Kopi arabika kelas spesial di lereng Gunung Malabar, Jawa Barat.

Kopi arabika kelas spesial di lereng Gunung Malabar, Jawa Barat.

Puput riang memasuki ruangan sauna seluas dua kali meja pingpong. Ia duduk selama 15 menit hingga seluruh tubuhnya menghangat. Langkah berikutnya perempuan itu menuju dipan. Vety menanti di tepi dipan. Setelah Puput berbaring telungkup, Vety membuka kemasan krim lalu menuangkan isinya ke dalam mangkuk. Ia mengoleskan krim itu sambil memijat punggung Puput hingga warnanya berubah menjadi cokelat kehitaman.

Aroma harum yang khas menguar seketika. Krim yang Vety oleskan ke tubuh Puput itu berisi serbuk kopi. Itulah yang membuat Puput rutin ke salon di perbatasan Jakarta—Bekasi itu untuk melakukan perawatan tubuh sepekan sekali. “Butiran kopi dalam lotion meresap ke bawah kulit, membuat tubuh terasa bugar. Sementara aroma kopi yang khas menenangkan pikiran,” kata Siti Roghaiyah, pemilik salon.

Kulit kopi kaya antioksidan tapi selama ini terbuang percuma.

Kulit kopi kaya antioksidan tapi selama ini terbuang percuma.

Menurut pewaralaba salon khusus muslimah Moz5 (baca: mozlima) di Kota Bekasi, Jawa Barat itu, paket spa kopi menjadi favorit pelanggan. Salon milik Siti menjadi pilihan pelanggan lantaran satu-satunya salon khusus muslimah di daerah itu. Pengunjung salon itu paling banyak pada Sabtu dan Ahad, mencapai 30 orang per hari. Sementara pada hari kerja, pelanggan yang datang paling hanya separuhnya.

“Dari 30 konsumen yang datang pada akhir pekan, 5—6 orang di antaranya memilih perawatan tubuh dengan spa kopi,” kata Siti. Selain kopi, paket yang marak dipilih pelanggan adalah teh hijau. Aroma segar yang menenangkan pikiran menyebabkan keduanya menjadi favorit. Selain itu serbuk biji tanaman anggota famili Rubiaceae itu mampu menyamarkan selulit di bagian tubuh perempuan yang kerap terlipat.

Aroma kopi menimbulkan efek menenangkan sehingga cocok untuk spa.

Aroma kopi menimbulkan efek menenangkan sehingga cocok untuk spa.

Spa kopi marak sejak 2010 dan mencapai puncak popularitas pada 2012. Saat itu spa tersohor seperti Royal Heritage pun menyediakan paket perawatan tubuh dengan kopi. Namun, ketika Trubus menghubungi pada Oktober 2015, petugas penjawab telepon menyatakan spa kopi tidak tersedia lantaran kurangnya peminat. Demikian pula spa di hotel Ritz-Carlton, Jakarta, berhenti menyediakan paket perawatan tubuh dengan kopi lantaran minimnya respons tamu.

Menurut Trimustika Dewi dari bagian kerja sama kantor pusat salon Moz5 di Kota Depok, Jawa Barat, salon tempatnya bekerja memunculkan paket spa kopi sejak 2009 atau 2010. Namun, ketika itu bentuknya masih serbuk lulur yang perlu diencerkan dengan air. Sejak 2013 mereka mengubah bentuk serbuk lulur menjadi krim yang praktis karena langsung dioleskan ke tubuh sembari diiringi pijatan ringan sebagai bagian perawatan tubuh.

Kopi arabika kelas spesial di lereng Gunung Malabar, Jawa Barat.

Kopi arabika kelas spesial di lereng Gunung Malabar, Jawa Barat.

Tika—panggilan Trimustika—menyatakan paket spa kopi salah satu daya tarik bagi pelanggan. “Paket itu disukai di pinggiran ibukota seperti Kota Depok, mungkin karena unik dan baru bagi masyarakat di sini,” kata Tika. Kebanyakan pelanggan yang datang mengetahui reputasi spa kopi, tetapi belum sempat mencoba lantaran hanya tersedia di spa-spa besar di Jakarta Pusat atau yang menjadi satu dengan hotel.

Saat spa kopi dibawa ke dekat tempat tinggal mereka, barulah pehobi spa setempat mudah mengaksesnya. “Begitu pelanggan merasakan perbedaannya dengan bahan lain, spa kopi menjadi favorit,” kata Siti Roghaiyah. Manfaat spa kopi terhadap kebugaran bukan sekadar klaim sepihak. Riset Tais Aleriana Lucon Wagemaker dan rekan dari Instituto Agronomico de Campinas di Campinas, Brasil, menyatakan bahwa kopi mempunyai efek tabir surya.

Menteri Perindustrian, Saleh Husin saat pembukaan acara hari kopi sedunia pada 1 Oktober 2015.

Menteri Perindustrian, Saleh Husin saat pembukaan acara hari kopi sedunia pada 1 Oktober 2015.

Kemampuan suatu zat melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet B (UVB) dinyatakan dalam angka sun protection factor (SPF). Angka itu menyatakan lamanya waktu perlindungan tabir surya sebelum sinar UVB mencapai lapisan kulit dibandingkan dengan tanpa perlindungan. Jika tanpa tabir surya kulit mulai rusak oleh UVB dalam 10 menit, maka bahan dengan angka SPF 2 dapat mencegah kulit terbakar dalam waktu 20 menit.

Baca juga:  Upaya Agar Banjir Berakhir

Wagemaker membandingkan kemampuan SPF beberapa spesies kopi, antara lain yang banyak dibudidayakan (arabika dan robusta), beberapa spesies kopi liberika dan kopi liar Coffea salvatrix serta C. stenophylla. Meski angka SPF kedua spesies kopi liar itu mengungguli kopi arabika dan robusta (lihat tabel Coffea Halau Surya), keduanya sulit diperoleh lantaran tidak ada yang membudidayakan secara massal.

Kopi mengandung lilin dan asam lemak yang melindungi kulit.

Kopi mengandung lilin dan asam lemak yang melindungi kulit.

Sementara kemampuan tabir surya kopi arabika hampir 5 kali lipat lebih tinggi daripada kopi robusta. Dalam kesimpulannya Wagemaker menyatakan bahwa kopi arabika mempunyai potensi terbesar untuk diolah menjadi produk tabir surya. Kemampuan SPF kopi itu lantaran kandungan wax alias lilin, asam-asam organik (linoleat, linolenat, oleat, palmitat, miristat, stearat, arakhidat), dan steroid.

Menurut Wagemaker produsen kopi cenderung tidak menyukai lilin dan steroid. Lilin merusak keutuhan (body) sementara steroid mengacaukan warna dan aroma. Namun, paduan bahan-bahan itu membentuk lapisan yang tepat memenuhi syarat sebagai tabir surya. Syarat lain bahan tabir surya, seperti tidak toksik, tidak mengubah warna kulit, dan tidak mengakibatkan iritasi atau mutasi juga dapat dipenuhi oleh bahan-bahan dalam kopi.

Selain itu tabir surya tidak rusak oleh sinar atau suhu juga terpenuhi oleh kandungan kopi. Kuncinya adalah kemampuan lilin mengikat lemak dengan baik (lipofilik) dan tidak mudah terbilas oleh air (hidrofobik). Sementara asam organik bersifat antioksidan dan mencegah kerusakan permukaan kulit akibat paparan ultraviolet. Kandungan antioksidan juga terdapat dalam bagian kopi, yaitu kulit dan lendir alias musilage.

Junius Rahardjo mengolah kopi menjadi minuman berenergi.

Junius Rahardjo mengolah kopi menjadi minuman berenergi.

Selama ini bagian itu senantiasa terbuang dalam pengolahan. Tidak tanggung-tanggung, kekuatan antioksidan kulit dan musilage kopi 500 kali lebih kuat daripada asam askorbat atau vitamin C. Itu dibuktikan oleh Prof Jose Angel Rufian Henares dari Universitas Granada, Spanyol. Jose menyatakan bahwa hal itu lantaran adanya serat dan gugus fenol dalam kulit buah dan lendir yang menyelimuti biji kopi.

Meski berkhasiat hebat, tidak mudah memetik kandungan produk samping industri pengolahan kopi itu. Junius Rahardjo, chief operating officer PT Tri Rahardja alias Javaplant, merasakan betapa sulitnya mengolah kulit kopi. “Kulit dan lendir harus diolah maksimal 6 jam pascapengupasan. Lebih dari itu bahan akan terfermentasi akibat kandungan air dan karbohidrat,” kata Junius.

Untuk menghambat proses itu, transportasi mesti menggunakan truk boks berpendingin. Biayanya menjadi terlalu mahal. Produsen ekstrak bahan alam di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, itu memilih mendatangkan kopi robusta matang utuh dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Setelah melalui berbagai proses, sarjana ekonomi lulusan Universitas Oregon, Amerika Serikat, itu memperoleh ekstrak kulit.

Kopi mempunyai manfaat selain untuk minuman.

Kopi mempunyai manfaat selain untuk minuman.

Junius menyebutkan kandungan utama antioksidan dalam kulit kopi berkekuatan ORAC 8.000. ORAC—oxygen radical absorbance capacity—adalah ukuran kemampuan suatu bahan untuk meredam radikal bebas. Kadar itu memang lebih kecil dibanding ORAC buah kerabat mengkudu itu yang mencapai 15.000—17.000. Namun, lebih tinggi dibanding bahan pangan lain, seperti anggur yang hanya 1.260 atau stroberi (4.322).

Baca juga:  ANGGUR BERNYANYI

Kandungan lain di kulit buah adalah asam klorogenat alias CGA minimal 30%. Junius mengirim bahan itu ia ke produsen minuman energi dan suplemen pembentuk tubuh di Amerika Serikat. Pada 2013 kebutuhan bahan baku—berupa buah kopi utuh—mencapai 300 ton per tahun. “Memetik manfaat kopi tidak harus dengan meminum kopi,” kata Junius yang rutin mengonsumsi herbal itu.

Menikmati manfaat kopi untuk kecantikan pun tidak melulu harus di salon. Berbagai resep krim, calir atau lotion, atau lulur bertebaran di dunia maya menunggu untuk dipraktikkan di rumah. “Demi hasil terbaik, lakukan di salon dengan kapster terlatih. Efek pijatan yang menenangkan juga membantu menyerap khasiat kopi,” kata Siti Roghaiyah. Pemanfaatan kopi untuk bahan nonminuman itu sejatinya sangat sesuai dengan potensi kopi tanahair.

Lulur dan pijatan dengan kopi berefek relaksasi.

Lulur dan pijatan dengan kopi berefek relaksasi.

Menurut Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto, Indonesia adalah produsen kopi terbaik dunia. Saat acara pencanangan hari kopi dunia di gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, pada Oktober 2015 ia menyatakan bahwa, “Kita mempunyai jenis kopi spesialti terbanyak di dunia, mulai dari Gayo Aceh sampai Papua,” kata Panggah.

Sementara Menteri Perindustrian, Saleh Husin, menyatakan bahwa salah satu kekuatan kopi Indonesia ada pada kekhasan yang didasarkan kepada indikasi geografis (IG). “Dengan sertifikasi IG, kopi Indonesia memperoleh jaminan harga di pasar dunia,” kata Saleh. Padahal, produksi kopi spesialti Indonesia dari jenis kopi arabika hanya menyumbang 15% produksi kopi nasional.

“Sebanyak 85% sisanya adalah kopi robusta, yang mengisi kelas kopi curah,” kata Dr Ir Priyono DIRS, direktur Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI), Bogor, Jawa Barat. Posisi di kelas curah sama sekali tidak menguntungkan pekebun karena harga murah, hanya Rp23.000 per kg green bean alias biji kering nonsangrai. Harga itu bahkan tidak sampai US$2 (kurs Rp13.400).

Krim lulur berbahan kopi.

Krim lulur berbahan kopi.

Bandingkan dengan harga di gerai waralaba khusus kopi, yang paling murah Rp40.000 per cangkir kecil. Itu sebabnya PPBBI menciptakan bahan fermentasi bernama Ciragi untuk meningkatkan kualitas kopi petani (baca “Rahasia Citarasa Tinggi” Trubus Mei 2015). Apalagi kini pemanfaatan kopi tidak hanya untuk minuman, seperti yang dilakukan Siti Roghaiyah di salon miliknya.

Malahan dunia kedokteran kini melirik buah kopi. Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Prof dr Hendro Sudjono Yuwono menyatakan kopi sangat potensial untuk mengatasi beragam luka. “Serbuk kopi membantu luka agar tetap lembap dan dengan bantuan antioksidan akhirnya jaringan luka mampu menyembuhkan diri lebih cepat,” kata Hendro (baca: Menabur Kopi Menutup Luka, halaman 98—99).

Untuk memetik manfaat kopi tidak melulu harus dengan menyeruput secangkir kopi panas. Selain lidah, bagian tubuh lain, yakni kulit dan rambut pun bisa menikmati kelezatan buah asal Kota Kaffa, Ethiopia, itu. Kelak sebutan connoisseur du café alias penikmat kopi bukan hanya disematkan kepada mereka yang menikmati secangkir kopi. Sebutan itu juga untuk mereka yang menjalani spa atau lulur menggunakan kopi. Cara itu menyehatkan sekaligus meningkatkan nilai jual kopi. (Argohartono Arie Raharjo)

 

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Similar Posts

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments