Kentang Turunan Burbank 1
Kentang jala ipam cocok dibudiidayakan di dataran berketinggian 1.200—1.400 m di atas permukaan laut, dengan umur panen 90—105 hari setelah tanam.

Kentang jala ipam cocok dibudiidayakan di dataran berketinggian 1.200—1.400 m di atas permukaan laut, dengan umur panen 90—105 hari setelah tanam.

Kentang baru berproduktivitas tinggi dan tahan penyakit hawar daun.

Laba Murtadi SE berlipat ganda saat menanam kentang jala ipam pada 2013. Petani di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, itu menuai 25—30 ton per hektar dengan harga jual Rp5.000 per kg. Itu sama dengan produktivitas dan harga jual varietas kentang yang ditanam sebelumnya. Dari mana tambahan laba pekebun kentang itu? Sejak menanam jala ipam kebutuhan bibit lebih rendah.

“Dengan jala ipam, kebutuhan bibit hanya setengahnya, 1,5 ton per hektar,” kata alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gajayana, Malang, itu. Volume kebutuhan bibit lebih sedikit karena bobot lebih rendah, yakni 40—50 gram per umbi. Bandingkan dengan bobot bibit kentang lain yang rata-rata 100 gram per umbi. Oleh karena itu dengan populasi sama, yakni 30.000 tanaman per ha, volume kebutuhan bibit lebih sedikit.

Kentang jala

Kentang jala

Hasil seleksi
Keruan saja petani yang menanam jala ipam diuntungkan karena harga pembelian bibit berdasarkan bobot, bukan jumlah umbi. Harga bibit di tingkat petani saat ini sekitar Rp14.000 per kg. Dengan demikian Murtadi yang menanam jala ipam menghemat Rp21-juta per ha. Padahal, Murtadi mengelola lahan kentang seluas 3 ha. Artinya dalam satu musim tanam penghematan pekebun kentang sejak 1995 itu mencapai Rp63-juta.

Jala ipam merupakan kentang baru karya Prof Dr Ir Suharsono DEA dari Departemen Biologi, Institut Pertanian Bogor. Ia mulai merakitnya sejak 2010 dengan menyeleksi kentang jenis russet burbank (RBB), kentang introduksi asal Amerika Serikat. Luther Burbank mematenkan kentang russet burbank pada 1914. Varietas itu berasal dari mutasi kentang burbank.

Prof Suharsono merakit varietas kentang jala ipam sejak 2010.

Prof Suharsono merakit varietas kentang jala ipam sejak 2010.

“Diberi nama jala ipam karena kulitnya berjaring-jaring seperti jala, sementara ipam akronim dari IPB amanah,” ujar Suharsono. Menurut Prof Suharsono keunggulan kentang russet burbank antara lain bentuk lonjong dan kaya zat pati sehingga cocok untuk french fries atau stik kentang goreng. “Dengan bentuk lonjong, bagian yang terbuang saat dibuat stik hanya sekitar 20%. Kalau menggunakan kentang atlantik yang umbinya bulat bagian yang tak terpakai bisa 40%,” ujarnya.

Baca juga:  Ilmu Ikan

Selain itu, kadar pati kentang russet burbank mencapai 18—20%, sementara kentang jenis lain di bawah 15%. Dengan kadar pati tinggi, jala ipam tetap padat dan berbobot saat digoreng. Prof Suharsono menguji multilokasi jala ipam di berbagai daerah seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Majalengka—semua di Provinsi Jawa Barat—serta Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Hasilnya produktivitas rata-rata mencapai 21,7—24,2 ton per ha dengan bobot per umbi 157,1—190,8 g. Bandingkan dengan produktivitas kentang nasional yang hanya 17,67 ton per hektar. Selain itu jala ipam memiliki karakter daun oval dan memanjang. Bentuk umbinya lonjong dengan kulit kuning bercorak menjala. Jala ipam cocok untuk dataran tinggi dari 1.200—1.400 m di atas permukaan laut.

Umur panen kentang Solanum tuberosum baru itu 90—105 hari setelah tanam. Dengan keuntungan tinggi, keruan

Umbi kentang jala ipam berbentuk lonjong sehingga cocok untuk stik kentang goreng.

Umbi kentang jala ipam berbentuk lonjong sehingga cocok untuk stik kentang goreng.

saja banyak petani kentang yang berminat menanamnya. Sayang, mereka terhalang ketersediaan bibit. Murtadi bersama 20-an petani kentang yang tergabung dalam kelompok tani Lawang Londe baru bisa membudidayakan jala ipam di lahan 3 hektar.

Padahal, “Kalau bibitnya tersedia, menanam 100 hektar pun kami sanggup,” ujar petani kelahiran Lombok, 26 April 1975 itu. Menurut Prof Suharsono jala ipam merupakan kentang baru yang dilepas pada 2014. Oleh karena itu ketersediaan bibit masih terbatas karena pengembangannya sedang berjalan. Selain jala ipam, kentang baru lain adalah madisu.

Tahan hawar daun
Menurut Rudy Madiyanto madisu merupakan persilangan antara tetua betina kentang arinsa dan tetua jantan kentang russet burbank. Petani di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kotamadya Batu, Jawa Timur, itu mengatakan bahwa arinsa unggul dari segi resistensi terhadap penyakit hawar daun akibat cendawan Phytophthora infestans. Harap maklum, kerugian petani akibat hawar daun mencapai 40%.

Baca juga:  Khasiat di Balik Keelokan Daun Ungu

Alumnus Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, itu meneliti kentang sejak 2007. Dari dua tetua itu ia memperoleh 8 klon resisten penyakit hawar daun dan 3 klon yang agak resisten. “Dari 11 klon itu diseleksi lagi hingga muncul 3 klon yang tahan terhadap hawar daun dan relatif stabil. Klon pilihan itu juga bagus pertumbuhan vegetatif dan generatif,” ujar Rudy.

Rudy Madiyanto menggenggam kentang madisu yang resisten penyakit hawar daun.

Rudy Madiyanto menggenggam kentang madisu yang resisten penyakit hawar daun.

Dari 3 klon itu terpilih klon AP-4, klon terunggul. Rudy memberi nama kentang itu madisu, singkatan dari Madiyanto dan Sugeng adik Rudy yang membantunya meriset kentang. “Keunggulan madisu secara umum resisten hawar daun dengan potensi produksi 25—30 ton per hektar,” ujar lelaki kelahiran 2 Juli 1978 itu. Selain itu tekstur madisu lebih lembut dibandingkan kentang granola.

Itulah sebabnya madisu cocok sebagai bahan beragam makanan, seperti perkedel atau sup. Menurut Rudy Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akan mengembangkan benih sebar madisu. Untuk skala kecil, Rudy mengembangkan benih madisu dengan teknologi kultur jaringan, sementara untuk perbanyakannya menggunakan sistem aeroponik.

“Sistem aeroponik menghasilkan benih kentang lebih banyak dan steril,” ujar Rudy. Ia kini menghasilkan 10 ton umbi madisu. Kini petani punya pilihan lain jika hendak menanam kentang, yakni jala ipam yang hemat bibit dan cocok untuk french fries atau madisu yang tahan gempuran cendawan Phytophthora. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *