Kelinci membutuhkan hijauan sebagai sumber serat.

Kelinci membutuhkan hijauan sebagai sumber serat.

Perawatan dan pemberian pakan tepat, kelinci sehat.

Dua kelinci giant angora bebas berlarian dan saling berkejaran dalam kandang umbaran menyerupai huruf L. Maklum, ukuran kandang itu cukup besar, tinggi 50 cm, lebar 60 cm dengan panjang setiap sisi L 120 cm. Peternak kelinci di Sukabumi, Jawa Barat, Sugita Yohanes Hermanto, sengaja menempatkan kelangenannya itu dalam kandang besar di halaman rumah. Menurut pria 31 tahun itu, kandang umbaran banyak manfaatnya.

Kandang yang relatif longgar membuat rodensia itu leluasa beraktivitas sehingga mengurangi tingkat stres. Aktivitas fisik mempertahankan fungsi anatomi tubuh sekaligus mencegah masalah saluran pencernaan seperti sembelit. Sepekan sekali, Sugita mengumbar klangenannya dalam kandang besar di halaman rumah. Ia menempatkan kandang itu di halaman ketika sinar matahari belum terlalu terik.

Grooming
Sugita memiliki total 150 kelinci yang terdiri atas 5 jenis yaitu jersey wooly, lion head, english angora, french angora, dan giant angora. Untuk menjaga kesehatan satwa bertelinga lebar itu, ia memberikan perlakuan berbeda berdasarkan jenis. Untuk merawat bulu, misalnya, ia melakukan grooming dengan frekuensi berbeda antara angora dan lion head (lihat tabel Beda Jenis Beda Perlakuan halaman 43).

Sugita Yohanes Hermanto, peternak kelinci di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sugita Yohanes Hermanto, peternak kelinci di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Jenis lion head paling jarang grooming karena, “Bulunya tidak mudah kusut,” kata ayah 3 anak itu. Sugita menjelaskan bahwa perawatan kelinci jenis english angora paling rumit karena bulu wool lebih banyak dibanding dengan bulu kasar. Itu menyebabkan bulu mereka lebih mudah kusut ketimbang jenis lain. Selain kesehatan bulu, Sugita juga membedakan kebutuhan nutrisi kelinci berdasarkan ukuran tubuh.

Asupan pakan jenis kecil seperti jersey wooly atau lion head tidak sebanyak jenis besar seperti angora. Sugita memberikan pelet 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore. Malamnya ia memberikan rumput hay sebagai sumber serat. Asupan serat vital bagi semua varian jenis angora lantaran jenis itu tidak tahan kekurangan serat. “Begitu kekurangan serat dia akan mengunyah bulunya sendiri. Itu membahayakan karena bisa mengganggu pencernaan,” kata Sugita.

Baca juga:  Panen Besar di Lahan Bekas

Peternak di Kulonprogo, Yogyakarta, drh. Rinto Ariwibowo, menyarankan pemberian pakan yang mengandung protein minimal 15%. Saat bunting, kadar itu sebaiknya ditingkatkan agar menghasilkan anakan berkualitas prima dan masa produksi induk lebih lama. Rinto memelihara 100 kelinci, sehingga memerlukan 25 kg pakan setiap 3 hari. Ia juga rutin memberikan rumput hay sebagai sumber serat.

Grooming pada english angora dilakukan setiap 2 hari sekali.

Grooming pada english angora dilakukan setiap 2 hari sekali.

Pemberian pakan juga sangat diperhatikan peternak kelinci di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Suprayogi. “Pola makan yang terjaga meminimalkan kematian,” katanya. Ia membuat sendiri pelet dengan kandungan protein 15%. Pelet yang ia buat sendiri itu ia berikan pada pagi dan sore, masing-masing sekitar 70 g per pemberian. Menjelang kontes, ia memberikan pelet 70% dan hay 30%. Ia sesekali memberikan apel dan wortel sebagai pakan tambahan.

Hijauan
Menurut dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, drh. Slamet Rahardjo, MPH, kelinci bersifat herbivora sehingga membutuhkan hijauan sebagai sumber serat. Alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada itu menyarankan untuk membatasi pemberian hijauan segar. Itu karena kelinci memiliki lambung tunggal dan ada proses pencernaan oleh mikrob.

576_ 35Slamet mengingatkan bahwa kelinci aktif pada malam hari sehingga pemberian pakan lebih efektif pada sore atau malam hari. Kekurangan serat pada kelinci menyebabkan obesitas dan mengurangi produktivitas anakan kelinci betina. Selain itu juga memicu gangguan pencernaan, diare, bahkan kematian. Selain pakan, pehobi juga perlu memerhatikan kandang. Kelinci menyukai tempat teduh dengan sirkulasi udara teratur.

Kandang harus memiliki sirkulasi udara yang baik.

Kandang harus memiliki sirkulasi udara yang baik.

Bila memungkinkan tempatkan kandang dalam ruangan berpengatur suhu yang mempertahankan suhu 24—28°C. Kelinci bulu panjang seperti english angora lebih menyukai suhu kurang dari 24°C. Kandang berpendingin juga diterapkan Sugita. Dengan menggunakan pendingin suhu di kandang diatur pada kisaran 22°C. Yongki—sapaan Suprayogi—menyatakan selain pakan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah sanitasi kandang. Ia membersihkan kandang setiap pekan.

Baca juga:  Pangan Kaya Gizi

“Sirkulasi udara harus lancar,” ujar Yongki. ketika musim hujan, ia memberikan vitamin tambahan berupa vitamin A, D, E, dan C. Tambahan itu untuk membantu merangsang pembentukan bulu. Fungsi lain, mencegah penyakit akibat udara dingin atau hujan seperti skabies, diare, atau perut kembung. Untuk menjaga daya tahan tubuh, Sugita juga memberikan jamu berbahan baku jahe, kunyit, dan daun sirih.

Sebagai pencegahan penyakit ia memberikan satu tutup botol jamu yang dicampur dalam 500 ml air. Pemberian sekali dalam sepekan. Jika pemberian jamu untuk pengobatan ia memberikan 1 ml yang langsung dimasukkan ke mulut. Pemberian jamu itu untuk mengobati kembung dan mencret, kesuburan, dan mengurangi stres. Untuk pengobatan biasanya 2 kali minum sudah terlihat perkembangannya. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Muhamad Fajar Ramadhan dan Muhammad Awaluddin)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d