Buah anggur muncul serempak setelah cabang dan ranting dipangkas

Buah anggur muncul serempak setelah cabang dan ranting dipangkas

Sentra anggur bertahan 360 tahun. Sebanyak 10.000 pengunjung datang ke sentra itu per tahun.

Sejak awal abad ke-16, kawasan Westland, Belanda, dikenal sebagai sentra penanaman sayuran dan buah. Lokasinya yang dekat dari Laut Utara, sangat baik untuk pertumbuhan berbagai tanaman buah dan sayuran. Saat berlangsung musim salju, suhu di daerah itu tidak terlalu dingin. Tanaman pun masih mendapat sinar matahari selama beberapa jam. Itulah kelebihan Westland dibandingkan daerah lain di sekitarnya. Selain itu, lokasi Westland cukup dekat dari kota besar, seperti Hague, Rotterdam, dan Delft sehingga petani lebih mudah menjual hasil panen.

Petani di Westland mulai menanam anggur pada 1647.  Seorang pastor di sana, Francis Verburch, berperan penting untuk pengembangannya. Ia mempelajari seluk-beluk penanaman anggur saat bertugas di Perancis. Setelah pulang, ia membagikan ilmu anggurnya kepada pekebun-pekebun yang kemudian menerapkan dan mengembangkan teknologinya di kebun masing-masing. Untuk mengenang jasa sang pelopor, di daerah itu didirikan patung Verburch.

Rumah kaca berbentuk huruf A tetap berdiri kokoh di Westlandse

Rumah kaca berbentuk huruf A tetap berdiri kokoh di Westlandse

Menghadap tembok
Pada awalnya, anggur ditanam melawan tembok yaitu menghadap selatan. Tujuannya mendapat sinar matahari secara maksimal dan menghindarkan tanaman dari pengaruh angin laut. Pada malam hari, dinding menjadi lebih hangat dibandingkan dengan lingkungan sekitar dan melindungi tanaman anggur dari udara dingin. Suhu terbaik untuk pertumbuhan anggur ialah antara 16°C pada malam dan 18°C  pada siang. Dinding batu itu dimanfaatkan pula untuk menghangatkan beberapa komoditas di daerah itu seperti, peach, prunus, apel, dan pir.

Varietas lama dipertahankan agar tetap menyatu dengan pelestarian budaya anggur setempat

Varietas lama dipertahankan agar tetap menyatu dengan pelestarian budaya anggur setempat

Pada akhir abad ke-19, rumah kaca mulai menggantikan dinding batu untuk meningkatkan suhu dan melindungi anggur dari suhu dingin. Selama beberapa tahun konstruksi greenhouse terus berkembang. Dinding serta greenhouse pun berpadu di tempat yang sama. Namun, kemudian diperkenalkan sebuah greeenhouse model A—beratap lancip mirip huruf A. Pada 1935, ada sekitar 20.000 greenhouse dibangun di  Belanda dan sebagian besar berlokasi di Westland.

Baca juga:  Makin Tua Kian Top

Industri itu menyerap sangat banyak tenaga kerja setempat. Pada 1960, penanaman anggur kemudian menurun tajam akibat masuknya produk anggur dari negara-negara Eropa selatan. Biaya tenaga kerja dan pemanasan rumah kaca pun menjadi ‘bencana’ bagi industri anggur. Saat ini tidak ada lagi penanaman anggur baru di Westland. Namun, untuk melestarikan budaya anggur tetap bertahan, sepasang pengusaha lokal berusaha mempertahankannya.

Ton Immerzeel, general manager De Westlandse Druif

Ton Immerzeel, general manager De Westlandse Druif

Mereka membeli beberapa greenhouse model A dan menanami anggur. Varietas utama yang ditanam ialah frankenthaler, alicante, golden champion, dan muscat of alexandria. Budidaya anggur, khususnya anggur meja tidak mudah dan memerlukan tenaga kerja intensif. Ia pun sangat rentan terserang penyakit. Selama masa pertumbuhan  dan mengatasi hama dan penyakit, tidak boleh menggunakan bahan kimia. Contohnya, untuk mengatasi kumbang, dipakai jasa burung dan untuk mengenyahkan embun jelaga, tanaman cukup disemprot larutan sulfur.

Tujuan wisata
Pohon siap berproduksi setelah berumur 4—5 tahun. Beberapa tenaga sukarelawan pun bergabung dan bekerja setiap hari, terutama pada periode pembungaan yang diawali dengan pemangkasan cabang dan  ranting. Periode itu biasanya berlangsung pada Maret—April yang merupakan puncak kegiatan. Tenaga sukarela itu rata-rata berumur 75 tahun. Dahulu mereka adalah pekerja di kebun anggur sehingga sangat terlatih dengan pekerjaan memangkas.

Wisatawan dapat bersantai di bawah tanaman anggur yang tidak dijumpai di tempat lain

Wisatawan dapat bersantai di bawah tanaman anggur yang tidak dijumpai di tempat lain

Untuk memangkas tangkai buah (bunch), mereka hanya butuh 10 menit untuk setiap pohon. Seluruh pohon rampung dipangkas dalam 3 hari. Bila tidak, calon bunga jadi rusak. Periode panen berlangsung pada Juli hingga Desember. Kebun itu memproduksi 44.000 bunch anggur setara 30.000 kg. Buah yang dipanen pada Oktober dapat disimpan dalam lemari pendingin hingga Desember.  Setiap tahun kebun itu dikunjungi 10.000 pengunjung.

Baca juga:  Menuju Indonesia Sejahtera

Pengunjung betah berada di dalam rumah anggur lantaran disediakan meja dan kursi untuk beristirahat. Bahkan pengunjung lanjut usia pun merasa nyaman lantaran pintu greenhouse dapat dilewati kursi roda. Rumah anggur itu pun kerap menjadi tempat resepsi bagi pengantin. Ruang pesta tidak perlu lagi dihiasi bunga lantaran ribuan buah anggur bergelantungan menjadikan pesta nikah itu tidak akan terlupakan. (Henk van Staalduinen)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d