Keladi Hias/ Caladium Kampiun 1

Kontes caladium dan anthurium melahirkan jawara baru.

Caladium koleksi Djojohadi Haristiono Eko Putro terlihat kekar. Daun merah, tebal, bergelombang berpadu dengan tulang daun berwarna hitam. Para juri menobatkan caladium itu sebagai jawara pada kontes yang berlangsung di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pesaingnya tak kalah menawan. Caladium koleksi Ahmad AR Shahab memiliki karakter tulang daun yang kontras dengan warna daun.

Pemenang ke-1 pada kategori prospek dalam kontes caladium di Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pemenang ke-1 pada kategori prospek dalam kontes caladium di Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sayang, keladi itu kurang proposional karena batang terlalu tinggi. Di posisi ketiga bertengger caladium koleksi Surisman yang bertekstur kasar dengan warna merah kehitaman. Ketiga jawara itu sejatinya tampil optimal. “Selisih nilai ketiganya tipis, tak sampai 2 poin,” kata juri kontes, Dena Sukardi. Persaingan di kelas double leaf juga seru. Tanaman asal Amerika selatan itu tampil memikat dengan daun panjang tak beraturan berwarna merah terang seperti api yang membara.

Tampil prima

Ketua dewan juri, Handry Chuihary, menuturkan, “Meski bentuk abstrak, tapi penampilannya oke.” Caladium garuda koleksi Chica Flora meraih juara ke-2 dan caladium bercorak seperti semangka merebut posisi ketiga. Sebanyak 246 caladium beradu cantik di Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, pada 30 April 2017. Meski gairah caladium tak meledak seperti 5 tahun lalu, para pehobi sangat antusias.

Juara ke-1 kelas varian mangkuk variegata dalam kontes anthurium Kampung Belang di Depok, Jawa Barat.
Juara ke-1 kelas varian mangkuk variegata dalam kontes anthurium Kampung Belang di Depok, Jawa Barat.

“Awalnya kami kira hanya 10—20 peserta yang akan berlomba. Namun, 50 peserta mengikuti kontes ini,” ujar Dena Sukardi, ketua panitia kontes itu. Panitia mendatangkan empat juri—Handry Chuhairy (ketua juri), Radius Munarvie, Ullih, dan Tiffani Dias Anggraeni. Sebanyak 80% peserta mengikuti kelas tunggal. Enam puluh persen peserta masuk kualitas kontes.

Artinya, perawatan pehobi tak menurun meski tren caladium sudah tak seperti lima tahun silam. Menurut Shahab untuk meraih kemenangan dalam kontes itu gampang-gampang sulit. Syarat utama agar kerabat aglaonema itu tumbuh subur dan bebas serangan hama penyakit yaitu media sebaiknya diganti setiap enam bulan sekali. Media yang baik untuk caladium berupa campuran cacahan pakis, andam, dan kompos.

Baca juga:  Sang Kampiun Raja Daun

Kontes anthurium
Kontes kerabat caladium juga berlangsung di Sawangan Golf, Kota Depok, Jawa Barat, pada 23 April 2017. Sebanyak 329 anthurium beradu cantik untuk menjadi yang terbaik. “Kualitas peserta di atas rata-rata karena peserta banyak yang sudah mengetahui perawatan anthurium,” ujar Supriyadi, ketua panitia. Para pehobi dari berbagai kota seperti dari Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Kota Salatiga, Kota Bandung, memeriahkan kontes itu.

Di kontes itu Dedi Suhendra dari Bandung mendapatkan predikat juara umum. Ia memenangkan 3 kategori juara ke-1 dengan total nilai 67,5 poin. Dedi bersaing ketat dengan Eko dari Surakarta yang memenangkan 4 kategori juara 1 dengan nilai 52,5 poin. Ratusan anthurium itu mengikuti lomba. Terdapat 12 kategori lomba yaitu ijoan (hijau) utama, prospek, pemula, madya, cobra, mix, variegata, dan varian mangkok variegata.

Handry Chuhairy (paling kiri), salah satu juri dan para pemenang dalam kontes caladium.
Handry Chuhairy (paling kiri), salah satu juri dan para pemenang dalam kontes caladium.

Pemenang diambil 3 yang terbaik di setiap kategori. Ketua panitia Supriyadi dan juri—Gancar Satoto, Ade Hilman Hermawan, dan Syah Angkasa. Keistimewaan sang kampiun yang tak dimiliki para pesaing, “Tekstur daun keras dan mengilap tanpa perlakuan apa pun. Jika daun dibersihkan menggunakan susu, maka anthurium mudah terserang hama dan penyakit,” kata Agustinus.

Pemenang dalam kategori double leaf. Double leaf koleksi Ahmad AR Shahab meraih juara ke-1 (paling kanan).
Pemenang dalam kategori double leaf. Double leaf koleksi Ahmad AR Shahab meraih juara ke-1 (paling kanan).

Sang pemenang itu bukan tanpa kelemahan. Batang pendukung yang pendek memperlihatkan kekokohan anthurium itu. Daun yang paling bawah terkena media yang dapat mengakibatkan daun paling bawah cepat busuk. Penilaian 2 tahap, yakni penyisihan dan final.

Pada tahap penyisihan, para juri memilih hanya 10 tanaman dari setiap kategori. Setelah itu mereka memilih 5 peserta terbaik untuk bertanding pada tahap final. Pada tahap final juri menilai secara detail, dari keserasian daun dan batang, warna, serta kesehatan tanaman.

Demikianlah artikel mengenai keladi hias/ caladium juara, baca juga artikel mengenai berbagai jenis tanaman keladi hias untuk menambah wawasan dan pengetahuan anda.

Baca juga:  Cara Budidaya Tanaman Hias Anthurium yang Baik

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments