cm di tengah.

Batang tanaman kerabat sengon itu lurus, sehingga tidak menarik. Namun dibalik kesan sederhana itu, tersimpan daya tarik tinggi pada pangkal batang yang terkesan tua. Saya memberanikan diri untuk bertanya kepada Pedro, “Berapa harga pohon ini?” Di luar dugaan, Pedro memberikan pohon seperti tongkat pemukul maling itu secara gratis. Pedro hanya melihat sejenak lalu menyerahkan tanpa berkomentar.

Kondisi logwood saat didatangkan ke Indonesia pada Juli 2009

Kondisi logwood saat didatangkan ke Indonesia pada Juli 2009

Sesampai di Indonesia, kayu darah itu saya tanam di pot bulat besar. Tujuannya agar perakaran lebih leluasa tumbuh sehingga pertumbuhan pohon pun bisa cepat dan subur. Media tanam yang digunakan berupa campuran 70% pasir dan 30% humus. Ternyata logwood tumbuh subur di Jakarta. Tunas yang ke arah atas sengaja dibiarkan tumbuh panjang sampai 1 m agar kelak lebih banyak pilihan variasi gaya.

Baca juga:  Bangladesh Bergairah Organik

Batang membesar sehingga mudah membentuk puncak baru yang seimbang dengan batang asli di bagian atas. Sementara cabang-cabang ke arah samping dibentuk dengan kawat yang longgar agar cabang tumbuh secara maksimal. Cabang bagian atas lebih sering dipotong untuk mengontrol agar cabang tidak terlalu besar. Sebaliknya, cabang-cabang bagian bawah justru dibiarkan lebih memanjang agar ukurannya lebih besar.

Tegak lurus

Bonsai logwood istimewa di nurseri milik Pedro Morales

Bonsai logwood istimewa di nurseri milik Pedro Morales

Ranting-ranting yang tumbuh kemudian dipotong agar cabang tumbuh lebih cepat dan dibentuk secara horizontal. Perawatan dan pengawatan diberikan agar bentuk pohon tetap stabil setelah 2—3 tahun, penggantian pot perlu dilakukan untuk menyesuaikan ukuran pohon. Pada Mei 2012, munculah wajah logwood pemberian Pedro itu dengan gaya chokkan alias tegak lurus. Secara sederhana, gaya itu menampilkan percabangan model sistem ganjil—genap.

Cabang dibiarkan tumbuh banyak dan rapat sehingga menimbulkan kesan sebuah pohon yang tumbuh tinggi. Sementara puncak tanaman memakai cabang yang tumbuh di puncak dan dibuat lurus tumbuh ke atas sampai pembesaran bisa mengimbangi bagian atas dahan. Bonsai logwood itu menggambarkan sebuah pohon tua yang tumbuh menjulang tinggi ke angkasa. Ketuaan ditunjukkan oleh bentuk pangkal batang dan sebagian batang yang tidak bulat tetapi berpola atau mblimbing—dalam istilah Jawa. Kesan pohon tinggi ditunjukkan oleh tajuk yang dibuat sempit. Selesailah merubah bahan sederhana menjadi bonsai logwood istimewa. (Ir Budi Sulistyo, praktikus bonsai di Jakarta)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *