Sudirman berkebun dan memanen kayumanis sejak 1978.

Sudirman berkebun dan memanen kayumanis sejak 1978.

Kehidupan Ewa Owsianik-Luczak tidak pernah lepas dari kayumanis. Apalagi jika berkaitan dengan pembuatan kudapan, masakan, dan minuman. Harap mafhum warga Kota Warsawa, Polandia, itu kerap menggunakan kayumanis pada beragam hidangan. Yang paling istimewa Ewa lazim mencampur kayumanis pada adonan szarlotka, pai apel khas Polandia.

Ia juga memasukkan tanaman kerabat kayu massoi Cryptocarya massoy itu pada makanan pencuci mulut, teh, wine panas, dan steak sapi. Menurut Ewa kayumanis pada makanan memberikan aroma khas, citarasa pedas, dan menghangatkan tubuh terutama saat musim dingin. “Mengonsumsi kayumanis juga bagus saat tubuh tidak fit,” kata Marketing and Domestic Relations Manager di Agencja Promocji Zieleni Sp z o.o. itu.

Kayumanis salah satu komoditas utama di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Kayumanis salah satu komoditas utama di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Trubus menemui Ewa pada saat ekshibisi taman dan tanaman hias di Belanda belum lama ini. Ia tidak asal bicara. Hasil penelitian Restianti Mutiara dan rekan dari Universitas Islam Bandung, Jawa Barat, menungkapkan sinamaldehida—senyawa aktif dalam kulit batang kayumanis—berefek antioksidan. Artinya tubuh kurang fit kembali bugar berkat asupan kayumanis.

Mayoritas vegetasi kayumanis berada di tanah berbukit.

Mayoritas vegetasi kayumanis berada di tanah berbukit.

Nun di Paris, Perancis, Isabelle Cordier pun memanfaatkan serbuk cannelle—sebutan kayumanis di Perancis—pada pai apel. Isabel mudah menemukan kayumanis di pasar modern. Sementara Iryna Korchagina di Kiev, Ukraina, menambahkan kayumanis pada aneka kue saat Natal. “Kayumanis sangat identik dengan perayaan Natal,” kata penyunting majalah pertanian, Agroexpert itu kepada Trubus.

Kayumanis begitu populer di Benua Eropa. Ewa, Isabelle, dan Iryna hanyalah segelintir pencinta tanaman rempah itu. Data Eurostat menunjukkan konsumsi cynamon—sebutan kayumanis di Polandia—20.000 ton pada 2014. Kayumanis mengacu pada kulit batang tanaman bermarga Cinnamomum. Negara-negara di Eropa bukan habitat kayumanis. Warga Benua Biru memperoleh kulit batang tanaman hutan itu dari negara lain termasuk Indonesia.

Pengelupasan kulit perlu dilakukan sebulan sebelum panen agar kayumanis mudah diambil.

Pengelupasan kulit perlu dilakukan sebulan sebelum panen agar kayumanis mudah diambil.

Data Eurostat pun mengungkapkan Indonesia mengekspor sekitar 5.760 ton kayumanis pada 2014. Angka itu menobatkan Indonesia sebagai negara pengekspor kayumanis terbesar di benua berpopulasi lebih dari 700-juta jiwa itu. Bisa jadi kayumanis yang digunakaan Ewa dan rekan berasal dari tanahair. Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, salah satu sentra kayumanis.

Pekerja memasukkan kayumanis segar.

Pekerja memasukkan kayumanis segar.

Menurut anggota staf Dinas Pertanian Kabupaten Kerinci, Letmi SP, kayumanis salah satu komoditas utama. Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Kerinci menunjukkan, 12.843 penduduk Kabupaten Kerinci bermata pencaharian sebagai pekebun kayumanis. Letmi mengatakan mayoritas tanaman hasil budidaya, sisanya anakan dari tanaman yang sudah ditebang.

Lebih lanjut ia menuturkan kayumanis bukan sumber utama pendapatan penduduk. “Kayumanis berfungsi sebagai tabungan,” kata pria asli Kerinci itu. Artinya masyarakat memanen kulit batang tanaman anggota famili Lauraceae itu jika ada kebutuhan mendesak. Letmi mengatakan lahan kayumanis semakin berkurang karena beralih fungsi menjadi tempat budidaya hortikultura seperti cabai, sayuran, dan jagung.

Limbah hasil pengerokan kayumanis berpotensi sebagai pupuk organik.

Limbah hasil pengerokan kayumanis berpotensi sebagai pupuk organik.

Musababnya petani lebih cepat mendapat uang dari budidaya sayuran daripada menanam tanaman penghasil minyak asiri itu. Komoditas hortikultura dapat dipanen pada umur 40—90 hari. Sementara kayumanis panen perdana sekitar 8 tahun pascatanam. Sudirman salah satu pekebun kayumanis yang bertahan. Ia berkebun salah satu komoditas utama Provinsi Jambi itu sejak 1978.

Baca juga:  Produk Ramah Lingkungan

Pada 2006 ia menuai 15 ton kayumanis dari 4.000 batang di lahan 5 hektare. Setelah mengeringkan Sudirman mendapatkan 8 ton kayumanis kering yang djual Rp4.000 per kg. Jadi warga Desa Lolohilir, Kecamatan Bukitkerman, Kabupaten Kerinci, Jambi, itu mendulang omzet Rp32-juta. Kini Sudirman memiliki lebih dari 500 pohon kayumanis berdiameter rata-rata 5 cm.

Masyarakat mengeringkan kayumanis di terik matahari.

Masyarakat mengeringkan kayumanis di terik matahari.

Rencananya ia akan memanen ceyloninkaneli—sebutan kayumanis di Finlandia—pada 2026. Pada 1980-an kayumanis menjadi sumber penghasilan Sudirman. Saat itu tanaman kerabat kilemo Litsea cubeba itu menjadi primadona masyarakat Kerinci karena harga relatif mahal yakni Rp8.000 per kg. Banyak masyarakat yang berhaji berkat kayumanis. Masa keemasan tanaman yang bisa setinggi 30 m itu hanya bertahan 15 tahun.

Pada 1995 harga kayumanis terjun bebas Rp3.000 per kg karena pasokan melimpah. Sejak saat itu tidak ada lagi masyarakat yang berkebun kayumanis. Mereka membiarkan tanaman yang sudah begitu saja. Perdagangan kayumanis tidak semarak tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu Sudirman tidak sepenuhnya menggantungkan hidup pada kayumanis.

Alat pemanen dan pengerok kulitmanis.

Alat pemanen dan pengerok kulitmanis.

Ia membudidayakan kopi, cabai merah, dan sayuran daun untuk memenuhi kebutuhan harian. Budidaya kayumanis hanya sebagai pekerjaan sampingan. Kini ia pun menjadi pemanen kayumanis. Ia membeli kayumanis di lahan orang lain. “Pemilik lahan enggan memanen karena tidak terbiasa dan tidak ingin repot,” kata Sudirman. Pada November 2016 Trubus mengunjungi Sudirman yang tengah memanen kayumanis di Desa Lolokecil.

Pria berumur 61 tahun itu memperkerjakan 6—8 orang untuk menuai kulit manis di lahan 1 hektare. Ayah 6 anak itu membeli tarcin—sebutan kayumanis di Turki—pada Oktober 2016 seharga Rp55-juta. Sebulan sebelum panen ia mengelupas kulit tanaman sepanjang 30 cm. Tujuannya agar pemanenan kulit lebih mudah. Jika langsung panen tanpa perlakuan atau kurang dari sebulan, pekebun kesulitan mengambil kulit.

Panen kayumanis relatif mudah (lihat ilustrasi Panen si Manis). Pekerja menggunakan pisau pengupas, alat dari besi yang ujungnya tajam. Fungsinya menakik kulit kayumanis. Alat lain yang digunakan yaitu pisau pengikis terbuat dari kayu dan berujung besi. Alat itu untuk mengerok bagian terluar kulitmanis yang berwarna abu-abu tua. Saat itu ia memperoleh sekitar 6 ton kayumanis segar.

566_-89-4

Ewa Owsianik-Łuczak (kiri) mengatakan kayumanis memberikan aroma khas, citarasa pedas, dan menghangatkan tubuh terutama saat musim dingin.

Setelah mengeringkan hingga kadar air 15% kulit pohon konservasi itu tersisa 4 ton. Ia mengemas kayumanis kering berbobot 80 kg. Pengumpul membeli kayumanis kering itu Rp20.000 per kg dan Sudirman menangguk omzet Rp80-juta. Ongkos produksi berupa pembelian lahan dan tenaga kerja Rp65-juta sehingga ia mendulang laba Rp15-juta. Selesai menguliti, Sudirman menebang tanaman. Pekebun di Kabupaten Kerinci lazim melakukan cara itu. “Penjualan kayu untuk tambahan membeli bensin,” kata pria kelahiran Desa Lologedang itu.

Baca juga:  Pasar Lemon Lebih Luas

Sudirman melego kayu secara borongan seharga Rp1-juta—Rp1,5-juta sehektare, bukan berdasarkan satuan kubik. Ia menjual kayu ke tempat pengolahan kayu di desa terdekat. Tanaman yang ditebang lazimnya memiliki tunas yang nantinya dipanen lagi.

Memanen dengan cara menebang pohon kurang lestari. Peneliti kayumanis di Kebun Percobaan Laing, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Solok, Sumatera Barat, Erma Suryani SP, mengatakan panen sistem jendela lebih ramah lingkungan. Sistem jendela mengharuskan petani mengelupas kulit berbentuk persegi empat dengan posisi berseling. Dengan cara itu kulit baru muncul lagi.

Kayumanis siap kirim ke konsumen.

Kayumanis siap kirim ke konsumen.

“Pekebun bisa memanen lagi setelah kulit yang terkelupas menyatu,” kata Erma. Sebetulnya panen teknik jendela hanya pada fase penelitian. Pekebun enggan menerapkan metode itu karena tidak bisa menebang kayu. Saat ini Sudirman terkendala modal dan belum optimalnya pemasaran. Untungnya anak bungsu Sudirman, Ns Iche Trisna SKep, membantu memasarkan kayumanis dunia maya sejak 2015. Setiap dua hari sekali Iche mengunggah foto dan informasi tentang kayumanis.

Harapannya untuk menjaring konsumen sekaligus mempopulerkan kayumanis dari Kerinci. Meski hasilnya belum maksimal, Iche tetap semangat. Apalagi ia baru 3 bulan memasarkan melalui dunia maya. “Saya bercita-cita mengekspor kulitmanis langsung dari Kerinci,” kata alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Padang, Sumatera Barat, itu. Harap mafhum hingga kini Padang terkenal sebagai sentra perdagangan kayumanis.

Pekebun lazim menebang tanaman setelah mengambil kulit kayumanis.

Pekebun lazim menebang tanaman setelah mengambil kulit kayumanis.

Padahal, para penjual mendapat pasokan kayumanis dari Kabupaten Kerinci. Rencananya ia tidak hanya menjual kayumanis kering. Iche berharap bisa menjual kayumanis dalam bentuk lain seperti serbuk, stik, sabun, dan sirop. Ia yakin dapat mewujudkan mimpi itu karena pernah menjadi juara kedua ajang wirausaha muda tingkat nasional pada 2014. Pada ajang itu perempuan berumur 24 tahun itu mempresentasikan potensi bisnis kayumanis.

Kini Iche tengah menunggu pinjaman dana dari salah satu bank di Kabuapten Kerinci. Uang itu untuk pembelian kayumanis dan pembuatan situs khusus kayumanis kerinci. Perempuan asli Kabupaten Kerinci itu semakin semangat karena ada calon investor yang datang meninjau lokasi perkebunan rempah-rempah itu pada awal 2017. Ia berharap itu awal yang baik untuk mewujudkan impiannya.

Menurut Erma terdapat 3 jenis tanaman penghasil kayumanis di Indonesia yaitu Cinnamomum burmanii, C. zeylanicum, dan C. cassia (lihat ilustrasi Tiga Batang Manis). Jenis pertama berasal dari Indonesia, sedangkan yang kedua dan ketiga dari Srilanka. “Mayoritas kayumanis di Kabupaten Kerinci termasuk jenis Cinnamomum burmanii,” kata Erma. Populasi berasal dari tanaman alami dan budidaya.

Ns Iche Trisna SKep bercita-cita menjadi eksportir kayumanis.

Ns Iche Trisna SKep bercita-cita menjadi eksportir kayumanis.

Alumnus Fakultas Pertanian, Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, Solok, Sumatera Barat, itu, mengatakan kayumanis banyak dicari karena memiliki beragam kegunaan seperti bahan parfum, penyedap, obat-obatan, dan pestisida nabati. Erma mengatakan prospek kayumanis cukup bagus.

Pai apel khas Polandia, szarlotka, menggunakan kayumanis sebagai salah satu bahan baku.

Pai apel khas Polandia, szarlotka, menggunakan kayumanis sebagai salah satu bahan baku.

Syaratnya pekebun mesti menjual produk turunan tanaman kerabat kamfer jepang Cinnamomum camphora itu, bukan hanya menjual kulit kayu. Ir Yulius Ferry dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, Sukabumi, Jawa Barat, menyatakan, potensi pengembangan kayumanis di Indonesia cukup besar mencakup semua subsistem dari hulu hingga hilir.

Faktor pendukung berkembangnya agribisnis kayumanis antara lain sumberdaya alam, teknologi, tenaga ahli, plasma nutfah, dan jumlah penduduk sebagai potensi pemasaran dalam negeri. (Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d