Perbanyakan generatif anggrek Cymbidium salah satu upaya melestarikannya.

Perbanyakan generatif anggrek Cymbidium salah satu upaya melestarikannya.

Sumatera salah satu pusat biodiversitas anggrek di Indonesia, selain New Guinea dan Borneo. Pulau Andalas beriklim basah dan kering yang seimbang. Kurang lebih 41% dari 1.118 jenis anggrek di Sumatera merupakan anggrek endemik. Salah satu anggrek endemik di Sumatera adalah C. hartinahianum yang termasuk anggota dari section Austrocymbidium, dari subgenus Cymbidium. Pusat keragaman dari subgenus Cymbidium berada di Malaysia.

Kini marga Cymbidium terdiri atas sekitar 50 jenis yang tersebar dari Himalaya sampai Australia. Sebagian besar yang tumbuh di daerah dingin adalah jenis-jenis Cymbidium dari Himalaya dan Tiongkok. Sebagian besar anggrek silangan Cymbidium adalah jenis epifit. Jenis-jenis anggrek Cymbidium sudah lama dibudidayakan di Tiongkok hampir 2.500 tahun lamanya.

Silangan-silangan dari anggrek Cymbidium dihasilkan pada abad ke-19. Jenis–jenis Cymbidium hidup sebagai tumbuhan autotrof, terestrial, maupun litofit. Anggrek Cymbidium berakar tebal dengan tudung akar, akar seperti gabus, dengan epidermis putih. Batang tegak, membengkak membentuk pseudobulbs. Biasanya pertumbuhan anggrek tersebut berpola simpodial. (Elizabeth Handini, S.P., Peneliti di Pusat Konservasi Tanaman Kebun Raya Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)

Tags: anggrek, trubus

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d