Sumatera Selatan membangun Kebun Raya Sriwijaya di atas lahan gambut 100 hektare.

Lahan gambut di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Lahan gambut di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Sejauh mata memandang hanya terlihat semak belukar tumbuh di hamparan rawa. Airnya berwana hitam gelap terkadang mengeluarkan aroma tak sedap. Kondisi itu terjadi kala musim hujan. Memasuki musim kemarau kondisinya berbeda. Lahan sangat kering dan kerap terjadi kebakaran jika suhu udara meningkat cukup ekstrem. Kondisi itulah yang menjadi permasalahan klise di lahan gambut.

Nyatoh alias nagasari tanaman yang adaptif di lahan gambut.

Nyatoh alias nagasari tanaman yang adaptif di lahan gambut.

Demikian juga lahan gambut seluasan 100 hektare di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Sebuah gagasan tercetus dari Gubernur Sumatera Selatan Ir Alex Noerdin SH menjadikan lahan gambut itu menjadi Kebun Raya Sriwijaya. Jika gagasan itu terwujud maka lokasi itu menjadi kebun raya pertama di atas lahan gambut.

Keraja sama
Menurut Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, Dr Drs Alamsyah MP, “Tidak ada yang tidak mungkin, semuanya pasti bisa tercapai jika dilakukan bersungguh-sungguh.” Menurut Alamsyah untuk mewujudkan gagasan itu membutuhakan dana total Rp500-miliar.

Oleh karena itu pemerintah daerah Sumatera Selatan menggandeng Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Menurut Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Tirat Sambu Ichtijar, lembaganya berperan sesuai dengan peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor P16/Menhut/II 2014 tentang pedoman pinjam pakai kawasan hutan.

Saluran drainese penting agar air tidak tergenang pada lahan gambut.

Saluran drainese penting agar air tidak tergenang pada lahan gambut.

“Beberapa kewajibannya ialah reklamasi, reboisasi, dan rehabilitasi daerah aliran sungai,” papar Ichtijar. Menurut Ichtijar untuk pengelolaan Kebun Raya Sriwijaya, pihaknya menunjuk empat perusahaan yang menjadi anggota SKK Migas. Keempat pereusahaan itu adalah ConocoPhilips Grissik Ltd seluas 35,41 hektare, PT Medco E&P Indonesia (14,72 ha), JOBP Talisman Jambi Merang (12,06 ha), dan PT Seleraya Merangin Dua (8 ha).

Baca juga:  Adopsi Pohon Selamatkan Gambut

Terdapat sisa lahan hingga 30 hektare untuk infrastruktur. Conoco Philips Grissik Ltd menggandeng PT Trubus Mitra Swadaya sebagai mitra pelaksana di lapangan. Menurut Vice President ConocoPhilips Grissik Ltd, Ahmad Taufik, terpilihnya PT Trubus Mitra Swadaya untuk menangani lahan gambut karena kesesuaian kriteria dan senada dengan apa yang dijadikan persyaratan.

Tanam perdana

PT Trubus Mitra Swadaya segera merumuskan konsep pengelolaan perdana untuk reklamasi dan rehabilitasi lahan gambut. Menurut ketua proyek PT Trubus Mitra Swadaya, Ir Irvan Yazzir MSi, pengelolaan tanah gambut pada dasarnya pengaturan pengelolaan air.

Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Tirat Sambu Ichtijar (kanan), dan Vice President ConocoPhilips Grissik Ltd, Ahmad Taufik (kiri).

Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Tirat Sambu Ichtijar (kanan), dan Vice President ConocoPhilips Grissik Ltd, Ahmad Taufik (kiri).

Oleh karena itu Irvan dan rekan membuat sistem tata kelola air yang sesuai di setiap blok. “Jika tata kelola air sudah tepat, maka risiko tanaman mati tergenang kala musim hujan relatif berkurang,” kata Yazzir. Sarjana Kehutanan alumnus Universitas Winayamukti itu mengatakan, tanaman tetap bertahan jika air pada lahan gambut mengalir. Itulah sebabnya mereka memilih tanaman khusus yang mampu bertahan di lahan gambut.

Kepala Balai Balitbangtan Provinsi Sumatera Selatan, Dr Drs Alamsyah MP, saat melakukan penanaman secara simbolis.

Kepala Balai Balitbangtan Provinsi Sumatera Selatan, Dr Drs Alamsyah MP, saat melakukan penanaman secara simbolis.

Yazzir memilih beberapa spesies seperti pulai Alstonia scholaris, keranji Dialium indum, jelutung Dyera costulata, dan nyatoh Palaquium rostratum yang adaptif di lahan gambut. Spesies-spesies itu tahan di lahan gambut.  Jarak tanam 4 m x 3 m dengan populasi rata-rata 384 tanaman per hektare. Selain itu tanaman air, tanaman obat, dan tanaman endemik Sumatera Selatan pun akan ditanam di Kebun Raya Sriwijaya untuk memperkaya plasma nutfah dan keanekaragaman hayati.

Tim PT Trubus Mitra Swadaya yang membantu konsep pembangunan Kebun Raya Sriwijaya di Sumatera Selatan.

Tim PT Trubus Mitra Swadaya yang membantu konsep pembangunan Kebun Raya Sriwijaya di Sumatera Selatan.

Kepala SKK Migas, Ichtijar melakukan penanaman secara simbolis pada Kamis, 15 Desember 2016. Ia menanam bibit Gaharu setinggi 100 cm. Para pihak yang terlibat mulai dari Gubernur yang diwakili kepala Balai Balitbangtang dan instansi swasta menghadiri penanaman perdana yakni 50 pohon tanaman kayu. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Baca juga:  Membuka Jalan Adopsi Kucing

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d