Kefir dan Kesehatan

Kefir dan Kesehatan 1

539_ 32-9Belakangan pemanfaatan kefir untuk mengatasi masalah kesehatan kian terkuak. Hasil riset Sandy Eka Pratama dan Enny Probosari dari Departemen Ilmu Nutrisi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro pada 2012 menunjukkan pemberian kefir susu sapi menurunkan kadar kolesterol jahat low density lipoprotein (LDL) pada semua kelompok uji. Pemberian 2 ml kefir susu sapi per hari dan 3 ml per hari selama 15 hari menurunkan kadar kolesterol LDL masing-masing sebesar 80% dan 73%.

Kefir juga berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi. Itulah hasil penelitian Andi Febrisiantosa dan rekan dari Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor pada 2013. Riset menunjukkan kefir menghambat aktivitas ACE (Angiotensin Converting Enzyme) sekitar 73%. “ACE bertanggungjawab pada proses kemunculan hipertensi,” kata dosen di Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, IPB, Dr Irma Isnafia Arief SPt, MSi.

Irma menuturkan pemberian kefir kepada penderita tuberkulosis berdampak positif. Bekerja sama dengan sebuah pusat kesehatan masyarakat di Ciampea, Kabupaten Bogor, Irma dan rekan dari Fakultas Peternakan IPB memberikan kefir kepada penderita tuberkulosis. Hasilnya, “Nafsu makan dan bobot makan mereka (penderita TB, red) meningkat,” katanya. (Rosy Nur Apriyanti)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x