Keladi Kekar dan Kompak

Keladi Kekar dan Kompak 1

Membuat keladi kompak, kekar, dan warna daun seronok.

Hot chocolate, lebih eksotis setelah dijemur.

Hot chocolate, lebih eksotis setelah dijemur.

Seratus keladi itu tumbuh elok. Tangkai daun pendek sehingga tampak kokoh dan kekar. Setiap pot minimal memiliki 2 daun yang dominan warna merah cerah. Pehobi di Bogor, Jawa Barat, Djojohadi Haristiono Eko Putro memanfaatkan keladi itu sebagai penghias meja di rumahnya yang berlantai dua. Padahal lazimnya keladi bertangkai panjang dan mudah lemas. Djojo memperoleh keladi kompak, bertangkai pendek, dan kekar dengan perlakuan.

Ia membiarkan semua keladinya terpapar sinar matahari sepanjang hari. Padahal, sebagian besar pencinta tanaman hias anggota famili Araceae itu menanamnya di bawah naungan karena takut daunnya terbakar. Menurut Djojo seluruh keladinya justru memunculkan semua potensinya. “Keladi yang dijemur, tangkainya memendek jadi 10 cm,” ujarnya. Panjang tangkai keladi normalnya 30 cm.

Lebih kekar

Djojohadi Haristiono Eko Putro, temukan metode paparan sinar matahari.

Djojohadi Haristiono Eko Putro, temukan metode paparan sinar matahari.

Selain itu daun keladi menjadi tebal sehingga tanaman terlihat kokoh. Daun juga bergelombang dengan urat daun lebih tebal. Warnanya bisa lebih ngejreng dan mengilap, karena ada lapisan lilin yang berfungsi melindunginya dari paparan sinar matahari. Anakan keladi itu pun lebih cepat tumbuh dan lebih banyak. Bandingkan bila keladi tumbuh di bawah naungan, lebih lama memunculkan tunasnya.

Contoh keladi hanoman obong. Umbinya sampai membentuk 9 tunas baru. “Itu karena pembesaran umbi lebih cepat terjadi,” ungkap Djojo. Adanya sinar matahari membuat umbi yang dorman terangsang tumbuh. Bahkan menghasilkan daun yang jauh lebih indah daripada aslinya. Dengan catatan umbi sudah bulat, meski tidak besar. Munculnya tunas baru pertanda ia menyesuaikan diri dengan habitat baru.

Dena Sukardi alias Madeng di Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, juga menerapkan pola serupa, yakni metode terpapar sinar matahari penuh atau full sun. Menurut pehobi keladi sejak 2005 itu dengan memberikan sinar matahari penuh, perubahan warna daun lebih cepat terjadi, yakni 2 bulan. Biasanya untuk mengubah warna dari hijau jadi merah perlu enam bulan. Dampak lain, tangkai daun menjadi lebih pendek dan umbi lebih cepat besar.

Keladi seri florida lebih tahan terpaan sinar matahari daripada keladi asal Thailand.

Keladi seri florida lebih tahan terpaan sinar matahari daripada keladi asal Thailand.

Menurut pemilik Hoqi Flora itu harga jual keladi yang terpapar sinar matahari 3 kali lebih mahal daripada keladi sejenis yang tumbuh di bawah naungan. Itu karena untuk mendapatkan sosok baru yang lebih bagus, perlu waktu untuk membentuknya dari awal. Hingga kini Djojo belum memahami lama penjemuran yang tepat. Menurut Djojo setiap jenis mempunyai kebutuhan paparan sinar matahari berbeda.

Baca juga:  Aang Permana AP: Uang dari Ikan Terbuang

Selain itu kondisi iklim setiap daerah juga berbeda. Contoh kebutuhan sinar matahari untuk keladi di Mataram, Nusa Tenggara Barat berbeda dengan di Bogor, Jawa Barat. Keladi di Bogor dapat dijemur selama 6 jam atau lebih, sedangkan di Mataram yang panas hanya butuh 2—3 jam saja. “Jadi memang harus mencoba sendiri untuk mengetahui kebutuhan sinar matahari,” kata Djojo.

Tak sengaja
Dari pengalaman, Djojo melihat bahwa varietas florida series cukup kuat dan tahan terpaan sinar matahari lebih panjang. Keladi dari negeri Paman Sam itu memang diperuntukkan untuk taman sehingga lebih tahan sinar matahari. Adapun keladi asal Thailand umumnya kurang kuat pada sinar matahari terik. Ayah 4 anak itu lebih suka memakai florida series sebagai induk silangan karena lebih tahan sinar matahari.

Setelah dijemur, janoko, lebih kekar daripada aslinya.

Setelah dijemur, janoko, lebih kekar daripada aslinya.

Djojo menemukan teknik mengekarkan keladi secara tidak sengaja. Dua tahun silam, ia berusaha menyelamatkan keladi-keladinya yang “mati” massal. Sekitar 50 pot keladi yang diletakkan di halaman belakang rumah, daun-daunnya busuk. Yang tersisa hanya pot kosong berisi media. Ia pun membongkar media dan menemukan umbi keladinya rusak di bagian dasar. Akar bagian bawah putus karena busuk.

Ia lalu membongkar semua pot dan membersihkan dengan menyemprot air. Setelah itu, ia menanam kembali umbi-umbi itu di potnya. Pengusaha pengeboran minyak itu lalu memindahkan semua keladi itu ke dak rumah sehingga mendapat sinar matahari penuh. Semuanya sukses tumbuh. Ada yang tumbuh setelah 3 bulan, tetapi ada pula yang baru muncul setelah 9 bulan.

Keladi di rumah Djojohadi, terpapar sinar matahari.

Keladi di rumah Djojohadi, terpapar sinar matahari.

Menurut Edhi Sandra, ahli fisiologi tanaman di Institut Pertanian Bogor, Bogor, ada banyak faktor yang bisa berpengaruh pada proses full sun pada keladi. Bila tidak ada sistem dormansi, maka tidak tumbuhnya tunas dan akar disebabkan karena hormon tunas dan hormon akar jumlahnya seimbang. Hormon tunas pusatnya ada di ujung akar dan auksin sumbernya ada di ujung pucuk atau tunas. Pada saat terkena sinar, maka pucuk umbi terpapar sinar dan menyebabkan rusaknya sebagian atau terhambatnya produksi auksin di pucuk umbi. Dengan rusaknya sebagian auksin di ujung pucuk umbi, maka keseimbangan hormon berubah, sitokinin akan lebih tinggi dibanding auksin. Hal itu akan menyebabkan dominasi fisiologi yang mengarah ke pertumbuhan tunas atau pucuk yang merangsang munculnya anakan. Di samping itu, dengan adanya radiasi sinar menyebabkan turunnya kandungan air umbi. Hal itu akan meningkatkan konsentrasi hormon di dalam umbi. Karena saat itu sitokinin yang mendominasi, maka konsentrasinya sampai pada titik optimal dalam menstimulir tunas baru.

Baca juga:  Gula Pasir Asal Kelapa

Pertumbuhan sel terdiri dari tiga macam yaitu membelah, membesar, dan menebal. Proses pembelahan dan menebal banyak dipengaruhi oleh hormon giberelin dan auksin, pada saat terpapar sinar maka sebagian hormon akan rusak sehingga konsentrasi menurun. Menurunnya konsentrasi hormon akan memperlambat proses membelah dan membesar. Penghambatan pembelahan dan pembesaran akan menyebabkan alokasi energi diarahkan ke penebalan dinding sel. Akhirnya, sel lambat besar. Belum sempat membesar dan membelah, sudah keburu tua. (Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x