Kaya Gizi Tahan Setahun 1
Permberian pakan awet tetap dapat menambah bobot ternak

Permberian pakan awet tetap dapat menambah bobot ternak

Hi-fer menghemat tenaga kerja dan dongkrak bobot ternak

Abdul Halim lazim mengupah orang untuk mencari rumput pakan 20 kambing dan domba miliknya. Kedua pekerja mencari rumput di sekitar peternakannya di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mereka cukup datang ke kebun karet untuk menyabit rumput. Namun, ketika jumlah ternak mencapai 50 ekor, pekerja meminta mobil bak terbuka agar bisa mencari rumput ke tempat yang lebih jauh. Puncaknya, ketika ternak mencapai 100 ekor, mereka menyerah karena kewalahan memenuhi kebutuhan kambing.

Apalagi saat kemarau, kian sulit mencari rumput. Akhirnya satu per satu kambing dan domba sakit lalu mati. Tidak ingin ternak lebih banyak lagi yang mati, Abdul Halim pun menjual semua ternaknya. Jika mengenal teknologi hi-fer–akronim dari hijauan fermentasi, Abdul Halim tetap dapat mempertahankan peternakannya. Pusat Studi Hewan Tropika Institut Pertanian Bogor mengembangkan hi-fer untuk mengatasi kendala pakan hijauan.

Unggul dan hemat

Dr. Ir. Suryahadi, DEA, penemu hi-fer

Dr. Ir. Suryahadi, DEA, penemu hi-fer

Menurut Kepala Pusat Studi Hewan Tropika, Dr. Ir, Suryahadi, DEA, hi-fer adalah produk rumput segar yang diolah atau difermentasi dengan probiotik. Hasilnya berupa rumput kering yang bergizi tinggi. Hi-fer juga merupakan label untuk probiotik yang digunakan untuk memfermentasi rumput itu. Dengan pakan hi-fer, ternak tetap mendapat pakan hijauan bergizi sepanjang tahun, termasuk saat kemarau April-September saat rumput-rumput mengering.

Palabilitas alias tingkat kesukaan ternak pada hi-fer cukup tinggi sehingga mereka berselera memakannya. “Dari hasil penelitian pada sapi, konsumsi pakan hi-fer mampu meningkatkan bobot rata-rata 1,48 kg per ekor per hari,” kata Suryahadi yang juga penemu hi-fer itu. Sayang, pada domba dan kambing belum dilakukan penelitian serupa. Namun, alumnus USTL Mont Pellier II, Perancis, itu yakin, hasilnya juga bagus.

Baca juga:  Tentara Bertani

Pada prinsipnya untuk memproduksi hi-fer hampir sama dengan fermentasi yang dilakukan peternak. Yang berbeda adalah probiotik. Peternak biasanya menggunakan produk EM4 yang mengandung 80 genus mikroorganisme fermentor seperti bakteri Lactobacillus sp, Streptomycetes sp, ragi (yeast), dan Actinomycetes. Sementara pada pembuatan hi-fer, Suryahadi memanfaatkan berbagai bahan yang sama dalam lambung sapi.

Menurut Suryahadi keunggulan pakan hi-fer di antaranya berkualitas prima. Selain bersifat sesuai selera, kadar protein tinggi mencapai 10%, dengan kandungan energi  68%. Kualitas pakan pun stabil karena produksi terjaga dan terkontrol dengan baik. Dengan demikian pemberian pakan pun lebih irit. Peternak dapat mengganti 40 rumput segar dengan hi-fer 20–25 kg hi-fer. Selain itu pakan hi-fer tahan simpan hingga dua bulan dalam kondisi terbuka, dan 8-12 bulan dalam kantung plastik.

Rumput yang melimpah bisa diolah menjadi hi-fer. Hasilnya tahan disimpan 8-12 bulan

Rumput yang melimpah bisa diolah menjadi hi-fer. Hasilnya tahan disimpan 8-12 bulan

Bersih

Setelah memberikan pakan hi-fer peternak tidak perlu menyabit rumput setiap hari. Kandang pun menjadi lebih bersih karena tidak ada sisa pakan terbuang. Kandang yang bersih mencegah datangnya penyakit, seperti mastitis atau radang ambing. Di sisi lain, peternak dapat mengemas pakan hi-fer dalam plastik rangkap dua sehingga mudah menyimpan, mengangkut, dan memberikannya ke ternak.

Menurut Ir. Sungkarna, manager produksi CV Anugrah Farm di Bogor, produsen hi-fer, peternak pun mudah membuat pakan hi-fer. Bahan utamanya bisa memanfaatkan hijauan yang ada di sekitar peternakan. Contohnya: rumput gajah, odot, gamal, dan indigofera Proses pembuatannya, cincang semua hijauan, lalu siramkan larutan hi-fer lalu aduk merata dan masukkan dalam drum atau kantung plastik. Larutan yang juga berisi energi itu akan merangsang probiotik di rumput segar. Dalam kondisi anaerob, terjadilah fermentasi yang berlangsung selama     14 hari.

Baca juga:  Datang, Kontes, dan Menang

Peternak dapat memperoleh larutan hi-fer di CV Anugrah Farm, peternakan Pondok Haji Juanda, Simpang Curup, Jasinga. Bogor. Harga satu jeriken larutan hi-fer bervolume 23,5 kg Rp188.000. Itu cukup untuk mengolah 700 kg hijauan segar menjadi hijauan bergizi tinggi. Bila hendak membuat pakan hi-fer, encerkan larutan itu dalam 1,6–2 liter air bersih untuk menyiram hijauan segar (lihat ilustrasi). Dalam 2 pekan fermentasi, hijauan segar itu menjadi hi-fer.

Untuk mengolah 25 kg bahan baku hijauan segar, peternak hanya memerlukan 839 cc larutan hi-fer atau seharga Rp6.718. Menurut Sungkarna, 1 kg hijauan hi-fer bisa dibuat dari 1 kg hijauan segar. Meski warnanya berubah cokelat, bobot hi-fer tetap tidak susut. Karena kandungan gizi cukup tinggi, maka bila biasanya dibutuhkan 40 kg rumput hijau untuk diberikan ke ternak per hari, kini cukup memberikan 20 kg hi-fer. Cara pemberiannya ke ternak sangat mudah, seperti memberi pakan hijauan. (Syah Angkasa)

Begini Buat Hi-Fer

537_ 53

  1. Siapkan hijauan segar sebagai bahan baku hi-fer, lalu cacah hingga berukuran kecil, 3—5 cm
  2. Buat larutan hi-fer yang mengandung bakteri, dengan perbandingan larutan hi-fer 1 l dan air 2 liter. Siramkan larutan itu ke 25 kg rumput.
  3. Aduk atau ayak rumput itu sehingga larutan tercampur merata mengenai semua rumput. Bila menggunakan alas plastik, maka pencampuran dengan menggoyang-goyang plastik.
  4. Masukkan rumput yang sudah tercampur probiotik itu dalam kantung plastik.
  5. Untuk mengeluarkan gas yang terkumpul dalam kantung, gunakan sebilah pipa bambu yang diberi lubang di salah satu sisi. Namun, lubang itu ditutup karet sehingga udara hanya keluar secara perlahan oleh tekanan gas dari dalam kantung, seperti pentil ban.
  6. Dalam waktu 1—2 pekan, hijauan kering, siap untuk disimpan atau diberikan pada ternak. Hi-fer dapat disimpan 1—2 bulan tanpa rusak di wadah terbuka dan 8-12 bulan dalam kantong tertutup rapat.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *