Kebaikan Okra 1

Binder1.pdf

Reporter Majalah Trubus Muhamad Fajar Ramadhan meliput khasiat okra dengan mewawancarai banyak narasumber.

“Okra, okra…!” tulis seorang rekan di grup jejaring sosial yang menghubungkan kami sambil mengunggah foto hasil panen okra merah dan hijau dari kebun di kantornya. Sejurus kemudian, teman-teman lain di grup mulai bersuara meminta supaya bisa mendapat kiriman panen okra. Mereka rata-rata penasaran mencicipi citarasa okra. Terlebih dalam perbincangan sebelumnya, kami mendiskusikan khasiat okra.

“Okra bagus untuk diabetes dan mencegah pengeroposan tulang. Menurut teman-teman yang sudah coba, perut jadi rata.” Begitu diskusi kami di grup. Kontan, khasiat yang disebut terakhir mendapat respons lebih ramai dari para perempuan anggota grup. Di Jepang, menurut rekan lain yang pernah tinggal di Negeri Sakura selama 5 tahun, rebusan okra hijau kerap disajikan sebagai menu sayuran pembuka atau teman nasi. “Bisa juga disayur rebusan kering atau disajikan di samping chirashizushi (nasi dengan topping potongan ikan atau seafood mentah),” tulisnya. Citarasanya? Dingin dan berlendir.

Okra memang hampir tanpa rasa. Okra dikonsumsi dengan cara dibuat menjadi infused water, ditumis, direbus sebentar saja dan langsung dimakan sebagai lalapan, atau dikonsumsi seperti teh, yakni meminum air rebusan okra. Kehadiran lendir—yang bagi sebagian orang tidak mudah diterima lidah—memang menjadi ciri khas okra. Dokter spesialis penyakit dalam di Rumahsakit dr Soetomo, Surabaya, yang juga penganjur herbal, dr Arijanto Jonosewojo, SpPD-FINASIM, mengatakan bahwa konsumsi okra mencegah penyakit diabetes mellitus, hipertensi, dan hiperkolesterol karena sayuran itu rendah kalori dan tinggi serat.

Khasiat okra sebagai antidiabetes kini terbukti secara ilmiah. Riset Uray Mita Desthia dari Universitas Islam Bandung menunjukkan konsumsi ekstrak buah okra dapat menurunkan kadar gula darah pada menit ke 60 pascakonsumsi.

Pembaca terhormat, tulisan tentang khasiat okra terutama kaitannya mengatasi diabetes mellitus menjadi bahasan utama topik majalah kesayangan Anda edisi Oktober 2016. Topik itu dilengkapi dengan informasi terbaru tentang khasiat temulawak, mahkota dewa, dan kulit manggis yang dirangkum dalam rubrik Info Khusus. Sajian lain yang dapat menginspirasi Anda di antaranya pemanfaatan bonsai untuk dekorasi resepsi pernikahan, upaya pelestarian tanaman kapur yang menjadi komoditas perdagangan dunia, cara atasi penyakit bawang pada musim hujan, dan jeruk pamelo kudus yang potensial dikembangkan komersial.

Suatu siang rekan saya kembali mengunggah foto: buah okra merah segar yang baru saja digigit ujungnya. Hari itu ia menjadikan okra sebagai camilan sekaligus sebagai cara mendulang khasiat okra. Seperti kata dr Arijanto, mengonsumsi sayur okra itu jangan menunggu sakit. ***

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Baca juga:  Lepas Kacamata Karena Buah Okra
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments